Men Are Like That | Dasom – Sehun

AMALT

Title : Men Are All Like That
Genre : Straight, Angst
Cast : Sistar n Exo
Pair : Dahun (Dasom Sehun)
Length : Chaptered
Part : 1 of …?
Author : Jean Maria
A/N : FF ini terinspirasi dari lagunya kim jong kook .Unlike don’t read and no bash !

Summary : “Men Are All Like That I Wouldn’t be different…”

Let’s check this out ^^

“Kim Dasom, Kang Jihyun, Zhang Yixing, Huang ZiTao. kalian di tim 2 bertugas mengawasi 20 anak yang ada di dekat lapangan.”Jelas Yoon Seongsaenim.
“Ne..”Seru ke empat orang yang tadi di sebut namanya menerima perintah yang di berikan oleh Yoon Seongsaenim.

*****

-Day 1-

“Sehun coba kau lihat yeosunbaenim yang itu..” Seorang anak laki-laki –yang sepertinya salah satu murid baru- menunjuk seorang yeoja berambut hitam panjang. “Tidak mau.” Jawab namja yang bernama Sehun itu singkat dan tetap fokus pada handphonenya. “Aish jinja, coba lihat dulu.ppali..” Teman dari namja yang bernama Sehun itu memaksa Sehun untuk melihat ke arah orang yang ia maksud dan merebut handphone Sehun secara paksa. “Ya-!”Sehun pun mencoba untuk merebut handphonenya kembali. “Jong In-ah!!” Sehun mengucapkan nama temannya itu dengan nada setengah berteriak.

“Apa yang kalian lakukan eoh?”

Namja yang bernama Sehun dan temannya yang bernama Jongin –namun akrab dipanggil Kai- itu diam mematung terpesona dengan kecantikan yang terpancar dari wajah yeo sunbaenimnya itu. Ya. Yeosunbaenim yang tadi di maksud oleh Kai teman Sehun itu tiba tiba menghampiri mereka berdua.

“Cepat berdiri dan ikut berbaris dengan teman teman kalian yang lain di lapangan.” Titah Yeosunbaenim cantik itu dan berlalu pergi meninggalkan mereka.

“Yeppo.” Celetuk Sehun tak sadar masih menatap ke arah Yeosunbaenimnya itu. “Kan sudah ku bilang.” Balas Kai menoleh ke arah Sehun.

“Dasom-ah lihat itu! Mereka masih duduk di tempat!” Seru Soyou selaku sunbaenim dari Yeosunbaenim bernama Dasom yang tadi menghampiri Kai dan Sehun sambil menunjuk Sehun dan Kai dengan dagunya. “Mwo ..?!” Dasom langsung mengalihkan pandangan ke arah dua laki-laki –Sehun dan Kai- tersebut.

“Ya- Ppaliwa!” Seru Dasom kemudian pada 2 Namhoobaenya tersebut.

Teriakan dari Yeosunbaenim –Dasom itu langsung membuat Sehun dan Kai seketika sadar dari lamunan mereka dan berlari ke arah lapangan dengan tergesa gesa.

*****

“Kalian sudah tahu, tujuan kalian ke sini apa?” Tanya salah satu Namsunbaenim membuka pembicaraan. “….dan kau yang harus menjawab.” Lanjut namsunbaenim itu sambil menunjuk ke arah calon hoobaenya yang bernama Sehun.

“Kami di thini untuk mengikuti matha olientathi pethelta didik balu..” Jawab Sehun yang ternyata cadel membuat beberapa orang tertawa karenanya.

“Kau tidak boleh masuk kelas sebelum kau bisa mengucapkan huruf R dan S dengan benar. hahaha.” Sahut namsunbaenim lainnya seraya terkekeh.

Sehun mendengus dalam hatinya , sebal.

“Huang ZiTao.” Namsunbaenim yang bernama Huang ZiTao tadi langsung diam mendengar Dasom temannya memperingatkannya.

“Baiklah. sekarang para sunbaenim yang akan membimbing kalian di tim ini akan memperkenalkan diri…” Ucap salah seorang sunbaenim , “…dan di mulai dari saya. Annyeonghaseyo Zhang Yixing imnida tapi kalian bisa memanggil saya dengan nama Lay. saya dari kelas 3-3.Gamsahamnida” Jelas namsunbaenim yang bernama Lay.

