Sistar’s Fanfiction || S.O.R.R.Y

sorry poster

 

 

Tittle : S.O.R.R.Y

Pair : KiRa (Song Joong Ki – Yoon Bora ‘Sistar’)

Cast : Song Joong Ki , Yoon Bora

Length : Oneshoot

Author : LidyaNatalia

Rate : T for Teen

Genre : Romance , Straight

Warning : Fict ini dibuat berdasarkan beberapa fakta yang ada dan beberapa fiksi yang dikarang author , waktu dalam cerita juga tidak seperti kenyataan. Sekali lagi ini hanya fiksi belaka yang author harap jadi kenyataan ~ Ini cerita ringan so , jangan dibawa serius yaaa

Summary : Hum , well Bora dan Joongki terlibat pertengkaran kecil. Bora lebih memperhatikan orang lain. Joongki memutuskan untuk keluar dari salah satu program tv. Apa ada kaitannya pertengkaran tersebut dengan keputusan yang Joongki ambil? Dan bagaimana nasib hubungan mereka? Berakhir atau terus lanjut?

 

Let’s Check this out ~

***

 

 

Sinar mentari baru hendak meninggikan posisinya , ketika seorang laki-laki yang mengenakan kemeja putih dengan celana bahan berwarna hijau toska gelap dan kacamata hitam turun dari mobilnya dan masuk kedalam sebuah gedung tinggi.

 

Sebenarnya laki-laki itu baru saja pulang menyelesaikan pekerjaannya. Ingin rasanya merebahkan langsung tubuhnya diatas kasur empuk yang nyaman. Namun istirahatnya tidak akan benar-benar nyenyak apabila dia belum melihat langsung wajah yang sangat dilihatnya kemarin sore.

 

Dengan langkah pasti dia menuju apartement dengan nomor 2512A.

 

“Tok! Tok! Tok!”

 

“Cklek!”

 

Dia merentangkan tangannya bersiap menyambut pelukan yang akan diberikan seseorang dibalik pintu tersebut.

 

Namun yang dia dapati hanya wajah masam tersirat kemarahan. Seseorang didepannya berdiri dengan menyilangkan tangan didadanya seolah bertanya apa yang hendak dicari ataupun dilakukan oleh laki-laki tersebut dengan datang ke tempat tinggalnya.

 

“Kau tidak mau menyambutku?” Tanyanya dengan wajah tersenyum. Terlalu lelah sebenarnya tetapi sungguh dia tidak berdusta bahwa hanya dengan melihat wajah kekasih yang berdiri dihadapannya kini , tenaganya seolah pulih untuk berpura seolah dia tidak bekerja semalaman suntuk.

 

“Hssshhh…” Desah seorang wanita mungil berambut lurus dihadapannya sembari berlalu meninggalkan laki-laki itu di ambang pintu.

 

“Ada apa denganmu?” Tanya laki-laki itu sembari menyusul sang kekasih dari belakang setelah menutup pintu apartement tersebut.

 

Sang kekasih berhenti melangkah mendadak , membuat sang laki-laki hampir menabrak tubuhnya apabila tidak sigap menahannya.

 

“Ada apa katamu?” Seru sang kekasih mengulang pertanyaan yang diajukan oleh laki-laki tersebut.  Wanita itu kembali melipat kedua tangan didadanya ,  “Song Joong Ki-sshi! Ingat apa perjanjian kita?” Tanya sang wanita balik.

 

Laki-laki bernama Song Joong Ki , atau lebih sering dipanggil Joongki oleh Yoon Bora , sang wanita yang kini tengah berada dihadapannya mengerutkan keningnya. “Perjanjian?” Tanyanya bingung.  “Perjanjian apa maksudmu?” Lanjutnya balik bertanya pada Bora.

 

Bora menghentakkan kakinya kesal. “Perjanjian saat kau melarangku untuk ikut dalam reality show yang menawariku untuk jadi member tetapnya!” Jelas Bora penuh dengan geraman kesal.

 

Joongki mendadak mengendurkan kerutannya dan tersenyum simpul , “Maksudmu perjanjian untuk bersikap baik pada Gwang Sso?” Tanya Joongki dan Bora hanya memalingkan wajahnya kearah lain tanpa menjawab.

