When Dasom Met LOUIS

Tittle : When Dasom Met LOUIS

Cast : Kim Dasom , Louis Tomlinson , etc.

Genre : Romance , Humor , Straight

Rate : Teen

Length : Oneshoot

Author : LidyaNatalia

Warning : Yang nggak suka sama pairingnya , jangan baca. Yang nggak suka sama Sistar , 1Direction juga nggak usah baca. Banyak Typo , Nggak terima bashingan , apalagi bashing pairnya. Pokoknya I WARN all of you to do not read this fanfiction if you didn’t like the cast or didn’t like me .

Disclaimer : 1Direction dan Sistar belong to God and their family ~ But this story originally belong to me.

A/N : Ide cerita timbul karena author sangat menyukai Sistar dan 1Direction😄 karena author itu penggemar suju couple jadi nggak mungkin pasangin sistar sama super junior , well. Ini cuma fiksi , jangan dianggap serius.

Summary : Dasom yang anaknya ceria dan usil ketemu sama Louis , yang sifatnya juga nggak jauh beda sama dirinya. Well , gimana ya kalau mereka ketemu? Secara , ibarat magnet mereka itu sama-sama kutub U alias Usil. Apa mereka bakal tolak menolak seperti kutub U  yang ketemu kutub U?

Let’s check this out the story…

***

Dasom melantunkan sebuah lagu ceria berjudul Loving You sembari berjalan santai menuju rumahnya. Hari ini sekolahnya dipulangkan lebih cepat , karena alasan tertentu yang tidak diketahuinya. Dan Dasom tidak terlalu peduli dengan hal itu , karena yang terpenting dia bisa pulang lebih cepat dan pergi ke Game Zone untuk memainkan permainan kesukaannya disana , Dance Floor.

Headset berwarna pink terpasang manis dikedua telinganya dan sesekali dia mengikuti gerakan khas dari lagu yang didengarnya . Membuat orang lewat yang tak sengaja melihatnya tertawa lucu karena kelakuan Dasom yang mereka anggap imut dan polos tersebut.

“Cratttt!!!”

Dasom langsung menghentikan aktivitasnya ketika secara tiba-tiba air yang berada disekitar jalan raya tadi berpindah ke wajah dan bajunya. Untuk saja dia sempat memejamkan matanya , tatkala air kotor tersebut hendak masuk kedalamnya.

Dengan geram dia mengepalkan tangannya. Wajah imut dan lucunya yang tadi terpasang diwajahnya mendadak hilang dan berganti dengan wajah marah yang menurut orang-orang yang masih melihatnya tadi cukup manis.

Mereka berbisik-bisik ragu. Mereka ingin mendekati Dasom dan membantunya , tetapi melihat raut wajah kesal Dasom , mereka mengurungkan niatnya. Biar saja sang pelaku utama yang bertanggung jawab. Begitu pikir mereka. Dasar-_-!

“Ckiitttt!!!”

Mobil yang menjadi media peristiwa tersebut pun berhenti tak jauh dari tempat Dasom berdiri. Mendengar decitan mobil yang berhenti membuat Dasom membuka matanya , dia usap air diwajahnya dengan punggung tangan kanannya. Ditunggunya tersangka utama untuk keluar dari dalam mobil.

Dan sesaat kemudian keluarlah sesosok laki-laki berbadan tegap dengan dada bidangnya yang berkaoskan baju belang-belang putih hitam dibagian dadanya. Rambutnya yang berwarna kecoklatan dan matanya yang berwarna biru membuat orang disekitarnya sedikit terdecak kagum.

Namun tidak unduk Dasom , rasa kagum telat menghampirinya dan telah didahului oleh rasa kesal.  Dia hentakkan kakinya ketika sosok tersebut menghampirinya. “Kau tidak….”

“Sorry! Sorry! That was happened intuitively..” (Maaf! Maaf! Itu terjadi dengan tidak sengaja..) Ucapnya memotong omelan Dasom yang hampir terlontar untuknya. “I didn’t mean to do that. Once again , Sorry.” (Aku tidak bermaksud melakukan hal itu. Sekali lagi , Maaf.) Lanjutnya lagi.

Dasom menghela nafas panjang-panjang. Bagaimana dia bisa mengomeli orang ini , kalau sejak tadi dia terus berbicara? Sudah begitu bahasanya juga sangat terdengar memuakan untuk Dasom , bukan , bukan karena Dasom tidak mengerti bahasa inggris , hanya saja dia tidak bisa lancar melakukan obrolan dalam bahasa inggris , dia lebih bisa menuliskannya ketimbang berbicara. Baiklah lupakan hal itu. kembali ke Dasom.