“Annyeonghaseyo Kang Jihyun imnida. Tapi kalian bisa memanggil saya dengan nama Soyou. saya dari kelas 3-3.Gamsahamnida”Lanjut yeosunbaenim yang berambut sedikit keriting bernama Soyou.

“Annyeonghaseyo Kim Dasom imnida. Saya dari kelas 2-2. Ghamsahamnida.” Sehun langsung sumringah bergitu mengetahui nama yeosunbaenim yang ia suka.

“Oke. Kalian pasti sudah kenal saya bukan..?” Jelas Tao sunbaenim. “Huang zi Tao..”Kali ini Lay sunbaenim yang menyebut nama panjang Tao. “Ne…Ne… Annyeonghaseyo Huang ZiTao imnida. Nama keren saya di sini Tao. Saya dari kelas 2-2. hobi saya..”. “Cukup Tao itu tidak perlu.”Potong Dasom kesal karena mendengar Tao yang sedari tidak serius dan cenderung selalu membuat lelucon konyol.

“Kalau begitu sekarang kalian ikut saya ke ruang kelas 1-5 yang akan menjadi kelas kalian nanti Saya akan menyampaikan beberapa materi terKait masa orientasi peserta didik baru dan beberapa informasi yang berhubungan dengan Seungri Senior High School ini. Kajja!!” Jelas Lay

Skip Time

“Baik kalian boleh beristirahat 30 menit.” Jelas Lay seraya pergi meninggalkan lapangan dan di ikuti oleh Soyou di belakangnya. sedangkan, Dasom tengah merapihkan materi-materi di temani oleh Tao.

“Dasom-ah. nanti malam kau ada acara tidak ?” Tanya Tao dengan gaya setengah menggoda. “Ani. Tapi aku mau belajar di rumah,” Jawab Dasom yang mengetahui kemana arah pembicaraan selanjutnya.

“Huft. Yasudah mungkin lain waktu…” Balas Tao kecewa. “tidak ada waktu lain untukmu.” Tukas Dasom bergegas pergi meninggalkan Tao setelah merapihkan materi materi yang di bawanya.

“Dasom-ah..”

****

“Dasom sunbaenim..” Seru Kai sambil menyipitkan matanya mencoba menghalangi sinar matahari masuk ke matanya untuk memperjelas penglihatannya. “Mana , dimana ada Dathom thunbaenim?” Sehun langsung salah tingkah begitu Kai menyebutkan nama Dasom dan mengacuhkan handphone yang sedari tadi ia genggam.

“Itu di sana! Sepertinya ia akan berjalan melewati kita.” Jawab Kai sambil menunjuk tepat ke arah Dasom yang tengah berjalan. “Wah benal. Kalau begitu aku akan menyapanya duluan.” Sehun langsung berlari ke arah Dasom. “Sepertinya Sehun benar-benar menyukai Dasom sunbaenim.” Gumam Kai tanpa bisa didengar oleh Sehun yang sudah berlalu pergi.

Dalam sekejap Sehun sudah berada di depan Dasom dan menghalangi jalan Dasom. “Eum… Dathom thunbaenim apakah aku boleh beltanya ?” Tanya Sehun gugup. “Ne. Katakanlah.” Jawab Dasom memperbolehkan hoobaenya itu bertanya padanya.

“Apa kau thudah punya namjachingu ?” Sehun langsung to the point tanpa basa basi lagi membuat Dasom tertawa kecil. “Mwo ?” Celetuk Dasom masih tertawa kecil. “Ne , apa kau thudah punya namjachingu? Kalau belum bithakah aku mendaftal?” Tanya Sehun terkekeh kecil sambil menggaruk bagian belakang kepalanya untuk mengurangi tingkat ke-gugup-annya.

“Siapa namamu?” Tanya Dasom. “Ah ne Thehun imnida.” Jawab Sehun sedikit membungkukkan tubuhnya. “Sehun-ssi aku belum ingin mempunyai namja chingu.” Dasom tersenyum manis ke arah Sehun dan berlalu pergi. “Belum? Bukan belalti tidak kan? Dathom thunbaenim aku akan membuatmu jatuh cinta padaku.” Sehun berbicara dalam hati seraya melihat Dasom yang sudah meninggalkannya.

****

Skip Time

-Last Day-

Hari ini adalah hari terakhir bagi Sehun Kai dan yang lainnya untuk mengikuti masa orientasi peserta didik baru di Seungri Senior High School tempat dimana mereka akan melanjutkan pendidikannya.