 

“Tentu saja. Aku sudah bersikap baik padanya. Dia itu kan temanku.” Jawab Joongki yang kemudian berjalan mendekati lemari pendingin untuk mengambil 1 kaleng minuman bersoda yang ada didalamnya.

 

“Jangan bohong!” Seru Bora. “Iklan singkat untuk tayangan minggu ini sudah keluar.  Aku lihat walau hanya sekilas.” Ujar Bora kesal. “Kenapa kau membuatnya terintimidasi , kenapa kau tidak satu tim dengan Gwang Sso oppa? Wae?” Tanya Bora bertubi-tubi dengan kekanakan.

 

Joongki mendesah pelan.  Tidak habis pikir kenapa semuanya jadi seperti ini. Bora yang selalu mengaku sangat mengagguminya di acara televisi manapun , sebenarnya mengaggumi sahabat dekatnya , Gwang Sso.  Dan kata-kata kekaguman Bora untuk dirinya hanya sebuah ucapan tanpa makna meski saat ini mereka telah menjadi sepasang kekasih.

 

Dan hal itu diketahuinya ketika mereka berdua sama-sama mendapat tawaran untuk mengikuti suatu reality show baru , dimana Joongki bersikeras melarang Bora untuk turut serta , dan Bora pun menyetujuinya dengan mengajukan sebuah syarat.

 

“Gwang Sso yang tidak memilihku untuk satu tim dengannya.” Ucap Joong Ki menjelaskan.

 

“Alasan….” Desis Bora pelan namun tetap terdengar oleh Joong Ki.

 

Joongki tertawa kecil. Tak menyangka kalau rasa suka Bora pada Gwang Sso hingga sebesar ini , bahkan dia yang notabene adalah kekasih dari wanita itu tidak dipercaya sama sekali.

 

“Yang menang dalam episode kali ini timmu kan?” Tanya Bora lagi dengan raut wajah masih terlihat sebal.

 

“I..itu…”

 

“Sekali lagi aku tanya…yang menang dalam episode ini timmu kan?” Tanya Bora lagi.

 

Joongki menggaruk ujung rambut bagian belakangnya. Dan dengan ragu mengangguk sebagai jawaban. “Tapi aku bisa pastikkan padamu kalau Gwang Sso sama sekali tidak terintimidasi oleh siapapun. Sungguh.” Jelas Joongki lagi.

 

“Haissshhhh….” Desis Bora memotong omongan Joongki. “Harusnya aku ambil saja tawaran itu!” Serunya sembari berjalan menuju jendela dan memandang sebal ke arah luar. “Kau membuatku menyesal…”

 

“Cukup!” Seru Joong Ki sembari menggebrak meja dekat lemari pendingin dengan kaleng minuman yang bahkan belum setengahnya diminum , membuat Bora yang membelakanginya turut terkejut. “Kalaupun kau tidak menganggapku sebagai kekasihmu , setidaknya hormati aku layaknya orang yang lebih tua darimu!” Lanjut Joongki tidak tahan dengan sifat childish dan kekanakan kekasihnya.

 

“Apa tidak pernah sedikitpun terpikir oleh benakmu untuk memikirkanku di acara itu?” Tanya Joongki lagi.

 

“Jangan mengalihkan pembicaraan Oppa , itu sama sekali tidak ada hubungannya!” Sahut Bora yang turut marah karena suara bentakkan Joongki dengan nada pelan namun menusuk.

 

“Tidak ada hubungannya?” Ulang Joongki disertai seringaian marah. “Kalau memang dari awal kau tidak mencintaiku , tidak seharusnya kau menerimaku untuk menjadi kekasihmu!!” Seru Joongki lagi. Rasa lelahnya belum hilang setelah 17 jam melakukan pekerjaannya ditambah amarahnya yang sudah tertahan lama.

 

Bora selalu mengungkit perihal dirinya yang membuat Bora tidak turut serta dalam acara reality show tersebut hingga Bora tidak dapat bertemu dengan Gwang Sso yang notabene adalah idola Bora yang merupakan temannya.