Dasom melihat ke arah laki-laki itu.  Dan menyilangkan kedua tangannya dan kemudian menempelkan jari telunjuknya dibibir. “Berhenti berbicara , okay?!” Ucap Dasom kemudian.

“What?” Laki-laki tersebut mengerutkan keningnya.

Dasom yang tadi berniat memarahinya jadi bingung. Sebenarnya dia ingin kembali memarahi laki-laki itu , tapi kalau baru 2 kata saja dia tidak mengerti , bagaimana dengan rentetan kalimat panjang yang akan dilontarkan oleh Dasom nanti kepadanya? Mau menterjemahkannya kedalam bahasa Inggris pun rasanya hanya membuang-buang waktu Dasom saja. Terlebih dia tidak begitu bisa melakukan conversation , masa iya ditulis dikertas ? Dia mau marah loh. Bukan mau bercerita.

Dasom mengibaskan tangannya kedepan, “Forget it!” Ucapnya kemudian. Kalau kata-kata pendek seperti itu dia masih bisa mengucapkannya.

“Oh Okay. Uhm , are you okay? Your clothing get wet.” Ucap laki-laki tersebut itu lagi.

“Huh , yes , yes! I’m okay.” Jawab Dasom yang kemudian hendak beranjak pergi meninggalkan laki-laki tersebut. Daripada dia harus terus berinteraksi seperti itu , lebih baik dia mengurungkan niatnya untuk memarahi laki-laki tersebut , langsung pulang kerumah untuk mengganti pakaianna dan langsung pergi ke Game Zone. Pembalasan akan dilakukannya lain kali. Begitu pikir Dasom.

Namun , belum sempat Dasom melangkahkan kakinya , lengannya ditahan oleh laki-laki tersebut.

“Can you show me how to get One Star Senior Internasional High School?”

Dasom mengerutkan keningnya.  Sedikit befikir dan sejurus kemudian tersenyum licik penuh arti. “Of course… First…”

***

“Serius?” Tanya Soyou dari sebrang sana ketika Dasom menceritakannya bahwa dia baru saja mengerjai orang.

“Iya. Aku serius.” Sahut Dasom lagi.

“Ckck..” Decikan dari Soyou membuat kepuasan hati Dasom makin bertambah.“ Dia duluan yang membuatku basah dan tidak jadi ke Game Zone , You-ah..” Ucapnya lagi.

“Ya .. ya… ya… terserah kau sajalah. Kau selalu benar Som-ah…” ucap Soyou lagi.

Dasom tersenyum senang , dia tahu Soyou mengatakan hal itu hanya untuk membuatnya berhenti membuat pembelaan akan perbuatannya tadi siang. Namun dia tidak mempermasalahkan hal itu. Yang penting pembalasannya itu berhasil dia lakukan saat itu juga.

“Yasudah Soyou , aku tutup ya telponnya , aku sudah mengantuk nih …” Ucap Dasom lagi.

“Iya. Aku juga sudah mengantuk.”

“Flip!”

Dasom meletakkan iphone berwarna putihnya dimeja nakas dekat tempat tidurnya. Sekilas jam mungil yang berada diatasnya terlihat olehnya. Pantas saja dia sudah mengantuk , ini sudah jam 12 malam ternyata.

***

Dasom melangkahan kakinya mencari ruang kelas yang sudah  4 bulan ini dia tempati. Dan ketika menemukan sebuah ruangan dengan plang bertuliskan ‘2-2’ dia melangkahkan kakinya masuk tanpa ragu. Belum begitu banyak temannya yang datang , seperti biasa dia orang ke 5 yang datang , setelah Hyorin , Bora , Soyou , dan Hyuna , 4 siswi terajin selain dirinya.

“Hey Dasom! Cepat sini!!” Seru Soyou dengan semangat mengajak Dasom duduk disampingnya , sembari menepuk-nepukkan kursi disebelahnya. Dasom memang duduk bersebelahan dengan Soyou dikelasnya.

Dasom yang sedikit penasaran  mempercepat langkahnya menuju tempatnya , “Ada apa?” Tanyanya kemudian , tidak hanya pada Soyou tetapi juga ketiga temannya yang lain yang juga tengah mengerubungi Soyou.