“Karena hari ini hari terakhir kalian mengikuti masa orientasi peserta didik baru. saya minta kalian menulis surat cinta untuk salah satu sunbaenim di antara kami. 15 menit waktu kalian untuk menyelesaikan surat cinta itu.” Jelas Lay.

Suara gaduh dari para hoobae langsung terdengar nyaring di telinga setelah Lay meminta para hoobaenya untuk menulis sebuah surat cinta.

“Silent, please.”seru Dasom yang di abaikan oleh para hoobaenya. “Ya!! Apa kalian tidak dengar ucapan Dasom sunbaenim..!”Sehun langsung berteriak dengan nada yang cukup tinggi begitu mengetahui ucapan Dasom tidak di gubris oleh teman temannya. dan dia -Sehun- tanpa sadar bisa mengucapkan huruf R dan S.

Diam. para hoobae langsung terdiam mendengar teriakan Sehun yang terdengar garang itu. “Eh ?” Para sunbaenim ikut terdiam mendengar teriakan Sehun dan memasang wajah kaget. “Ya!! Bisakah kau kurangi volume suaramu?! Kau membuatku kaget!!” Omel Soyou yang memang type orang yang mudah terkejut. “Mianhae thunbaenim. tapi aku hanya ingin membantu Dathom thunbaenim.” Jawab Sehun tertunduk.

“Eh ? Eum gomawo sudah membantu.” Dasom tertawa palsu. “Ne cheonmaneyo thunbaenim.” Balas Sehun yang tersenyum lebar.

“Kurasa tadi dia dia bisa mengucapkan huruf R dan S…”

“Entahlah…”

15 minute Later…

“Time’s up. Sekarang kalian satu per satu akan membaca surat cinta itu di depan teman teman kalian. dimulai dari kau.” Jelas Lay seraya menunjuk ke arah Kai.

Kai pun langsung maju ke depan dan membacakan surat cintanya yang ia tujukan pada Soyou sunbaenim. setelah Kai di ikuti teman temannya yang lain satu per satu.

“Tao. sekarang kau yang menentukan siapa yang maju selanjutnya.”ucap Lay. “Kau lucu hyung. Jelas -jelas hanya tinggal si Sehun itu. Huft.” Tao mengakhiri ucapannya dengan desahan panjang.

“Sehun sekarang giliran kau. kajja maju ke depan.” Seru Soyou menunjuk Sehun dengan dagunya. “Ne sunbaenim.” Sehun pun beranjak dari duduknya melangkah maju ke depan dengan kikuk.

.

..

“Dathom thunbaenim thalanghae, wo ai ni, aithhitelu, jet‘ aime, I Love You..” Sehun membaca surat cintanya itu dengan tempo yang sangat cepat membuat para sunbaenim termasuk Dasom dan teman temannya kebingungan terlebih lagi dengan pengucapan huruf R dan S Sehun yang buruk.

“Ulangi..” Titah Lay membuat Tao kesal. “Hyung. sudahlah kasihan dia.” Tao sudah jelas tidak ingin mendengar hoobaenya membacakan surat cinta untuk orang yang selama ini ia sukai.

“Bilang saja kau cemburu.” Celetuk Soyou.

“Aniya.” Bantah Tao bohong.

“Geojitmal!” Balas Soyou membuat Tao sedikit kesal.

“Ulangi. ppaliwa!!” Titah Lay lagi.

“Dengan tempo sedang!” Tambah Soyou.

“Dathom thunbaenim. thalanghae, wo ai ni. aithhielu, jet’ aime. I Love You.” Sehun terlihat sangat kikuk. Tao terlihat kesal, Soyou dan Lay terlihat mencoba untuk menahan tawa, sementara Dasom hanya bisa mengerjapkan matanya melihat Sehun.

****

“Dasom-ah kalau aku perhatikan sepertinya dia benar benar menyukaimu..” Ucap Soyou tertawa kecil.

“Ah aniya… bagiku dia hanya sekedar anak kecil. Lagipula aku belum ingin punya pacar dan ingin fokus belajar untuk masuk universitas S” Balas Dasom.

“Memangnya kau sudah dewasa, eoh? Sikapmu yang childish saja masih terlihat jelas. Lagipula kau dan dia hanya beda 1 tahun…” Ledek Soyou.