 

Bora diam. Tak menyangka bahwa protesnya disalah artikan oleh Joongki. Dia sedikit menyesali perkataannya sebelumnya , namun tak mungkin dia meralat protesnya , gengsi lebih mengungguli dirinya dibanding niat untuk meralat kesalahannya.

 

“Kalau memang kau lebih menyukai Gwang Sso…” Tenggorokan Joongki sedikit tersendat untuk mengatakan kalimat selanjutnya. “Lebih baik kita berpisah saja….” Ucapnya sembari beranjak menuju pintu ketika Bora yang semakin terkejut membalikkan tubuhnya.

 

“Op….”

 

Ingin rasanya Bora memanggil dan mengatakan pada Joongki untuk menarik ucapannya. Namun sekali lagi gengsinya sebagai wanita lebih tinggi saat ini , sehingga Bora hanya diam melihat punggung Joongki yang perlahan menghilang dibalik pintu.

 

***

 

Joongki melemparkan kunci mobilnya secara asal. Dia terdiam sesaat didepan westafel kamar mandinya. Memandang lurus ke arah cermin dengan sekelebat pikiran berputar dikepalanya.

 

Apa dia tidak pantas dicintai? Apa ini perlakuan yang harus diterimanya setelah terakhir kali pernah  meninggalkan wanita yang dulu sangat mencintainya? Apa ini karma?

 

Dulu , sebelum menjalin hubungan dengan Bora. Joongki pernah berhubungan dengan seorang wanita yang bahkan tidak pernah dicintainya. Dan menjalani hubungan tersebut dalam kesebuah terpaksaan. Hingga akhirnya dia mengambil keputusan untuk meninggalkan wanita itu.

 

Apa ini balasan yang harus diterimanya?

 

Setelah membasuh wajah dan rambutnya Joongki beralih kekamarnya. Dia mengambil handphone dan menekan speed dial 3.

 

“Yeoboseyo…”

 

“….”

 

“Ah Hyung , bisa kau kosongkan jadwalku hari ini?”

 

“…”

 

“Aku merasa kurang enak badan hari ini.”

 

“…”

 

“Ah , begitu. Baiklah. Memang jam berapa recordingnya dimulai?”

 

“…”

 

“Ah , baik Hyung. 2 Jam lagi bangunkan aku ya Hyung , aku takut tidak bisa bangun sendiri. Hahaha…”

 

“…”

 

“Ne , Hyung. Annyeong.”

 

 

“Flip…”

 

Joongki menarik kedua sisi rambutnya. Dia rebahkan tubuhnya diatas spring bed berseprai abu-abu polos tersebut. Dipegangnya dada kiri yang mendadak terasa sesak setelah melihat sebuah foto dirinya bersama Bora difigura di meja nakas samping tempat tidurnya.

 

“Saranghae.. Bora-ya…”

 

***

Bora terlihat gelisah. Entah sudah berapa ratus kali dia terus menekan tombol Up pada remote TV nya tanpa henti.  Dia masih memikirkan perkataan terakhir Joongki sebelum pergi dari apartementnya.

 

“Lebih baik kita berpisah saja….”

 

Digigitnya jari telunjuk tangan kanannya. “Apa aku sudah keterlaluan?” Tanya Bora entah pada siapa.

 

Bora terus saja menekan tombol remote secara gusar , gigitannya pada telunjuk kanannya pun semakin keras.  “Aku harus bagaimana sekarang?” Tanya Bora lagi.

 

Bora melihat ke arah jam dinding yang berada tepat diatas televisinya. Dia ingin sekali menelpon Gwang Sso untuk menanyakan pendapat dan saran dari teman kekasihnya tersebut.  Tapi … bukankah Joongki saja baru pulang? Dan bukankah Joongki syuting dengan Gwang Sso juga? Pasti Gwang Sso baru pulang dan ingin beristirahat kan?

 

“Aigoo… tidak seharusnya aku bersikap seperti itu. Dia pasti sangat lelah setelah kerja semalaman dan saat dia datang aku malah memancing emosinya.” Gumam Bora. Saat ini tangannya memang sudah berhenti menyiksa remote televisinya.

 

“Apa tidak pernah sedikitpun terpikir oleh benakmu untuk memikirkanku di acara itu?”