“Akan ada anak baru dikelas kita. Dan katanya dia murid pindahan dari Inggris.” Ucap Hyorin antusias.

Dasom mengembangkan senyumnya. “Wah ?! Benarkah?! Siapa? Kalian tahu darimana ?” Tanya Dasom lagi.

“Tadi pagi ketika aku baru datang , Sooman Ahjussi memberitahuku , katanya kemarin siang , sepulang sekolah ada laki-laki asing yang kesekolah dan sepertinya dia baru mendaftar untuk masuk kesekolah ini.” Kali ini Bora yang menjawab pertanyaan Dasom.

“Lho? Sooman Ahjussi tahu darimana kalau lelaki asing itu mau bersekolah disini? Apa Sooman Ahjussi  bisa berbicara bahasa asing?” Tanya Dasom tak yakin dan mulai meragukan.

“Iya juga sih. Tapi katanya , laki-laki tersebut membawa sebuah map merah. Bukankah itu artinya map untuk pendaftaran masuk kesekolah ini. Seperti kita dulu.” Ucap Soyou lagi.

Dasom , dan ketiga temannya yang lain mengangguk-anggukan kepalanya menyetujui pendapat Soyou.

“Eh tunggu dulu!” Instruksi Soyou lagi.

“Jangan – jangan anak baru yang akan pindah kesini itu , orang yang kau ceritakan semalam , Som-ah?” Duga Soyou membuat Dasom kaget.

“Maksudmu? Ah tidak mungkin itu. Pasti tidak mungkin.” Bantah Dasom dengan senyum agak kikuk dan takut – takut. Karena bisa jadi dugaan Soyou itu benar.

“Cerita apa?” Tanya Bora kali ini. Diikuti anggukan dari Hyuna dan Hyorin juga. Tadi malam Dasom hanya sempat menelpon Soyou , makanya Bora , Hyuna dan Hyorin belum tahu akan kejailannya kemarin siang.

“Jadi begini , Dasom kita ini telah mengerjai seorang laki-laki asing yang menanyakan sekolah kita siang kemarin.” Ujar Soyou memberitahu sembari memegang puncak kepala Dasom.

Dasom tersenyum hambar ke arah ketiga temannya yang lain itu.

“Benarkah?” Tanya Hyuna.

Dasom menggigit bibir bawahnya. “Eng itu… aku hanya memberinya pelajaran sedikit kok.” Bela Dasom.

“Pelajaran apa?” Tanya Hyorin.

“Jadi dia….”

ketiganya mendengarkan cerita Dasom dengan serius. Ketiganya tak menyangka Dasom akan berbuat jail seperti itu , terlebih kepada orang yang tidak dikenalnya itu. Namun mereka juga tidak heran akan sikap jail Dasom yang memang sudah biasa itu.

“Sebenarnya kau tidak sepenuhnya salah juga..” Timpal Bora , yang selama ini terkadang jadi partner Dasom dalam berbuat jail.

“Iya benar itu! Aku kan hanya membalaskan perbuatannya padaku!” Seru Dasom.

“Tapi kau juga tidak seharusnya mengerjainya seperti itu. Kalau pada saat itu dia dalam keadaan terburu-buru , bagaimana?” Kali ini Hyorin mencoba memberikan pendapatnya.

Dasom menghela nafas panjang-panjang. Hyorin memang selalu begitu baik. “Tapi kan dia hanya ingin kesekolah kita saja… Hyorin …” Sahut Dasom.

“Tapi….”

“Sudah-sudah , semoga saja anak baru itu bukan laki-laki yang dikerjai Dasom kemarin dan semoga anak baru itu tidak seperti murid-murid asing yang lainnya itu.” Ucap Hyuna menengahi.

“Ne betul!! Semoga tidak seperti Nial!” Sahut Bora semangat.

“Tidak juga seperti Zayn!” Sahut Hyuna lagi.

“Tidak seperti Harry juga!” Timpal Soyou.

“Apalagi seperti Liam!” Tambah Hyorin .

Semuanya menoleh ke arah Hyorin. “Memangnya kau ada masalah apa dengan Liam?” Tanya Dasom penasaran.

“Ya… tidak ada , aku hanya melengkapi daftar kalian saja.” Tambah Hyorin sembari tersenyum kikuk.

“Tapi , aku rasa Liam tidak berulah sedikitpun. Justru dia terlihat yang paling pendiam diantara mereka.” Ucap Hyuna.