“Eonnie-ya sudahlah jangan meledekku seperti itu.”

****

Sunday, 25 august 2013 07.30 am KST

Hari minggu pagi yang cerah di temani dengan nyanyian burung burung yang terdengar merdu di telinga setiap orang yang mendengarnya. dan angin yang sesekali bertiupan semilir menyejukan semua orang yang ada di seoul hari ini.

“Eomma aku pergi keluar sebentar ne?” Seru Dasom bersiap meninggalkan rumahnya.

“Kau mau kemana sommie-ah?” Tanya Mrs.Kim sambil mencuci piring.

“Lari pagi eomma.” Jawab Dasom. “Eomma annyeong.” Lanjut Dasom pergi meninggalkan rumahnya.

“Mau kemana kita?” Tanya Soyou yang ternyata sudah bersiap dengan baju santainya berdiri di depan rumah Dasom.

“Eonnie kau penggemar Dora eoh?” Tanya Dasom terkekeh.

“Mwo?” Soyou tidak mengerti maksud dari pertanyaan Dasom.

“Eonnie ppali!!” Ternyata Dasom sudah berlari jauh meninggalkan Soyou yang masih memikirkan maksud dari pertanyaan Dasom.

Skip Time

@Garden City

Setelah 30 menit berlari kecil menyusuri sebagian kecil kota seoul Soyou dan Dasom sampai di taman kota. mereka cukup kelelahan banyak peluh turun menyelimuti tubuh mereka. masing masing dari mereka pun mengatur nafas.

Hosh..Hosh…Hosh

“Eonnie apa kau bawa air? Aku haus.” Tanya Dasom yang langsung duduk di bangku yang tak jauh dari tempat dimana mereka berdiri diikuti oleh Soyou yang kelelahan di belakangnya.

“Bawa tapi sudah habis.” Jawab Soyou yang masih mengatur nafas.

“Chankkamaneyo. aku akan beli air mineral.” Seru Soyou kembali bangkit dari duduknya.

“Ani. Eonnie biar aku saja yang beli.” Balas Dasom.

“Aniyo. aku saja aku sekalian ingin ke toilet sebentar.”.

“Ah ne kalau begitu. baiklah.” Soyou pun bergegas pergi meninggalkan Dasom.

15 minute later…

“Eonnie. kau lama sekali tenggorokanku sudah kering.” Gumam Dasom sambil memegangi lehernya.

“Dathom thunbaenim. Ambilah ini.” Seseorang secara tiba tiba memberikan Dasom sebotol minuman dingin.

“Eh? Sehun sedang apa kau disini?” Tanya Dasom begitu mengetahui orang yang memberinya sebotol minuman dingin adalah hoobaenya Sehun.

“Telima ini dulu balu akan ku jawab. ” Balas Sehun. Dasom akhirnya menerima minuman botol yang di berikan oleh Sehun dan Sehun langsung duduk di samping Dasom.

“Mengikuti Dathom thunbaenim.” Jawab Sehun singkat seraya tersenyum lebar ke arah Dasom.

“Dasom-ah ini untukmu.” Soyou yang baru saja datang langsung memberikan Dasom sebotol minuman dingin. Ttapi sia melihat Dasom sudah menggenggam sebotol minuman dan ada Sehun di situ. “Dasom-ah sedang apa anak ini di sini ?” Tanya Soyou.

“Na molla.” Jawab Dasom singkat.

“Aku ke thini ingin memathitkan Dathom thunbaenim baik baik thaja.” Jawab Sehun.

“Aish jinjja, kurang ajar sekali kau ingin Dasom mati.” Ternyata Soyou salah pengertian.

“Ah ani thunbaenim. aku hanya ingin memathitkan… ”

“igo. kau bilang mematikan. jangan mengelak. sudah sana pergi.” Potong Soyou yang benar benar kesal dengan ucapan Sehun yang di anggapnya kurang ajar. Missunderstanding indeed.

“Tapi aku…”

“Pergi!” Potong Soyou galak. membuat Sehun mau tidak mau harus meninggalkan tempat itu.

“Haha… haha… haha…” Dasom langsung tertawa lepas sesaat setelah Sehun pergi.

“YA!! Dasom wae geurae ?” Tanya Soyou yang kebingungan.

“Eonnie kau jahat sekali eoh…hahahaa….” Jawab Dasom yang masih tergelak tawa.