 

“Aku selalu memikirkannya kok…” Ujar Bora seperti melakukan pembelaan terhadap pertanyaan yang diajukan Joongki ketika emosinya memuncak tadi.

 

“Kalau memang dari awal kau tidak mencintaiku , tidak seharusnya kau menerimaku untuk menjadi kekasihmu!!”

 

“Aku…. aku … aku juga mencintainya … bahkan teramat sangat…” Ujar Bora lagi sembari menarik kedua kakinya untuk dipeluk. Disandarkan dagu -yang selalu disentuh oleh Joongki – diantara kedua lututnya.

 

Ya. Bora memang sangat mencintai Joongki , itu sudah dari dulu sebelum Joongki mengenal Bora , dan hampir semua khalayak umum mengetahui hal itu. Saking terlalu cintanya , Bora bahkan sering kali merasa cemburu terhadap lawan main atau rekan kerja Joongki , bukan hanya terhadap wanita tetapi juga terkadang pria. Dan hanya Gwang Sso satu-satunya teman Joongki yang dipercaya olehnya. Oleh karena itu Bora sering kali menceritakan kegelisahan dan keluh kesahnya akan Joongki pada Gwang Sso , dan Gwang Sso sering kali memberikan saran yang dapat menenangkan kegelisahan Bora tersebut. Namun Bora sering kali meminta bantuan  ataupun menggunakan nama Gwang Sso untuk membuat Joongki cemburu. Seperti kali ini.

 

Sebenarnya dia marah bukan karena Joongki tidak satu tim dengannya  , melainkan karena keakraban Joongki ketika menyelesaikan salah satu games dengan salah satu bintang tamu wanitanya.  Dan itulah yang dilihat oleh Bora di iklan yang sempat dilihatnya.

 

Bora menghembuskan satu kebahagiannya dengan menghembuskan nafasnya. Dilihatnya layar handphone yang tidak menunjukan tanda-tanda ada panggilan ataupun pesan masuk.

 

Bora kembali berkutat dalam kebingungannya.

 

“Apa aku harus ke apartementnya?” Gumam Bora lagi. “Ya… benar sepertinya aku harus ke apartementnya…” Putus Bora sembari beranjak dari sofa merah maroonnya menuju kamar.

 

***

 

Saat ini Bora yang sedang mengenakan jeans dengan kaos putih over size dan benie biru sapphire serta tak lupa kacamata hitamnya , tengah berdiri didepan pintu apartement Joong Ki , sudah 5 menit dia hanya diam didepan pintu.  Dia masih ragu untuk menekan bel pintu. Sebenarnya bisa saja dia langsung masuk , karena dia sudah hafal diluar kepala password pintu tersebut.

 

Tapi … dia kan kesini untuk minta maaf , mana mungkin dia bersikap tidak sopan seperti itu. Dia putuskan untuk menunggu beberapa saat lagi. Namun hal itu justru membuatnya bingung dengan apa yang harus dilakukannya sekarang.

 

Akhirnya , Bora memutuskan untuk mengeluarkan handphonenya dan mengambil gambar dirinya yang tengah meminum minuman yang tadi sempat dibelinya sebelum ke apartement Joongki.

 

 

 

“Tidak buruk..” Gumam Bora ketika melihat hasil gambar yang diambilnya sendiri.

 

“Huh…” Dihembuskannya nafas pendek yang sependek – pendeknya setelah memasukkan kembali handphonenya kedalam tas.

 

“Aku harus menunggu sampai kapan?” Tanya Bora pada dirinya sendiri. Bora melangkah 3 kali kedepan dan langsung berbalik dan melangkah 3 langkah lagi. Dan begitu seterusnya hingga 5 kali. Dan ketika ingin melakukannya untuk yang ke 6 kalinya , Bora memutuskan berhenti dan menyandarkan tubuhnya ke dinding.

 

Bora mengangguk-anggukkan kepalanya , “Aku harus masuk sekarang!” Putusnya sembari melangkah ke ambang pintu dan kemudian menekan tombol-tombol merangkai sebuah kata yang merupakan password dari apartement Joongki tersebut.