“Iya iya aku tahu. Yasudah jangan dipermasalahkan juga. Aku kan hanya melengkapi saja. Bagaimana sih kalian ini! Huh..” Desah Hyorin sebal.

“Hahaha…. kami kan hanya bercanda saja , Hyorin-ah…” Ucap Soyou Bora sembari memeluk lengan Hyorin yang berada disampingnya.

“Hyorin , bisa kita bicara sebentar?”

Sebuah interupsi dari seseorang menghentikan pembicaraan mereka. Semuanya kompak menolehkan ke arah sumber suara.

“Thunder?” Seru Hyorin agak terkejut.  “Ada apa?” Tanyanya sebelum beranjak bangun dari duduknya.

“Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu.” Jawab Thunder sembari menggaruk ujung belakang surainya.

Hyorin memandang ke arah 4 temannya meminta persetujuan.

“Jangan terlalu lama ya , Thunder-ah. Sebentar lagi bel masuk!” Ucap Bora membuat Hyorin tersenyum dan langsung mengajak Thunder keluar dari kelasnya.

“Menurut kalian apa yang akan dibicarakan Thunder pada Hyorin?” Tanya Bora pada ketiga temannya.

“Mungkin menanyakan pr..” Jawab Soyou asal.

“Atau mau menagih hutang..” Jawab Dasom lebih asal sembari langsung berhigh five ria dengan Soyou membuat raut wajah Bora dan Hyuna menjadi seperti -_____-

“Lebih tepat kalau Thunder mau menyatakan perasaannya!” Seru Hyuna . Membuat Bora langsung menghambur memeluknya erat.

“Hanya kau yang normal Hyuna..” Ucap Bora dan kali ini gantian raut wajah Dasom dan Soyou yang berubah menjadi seperti -____________-

***

Teet!! Teet!! Teet!!

Bel 3 kali yang menandakan jam pertama akan segera dimulai telah berbunyi , semua murid OneStar Senior Internasional High School langsung bergegas memasuki kelas mereka masing-masing. Begitu juga dengan Hyorin , yang langsung masuk ke kelas 2-2.

“Kenapa lama sekali?” Tanya Bora teman sebangku Hyorin.

“Tadi sebelum kembali kekelas , aku melihat laki-laki asing , sepertinya dia itu orang yang kita bicarakan tadi.” Jawab Hyorin.

“Oh ya?” Seru Hyuna yang langsung menoleh kebelakang , ke arah Hyorin dan Bora.

“Bagaimana rupanya?” Kali ini Soyou yang duduk dibelakang Hyorin dan Bora ikut bertanya pada Hyorin.

“Sangat tampan!” Sahut Hyorin penuh semangat. “Matanya biru , tingginya sekitar  175 cm. Dan kulitnya coklat. Dan senyumnya …” Hyorin memberikan penjedaan pada perkataannya membuat teman-temannya penasaran. “Sangaaaat manis…!” Ucapnya dengan ekspresi tak biasa. “Dan namanya….”

Glek!

Dasom yang tadi turut mencondongkan tubuhnya kedepan , langsung terduduk seketika  sebelum mendengar Hyorin menyebutkan nama dari anak tersebut, “Kenapa ciri-cirinya sama seperti… ”

“Good Morning , Class!!”

“Gee!!” Seru Dasom sembari langsung menyembunyikan wajahnya diatas meja.

“Good Morning , Sir!!!” Sahut seluruh siswa – siswa kelas 2-2 , begitu Mr. Alan , guru bahasa inggris mereka memasuki ruang kelasnya. Hari ini jam pelajaran pertama memang diisi oleh bidang studi bahasa inggris.

“We have one new student in this class , He’s come from UK. Come on , lets introduce yourself!”

Laki-laki yang sebelumnya berada sejajar dengan Mr. Alan langsung maju satu langkah. Dengan gaya tenang dan cool khas pria bule , dia tersenyum keseisi kelas , “My name is…”

“LOUIS!!!” Seru Bora , Hyorin , Soyou dan Hyuna berbarengan membuat Dasom , Mr. Alan , seisi kelas , dan orang yang mempunyai nama tersebut terkejut.

Namun dengan segera Louis merubah wajah terkejutnya dengan tersenyum ke arah 4 wanita tadi. “Yes , my name is Louis..” Ucapnya tenang.

“Louis Tomlinson..”

***

END

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s