“Mwo? Apa maksudmu?” Tanya Soyou bingung.

“Eonnie Sehun tadi bilang kalau dia hanya ingin -memastikan- aku baik baik saja bukan -mematikan-. arraseo?” Jelas Dasom.

“Tapi tadi dia bilang… ”

“Eonnie apa kau lupa dia itu cadel?” Potong Dasom membuat Soyou merasa agak bersalah dengan Sehun. “Sudah jangan di pikirkan kajja kita pulang.” Ajak Dasom seraya pergi meninggalkan Soyou.

“Dasom-ah gidaryeo.. ”

****

Monday, 26 august 2013 06.55 am kst

“eomma aku pergi ne. annyeong.” Dasom pergi meninggalkan rumahnya lengkap dengan seragam rapih yang melekat di tubuhnya.

Dasom berjalan dengan santainya padahal ia tahu 5 menit lagi bel sekolah akan berbunyi.

“..push push baby dalkoman malhae push push baby boy..” di sepanjang jalan ia terus saja bernyanyi dan sesekali meniru gerakan yang ada di music video “Push push” dari girl band ternama Sistar.

“Dathom thunbaenim..!”

Terdengar seseorang dari arah belakang menyebutkan namanya, Dasom pun menghentikan langkah kakinya dan mencari tahu siapa yang memanggilnya. “eum , nugu ?”pikir dasom.

“Dathom thunbaenim .. hosh .. hosh ..hosh.”Tiba tiba sehun menepuk pundak dasom.

“Wae ?”tanya dasom tanpa merasa kaget sedikit pun

Sehun mengatur nafasnya sejenak. “thunbaenim kenapa kau thantai thekali padahal 5 menit yang lalu bel thekolah pathti thudah belbunyi ?”tanya sehun bingung. “dan thunbaenim bukankah hali ini ada upacala pagi ?”lanjutnya. “apa boleh kita tidak ikut upacala ?”

Dasom hanya mengerjap-ngerjapkan matanya tanpa berkata kata. menatap sehun bingung. Dasom seperti sedang berpikir jawaban apa yang harus ia berikan pada sehun.

“ne arraseo. aku hanya sedang malas mengikuti upacara. mau ikut atau tidak terserah kau saja. lagipula mengikuti upacara seperti itu melelahkan.”Jawab dasom seraya melanjutkan langkah kakinya

“thunbaenim gidaryeo.. ”

****

@Boys’s Toilet

“sehun-ah kenapa aku tadi tidak melihatmu di upacara pagi ?”tanya kai sambil mencuci kedua tangannya di wastafel.

“eum tadi aku tellambat.”jawab sehun singkat sambil merapihkan rambutnya di depan kaca.

“Geojitmal.”celetuk Kai seraya menoleh ke arah sehun dan memberikan tatapan tajam.

“Kim Jongin-ya.”Sehun balik menatap Kai dengan tatapan yang tanpa ia sadari itu menunjukan dengan jelas kalau dia sedang berbohong. “aish jinjja..sudahlah..”Lanjut Sehun seraya pergi meninggalkan toilet di ikuti oleh Kai dari belakang.

“..Tao-ya apa kau yakin kau akan menyatakan perasaanmu pada dasom ?”

Saat keluar dari toilet tidak sengaja Sehun berpapasan dengan Tao dan salah satu temannya yang Sehun tidak tahu namanya. Dan, saat berpapasan itu juga teman Tao mengucapkan kalimat tanya itu pada Tao. refleks Sehun sempat melirikkan matanya ke arah Tao dan temannya begitu mendengar nama Dasom.

“Eh ?”

Sehun langsung berhenti tepat di depan pintu toilet itu. Dan mencoba untuk mendengarkan apa saja yang di bicarakan oleh Tao dan temannya itu.

“ya- sehun waeyo ?”tanya Kai bingung begitu menyadari Sehun masih berdiri di depan pintu toilet.

“Hush .. Chankkaman..”Seru Sehun dengan suara pelan di ikuti dengan menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya memberi isyarat Kai untuk diam.

“Ne. nanti aku akan menyatakan perasaanku pada Dasom..”

“apa kau tidak takut akan di tolak lagi ?”

“ani.”

“Kali ini kapan dan dimana kau akan menyatakan perasaanmu ?”