 

Setelah terbuka , dengan langkah pelan Bora masuk melewati pintu tersebut.  Ruangan yang kali pertama dimasuki Bora terlihat sangat lengang. Semuanya tertata rapi dan bersih seperti biasa.

 

“Kenapa sepi sekali… ” Gumam Bora retoris. Sudah jelas hanya Joongki yang tinggal disitu , mana mungkin akan ramai.

 

Bora berjalan ke arah ruangan yang merupakan kamar Joongki , baru saja dia ingin membuka kenop pintu. Namun niat itu diurungkan ketika mendengar suara Joongki yang sepertinya tengah berbicara dengan seseorang.

 

“Ya aku yakin…”

 

“…”

 

“Tidak , tidak ada masalah apapun , hanya saja kau tau kan hyung jadwalku semakin padat…”

 

“…”

 

“Terakhir belakangan ini aku juga hanya datang setiap minggu saja… Maafkan aku hyung. Bagaimanapun aku adalah seorang aktor , aku ingin fokus dalam project filmku kali ini.  Ya , karena itulah aku ingin keluar dari acara ini..”

 

“ …”

 

“Sekali lagi maaf ya Hyung… dan minggu ini adalah minggu terakhir aku dapat berpartisipasi dalam acara ini..”

 

“…”

 

“Ne , hyung. Ghamsahamnida..”

 

“Flip!”

 

Bora menggigit bibirnya , pembicaraan yang baru saja dia dengar sungguh membuatnya terkejut dan tak percaya. Tubuhnya bahkan hanya bergeming terpaku didepan pintu kamar tersebut tanpa bersuara.

 

Hatinya tambah diliputi rasa bersalah yang semakin besar. Dia merasa karena keegoisannya tadi pagi , hingga menyebabkan Joongki , kekasihnya , mundur dari program salah satu stasiun televisi yang tengah naik daun itu.

 

Tanpa disadarinya air mata mulai menggenang dipelupuk mata dibalik kacamata hitamnya.

 

“Cklek!”

 

“Bo..ra?” Joongki hampir saja terjungkal kebelakang karena terkejut dengan keberadaan Bora yang tiba-tiba saja berada didepan kamarnya ketika dia membuka pintu.

 

“Oppa….” Bora mulai terisak ketika melihat Joongki dihadapannya. Tanpa rasa ragu dia melangkah maju dan langsung memeluk tubuh Joongki yang posturnya hampir sama dengannya , meski lebih tinggi dari Bora.

 

“Hiks…”

 

Joongki yang bingung hanya pasrah menerima pelukan Bora “Ada apa ,  chagi? Kau kenapa?” Tanya Joongki pada Bora yang mulai menangis tanpa berbicara apapun.

 

“Hiks…hiks..”

 

Joongki membalas pelukan Bora , ketika kekasihnya itu tak juga menjawab pertanyaannya. Dibiarkannya Bora terus memeluknya. Mungkin dia akan kembali bertanya nanti , ketika Bora sudah tenang dan bisa menjawab pertanyaannya.

 

***

 

Bora dan Joongki kini saling membelakangi. Joongki berdiri didekat jendela sementara Bora duduk di sofa abu-abu muda diruangan tersebut. Hampir  5 menit Bora terus menangis dan memeluk Joongki , namun kini mereka hanya saling diam setelah Joongki memutuskan untuk tetap diam atas pertanyaan Bora barusan.

 

“Semuanya karna aku kan , Oppa?” Tanya Bora sekali lagi. “Kau mundur , karena pertengkaran kita tadi pagi kan?” Lanjut Bora.

 

Joongki menarik ujung bibirnya sebelum akhirnya menghampiri Bora di sofa  dan ikut duduk menghadap kekasihnya tersebut.

 

“Apa kau mendengar semua pembicaraanku tadi?” Tanya Joongki dan dijawab oleh Bora dengan anggukan kecil.

 

“Apa benar hanya karena jadwalmu semakin padat? Kau tidak pernah bercerita apapun padaku…” Sahut Bora.

 

Joongki menangkupkan kedua tangannya diwajah Bora dengan lembut , “Bagaimana aku bisa bercerita padamu , kalau kau terus membicarakan Gwang Sso..”