“Saat jam istirahat makan siang di atap sekolah. wish me luck ne.”

Deg

“ya- Oh Sehun. kau kenapa eoh ?”Tanya Kai saat tiba tiba saja Sehun berlalu pergi meninggalkan dia dengan langkah tergesa – gesa di tambah dengan muka masam.

“aithh jinjja… apa apaan Tao hyung itu eoh ? dia bilang mau menyatakan pelathaannya pada dathom thunbaenim. tidak akan ku bialkan…”Gerutu Sehun dalam hati

“Ya- sebenarnya apa yang kau dengar tadi eoh ?”tanya Kai seraya berlari mengejar Sehun.

“eh ? tapi kalo aku tidak thalah dengal tadi teman Tao hyung bilang kalau Tao hyung seling di tolak oleh dathom thunbaenim..”pikirnya dalam hati tanpa menghiraukan seruan Kai yang sedari tadi mengejarnya.

“Jadi aku tidak pellu khawatil.”Akhirnya Sehun pun menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah Kai

Ckiiitt

Terdengar suara sepatu yang berhenti mendadak. “aish jinjja…Paboya kenapa kau berhenti mendadak eoh ?”Omel Kai yang kaget setengah mati saat dia dan Sehun hampir bertabrakan.

“Mianhaeyo…thudahlah kau tidak pellu khawatil. kajja kita mathuk ke kelath pathti thudah ada thongthaenim..”Balas Sehun sambil tersenyum girang dan mengaitkan tangannya di pundak Kai.

****

@Canteen

“sehun-ah berhentilah menatap ke arah dasom sunbaenim dan cepat habiskan makananmu kalau tidak aku yang habiskan..”Seruan Kai itu sama sekali tidak di indahkan oleh Sehun ia masih saja menatap ke arah dasom dengan senyuman manis terus mengembang di wajahnya.

Pletakk~

“Ya- appoyo.. ”Rengek Sehun sesaat setelah Kai memukul kepalanya dengan sendok makan seraya mengusap kepalanya yang terasa sakit.

“pabboya, cepat habiskan makananmu. igo makananmu masih utuh..”Omel Kai sambil menunjuk makanan Sehun dengan sendoknya.

“Thudahlah jangan belthikap thepelti eommaku.”balas Sehun tak terima
Other Side

“Igo. lihat dua bocah itu bukannya makan malah bertengkar.”Seru Soyou sambil menunjuk ke arah Sehun dan Kai dengan sendok makannya.

“haha…haha…eonnie-ya sepertinya kau sangat memperhatikannya.”Ledek Dasom menyikut Soyou.

“Kau cemburu eoh ?”Balas Soyou meledek Dasom seraya menoleh ke arah Dasom dengan Alis di naik turunkan.

“aniyo… ”Jawab Dasom singkat seraya meminum minuman yang di pesannya.

“Dasom-ah , bisa ikut aku sebentar ada yang ingin aku bicarakan..”Tiba tiba Tao datang dan mengajak Dasom untuk ikut dengannya.

“hm ? ada urusan apa kau denganku, bicarakan saja disni.”Jawab Dasom dingin.

“Tapi…”

“Dasom-ah sudahlah mungkin memang ada hal penting yang ingin dia bicarakan padamu.”potong Soyou membujuk Dasom.

Dasom pun beranjak dari duduknya mengiyakan ajakan Tao dan ikut bersama dengan tao.

Other Side

“Ne ne ne nanti akan ku habithkan thudah jangan menggangguku..”Seru Sehun seraya kembali melihat ke arah tempat dimana Dasom duduk.

“eh ? Dathom thunbaenim kemana. jangan jangan … ”Sehun langsung berlari menuju ke atap sekolah dengan dada yang berdegup kencang. ia masih ragu jangan-jangan kali ini Dasom tidak akan menolak perasaan Tao.

“aish jinjja…bocah itu dia bilang mau menghabiskan makanannya tapi apa dia malah kabur lagi.”Gumam Kai kesal. “Sudahlah lebih baik aku habiskan saja makanannya.”lanjut Kai seraya melahap habis makanan Sehun.

“Themoga thaja aku belum tellambat..”

****

“kau mau bicara apa denganku eoh ?”tanya Dasom langsung to the point sambil melipat kedua tangannya ke depan dan memandang Tao.

“..eum aku aku..”Tao tampak sangat gugup dan kikuk.

.

..

“Tao Hyung !!!”Seseorang meneriaki nama Tao dengan sangat kencang membuat Dasom dan Tao mengalihkan pandangan mereka ke arah orang itu yang ternyata adalah Oh Sehun.

“Wae ??”Sahut Tao

“eum…eum songsaenim Park memanggilmu hyung.”Jawab Sehun terdengar gugup seraya menghampiri Tao dan Dasom.

“Jinjja ?”Tao nampak tidak yakin dengan ucapan yang di ucapkan oleh Sehun. “ya sudah nanti aku akan kesana.”lanjut Tao

“Eum hyung songsaenim Park mau kau segera ke sana..”jelas Sehun

“aish jinjja…menyebalkan sekali songsaenim park itu.”Gerutu Tao kesal. “Dasom-ah chankkamaneyo.”Lanjutnya seraya pergi meninggalkan Dasom dan Sehun

.
..

“apa dia sudah pergi jauh ?”celetuk Sehun beberapa saat setelah Tao pergi membuat Dasom menoleh ke arahnya. “Dathom thunbaenim apa Tao thunbaenim thudah mengatakannya ?”Lanjut Sehun dengan tatapan penuh harap semoga Tao belum menyatakan perasaannya pada Dasom.

“Mwo ?”Dasom bingung dengan sikap Sehun dan pertanyaan yang di ajukan oleh nam hoobaenya itu. “apa maksudmu eoh ?”lanjut Dasom.

“telnyata Tao hyung belum menyatakan pelathaannya pada dathom thunbaenim..”Ucap Sehun dalam Hati.

“Dathom thunbaenim thalanghae..”Seru Sehun tiba tiba membuat Dasom justru tertawa kecil.

“Pabbo. kalau mau menyatakan perasaan pada seorang yeoja harus dengan suasana yang mendukung bukan dengan spontanitas. arraseo ?”Jelas dasom masih terkekeh. “Memangnya siapa yang kau suka ?”lanjut Dasom.

“joaheyo.. ”balas Sehun tertunduk.

“ah sudahlah. aku mau kembali ke kelas. annyeong.”Dasom pun bergegas pergi meninggalkan Sehun

“..Dathom thunbaenim thalanghaeyo jeongmal thalanghaeyo.. ”

Senyuman manis terukir sekilas di wajah tampan Sehun saat ia menatap Dasom yang saat ini hanya terlihat punggungnya. “Thunbaenim gidalyeo.”

****

Oh Sehun hari demi hari di sekolah ia jalani dengan baik. Dan, kian hari Sehun semakin sering menunjukkan rasa sukanya pada yeo sunbaenimnya yang bernama Kim Dasom. Dan Dasom sebagai seorang sunbaenim selalu bersikap baik pada nam hoobaenya itu tetapi ia tidak pernah menganggap Sehun serius suka padanya. sampai pada suatu hari Dasom baru menyadari bahwa Sehun benar benar serius menyukai dirinya.

“Sehun-ah jangan menggangguku. aku sedang di hukum arra ?”jelas Dasom yang tengah berdiri di luar ruang kelasnya karena hukuman yang di berikan oleh Kim saenim pada Sehun yang sedari tadi terus mengganggunya.

“thunbaenim memangnya kethalahan apa yang kau pelbuat. bukankah kau mulid yang pintal di kelasmu ?”Tanya Sehun menatap sunbaenimnya itu penasaran.

“aku di hukum oleh Kim saenim karena lupa mengerjakan PR.”jawab Dasom. “Sudah sana cepat kembali ke kelasmu.”Lanjut Dasom

“eum ya thudah thunbaenim fighting. thalanghae.. ”Balas sehun sambil mengepalkan kedua telapak tangannya seraya tersenyum ke arah Dasom.

“hm..anak itu benar benar menyukaiku eoh ?”Batin Dasom sambil tersenyum melihat kepergian Sehun

****

Saturday, 14 september 2013 20.00 pm kst

Dasom baru saja menyelesaikan tugas sekolahnya. Dan sekarang kota seoul sudah di selimuti oleh langit hitam bertaburan dengan bintang bintang. Tapi, Dasom pulang ke rumah tidak sendirian karena ada hoobae baik hati yang selama ini menyukainya setia menunggu Dasom. Sehun Oh.

“Sehun-ah pulanglah. pasti eommamu khawatir karena kau belum pulang..”Jelas Dasom menyuruh Sehun untuk pulang.