 

Bora langsung menundukan kepalanya ketika mendengar penuturan Joongki. Digigitnya bibir bagian bawahnya lagi merutuki sikap yang menurutnya memang keterlaluan.

 

“Hey… jangan sakiti bibirmu dengan terus menggigitnya..”  Seru Joongki sembari memegang dagu Bora.

 

Bora mengangkat wajahnya perlahan , “Maaf…” Ucap Bora pelan hampir tak terdengar.

 

“Ngomong-ngomong apa yang membawamu kesini? Tumben sekali.” Tanya Joongki mengalihkan topik. Dia tidak ingin suasana yang menurutnya sudah membaik menjadi keruh lagi.

 

Bora memegang kedua tangan Joongki yang berada diwajahnya. “Aku mau minta maaf padamu karena sudah bersikap egois dan tidak berperasaan…”  Ujar Bora sebelum menghembuskan nafasnya.

 

“Namun sepertinya sikapku sudah tidak bisa dimaafkan lagi…” Lanjut Bora lagi.

 

“Maksudmu?” Tanya Joongki bingung.

 

“Mungkin kau dapat menyangkalnya , tapi aku yakin , keputusanmu untuk mundur dari acara itu pasti karna aku kan , Oppa? Jadi…” Bora merasa seolah tenggorokannya tercekat ketika ingin melanjutkan perkataannya , hingga pelupuk matanya kembali tergenang mutiara mata.

 

“Jadi?” Tanya Joongki lagi dengan kening berkerut.

 

“Usul Oppa mengenai perpisahan… sepertinya memang kita harus berpisah agar aku tidak terus-terusan menghambat karirmu dan…”

 

“Stop!” Seru Joongki memotong pembicaraan Bora. Ditariknya tubuh Bora kedalam dekapannya , “Kau sudah terlalu banyak bicara..” Ujar Joongki sembari terus mengeratkan pelukannya.

 

“Kau tidak pernah menghambat karirku , kau hanya salah paham..” Lanjut Joongki lagi.  “Aku memang sudah berniat untuk mundur dari acara tersebut , aku ingin memberitahukannya padamu pagi tadi.  Kau sama sekali tidak menghambat karirku , aku hanya tak ingin terlalu sibuk hingga tidak dapat bertemu denganmu…”

 

“Oppa?” Bora mengangkat wajahnya untuk melihat wajah Joongki , suara laki-laki itu terdengar berbeda ditelinga Bora , dan benar saja , ketika mengangkat wajahnya , Bora mendapati air mata sudah turut mengalir dipipi Joongki.

 

Bora perlahan melepaskan pelukan Joongki dan menjauhkan tubuhnya , “Oppa…” Panggil Bora lembut. Dia terharu dengan sikap Joongki , sebegitu cintanya kah laki-laki itu padanya? Mengingat yang pertama kali jatuh hati adalah dirinya. “Kenapa malah kau yang menangis?”

 

Joongki kembali menarik Bora kedalam dekapannya ketika Bora menyelesaikan pertanyaannya , dielusnya rambut kekasihnya tersebut. “Bagaimana mungkin aku tidak menangis ketika kau membicarakan tentang perpisahan padaku..” Ujar Joongkii lirih.

 

Bora tersenyum dalam dekapan Joongki sembari membalas pelukan kekasihnya setelah mendengar perkataan Joongki.

 

“Kau yang membahasnya duluan tadi pagi , Oppa..” Sahut Bora.

 

“Apa kau menyukai Gwang Sso?” Tanya Joongki sembari melepaskan dekapannya pada Bora.

 

Bora mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Joongki. “Ya.. tentu saja suka…”

 

“Mwo?”

 

“Kau juga menyukainya kan , Oppa. Dia kan sahabatmu. Mana mungkin aku tidak menyukai sahabatmu..”  Jelas Bora meralat perkataannya yang terdengar ambigu ditelinga Joongki. Bora mengambil tangan Joongki dan menggenggamnya.

 

“Jangan salah paham , aku memang menyukai dan mengidolakan Gwang Sso Oppa , tapi aku lebih menyukai dan mencintaimu , Oppa …” Ujar Bora dengan wajah bersemu merah. Hanya Joongki yang bisa membuatnya berbicara sefrontal ini.

 

“Benarkah?” Tanya Joongki meledek Bora.

 

“Aishhh… ” Bora memukul pelan bahu Joongki yang dibalas rintihan kecil dari Joongki.

 

Seperti lupa kalau tadi pagi mereka baru saja bertengkar , kini mereka saling tertawa seperti biasanya.  Joongki kembali mengusap rambut Bora , dan hal itu membuat wanita itu merasa nyaman. Dia sangat suka diusap kepalanya terlebih oleh orang yang dicintainya.

 

“Oppa…” Panggil Bora.

 

“Ne?”

 

“Kenapa kau tidak tidur? Bukankah kau pulang pagi. Sebelum datang kesini aku khawatir kalau kau sedang tidur..”

 

Joongki menggeleng. Diliriknya jam tangan yang melingkar di pergelangan kirinya. “1 jam lagi aku harus pergi kerja..” Ujar Joongki memberitahu.

 

“Mwo? Kau kan baru pulang , apa harus secepat itu?” Tanya Bora dengan raut wajah terkejut. Dengan tiba-tiba Bora langsung memijiti lengan Joongki. “Pasti kau lelah… Apa tidak sebaiknya kau batalkan pekerjaanmu?” Tanya Bora mencoba memberi saran.

 

Joongki menahan tangan Bora yang terus bergerak memijitinya. “Aku sudah mencobanya , tapi manajer Hyung bilang tidak bisa..” Jelas Joongki.

 

“Tapi kau kan belum tidur. Bagaimana kalau kau pingsan nanti?” Tanya Bora khawatir. “Aigo… pantas saja Oppa terlihat sangat tampan begini…”

 

“Omo… kau tidak perlu berlebihan begitu…” Ujar Joongki lagi.

 

“Berlebihan apanya , ehm … bagaimana kalau aku ikut ketempat kerjamu?” Usul Bora lagi.

 

Joongki menyipitkan matanya mendengar usulan Bora kali ini. “Ikut? Tapi ….”

 

Joongki sedikit ragu dengan usulan tersebut , mengingat hubungan mereka tidak diketahui khalayak umum , bahkan bisa dihitung dengan menggunakan jari siapa-siapa saja yang tahu mengenai hubungan mereka. Bukannya tak ingin Joongki memproklamirkan hubungan mereka , hanya saja baik dari segi Joongki maupun Bora yang merupakan salah satu pekerja seni tidak memungkinkan hal itu.

 

Bora memukul pundak Joongki pelan , “Tenang Oppa , aku akan jauh-jauh darimu nanti , aku hanya ingin mengawasimu saja kok. Aku takut terjadi apa-apa padamu..” Sahut Bora.

 

“Tapi…”

 

“Aku akan berbaur dengan  para penggemarmu dan … tenang saja hari ini aku sedang free… jadi…?”  Bora mengerling nakal untuk menggoda Joongki.

 

“Baiklah… terserah kau sajalah…” Sahut Joongki.

 

“Yess.. hehe…” Seru Bora sembari tersenyum senang hingga matanya hanya tampak seperti lengkungan garis.

 

***

 

The End

 

Well readers , especially for Star1 ^^ How is it?

Uhm , maybe that’s not really good , but I put my loves for the story especially for KiRa couple , last but not least , would you mind to put your comment on it?

 

 

6 thoughts on “Sistar’s Fanfiction || S.O.R.R.Y

  1. Aaaaaaaaa joongki boraa co cweeeeeet ♡♡♥ X)
    bora nya manjaa benerr….mao juga dong dipeluk joongki :* maygat #plak

    duuh maap readers alay xp
    sequellllllllll nya dongsss thorrrrssss

  2. aih kesiannya Gwang Sso jadi orang ketiganya pasangan KiRa tapi tak apalah memang sudah nasibnya Gwang Sso

    Good job unn d^^b dua jempol buat unn

  3. feelnya dapet banget thor! Tapi sayangnya ada yang kurang, kurang panjang…. Author, lebih sering tulis fanfic KiRa yah.. Fighting!

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s