“Tapi thunbaenim aku mau mengantalkanmu pulang. lagipula ini thudah malam tidak baik seolang yeoja pulang thendilian.”Balas Sehun

“ah gwaenchanayo Sehun-ah pulanglah. jika ada yang penjahat atau orang yang menggangguku aku bisa berteriak. arraseo ?”jelas Dasom meyakinkan Sehun agar ia mau pulang ke rumahnya.

“ah nde.allatheo annyeong thunbaenim.”Sehun pun akhirnya menuruti Dasom dan pergi meninggalkan Dasom kembali ke rumahnya. “Thunbaenim thalanghae..”Seru Sehun dari kejauhan sambil membentuk “Hati” dengan kedua tangannya diiringi dengan senyuman manis yang terlukis di wajahnya.

“aish jinjja .. nae kyeopta hoobae.. ”Dasom hanya bisa terkekeh kecil melihat tingkah laku hoobaenya itu.

Sesaat setelah Sehun pergi Dasom kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumahnya.

10 minute Later…

Dasom sampai di sebuah gang yang sangat sepi hanya tiupan angin yang membuat ngeri yang terdengar dan di rasakan oleh Dasom. ia pun mulai merasa khawatir karena di selama ia di gang itu ia tidak menemui satu orang pun. sampai pada akhirnya..

“..Push Push Baby, Boy (Push Push Baby, Boy) Keep on pushing me nae mameul gajyeobwa We gonna steal your heart nal ppaeseoborago.. ”Dasom memutuskan untuk bernyanyi untuk mengusir rasa takutnya itu.

“Kyaa~!”

Tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik tangan Dasom paksa.

****

“..Mau apa kalian eoh ?”Tanya Dasom galak dengan nada yang tinggi saat mengetahui yang menariknya adalah segerombolan Pria berwajah seram. kedua tangan Dasom pun sudah di pegang kuat oleh pria lainnya.

“..Ya- Cepat serahkan dompetmu atau pisau ini yang akan mengambilnya..”Pria yang bertatto naga itu mengancam Dasom dengan sebuah pisau yang di arahkan tepat di leher Dasom.

“..Shireo..”Dasom memberanikan diri untuk menolak ancaman sang pria bertatto itu.

“..Sehun-ah…”Batin Dasom seraya memejamkan matanya.

.
..

“Ya- Andwae !!!”Terdengar sebuah teriakan kencang yang keluar dari mulut seorang namja membuat Segerombolan pria itu termasuk Dasom mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara itu.

“Kya !”

Selang beberapa detik setelah suara itu terdengar seseorang dengan cepatnya mendaratkan kakinya ke arah tangan pria yang mengarahkan pisau ke Dasom hingga pisau yang ada di tangan pria tersebut terlempar jauh entah kemana.

Dengan sigapnya namja itu menghajar segerombolan pria itu sampai babak belur dan tidak dapat berkutik lagi.

“Thunbaenim. Gwaenchanayo ?”Tanya namja itu yang ternyata adalah Sehun sambil menangkup wajah Dasom dengan kedua tangannya. “Thunbaenim..”Sehun langsung memeluk Dasom erat saat melihat Raut wajah ketakutan Dasom. “Thunbaenim gwaenchana. kajja kita pelgi dali thini..”Sehun pun akhirnya membawa Dasom pergi dari tempat itu.

****

Sehun tidak mengantarkan Dasom pulang karena Sehun tidak tahu dimana rumah sunbaenimnya itu. karena sedari tadi Dasom terus saja diam dan tidak mengucapkan sepatah katapun ia masih shock atas kejadian yang baru saja menimpanya.

“…thunbaenim. mianhae aku malah membawamu ke thini. habithnya aku tidak tahu dimana lumahmu..”Jelas sehun.

“Thunbaenim gwaenchanayo…ada aku…”Sehun merangkul Dasom dengan sangat erat. “Thunbaenim coba kau lihat ada banyak bintang yang menemani kita…”Lanjutnya seraya menunjuk ke arah langit yang bertauran oleh bintang gemerlap.

Ya. sehun membawa Dasom ke sebuah atap gedung yang dari sana kita bisa melihat pemandangan kota seoul pada malam hari dan langit yang bertaburan bintang gemerlap.

“Gomapta…”Seru Dasom akhirnya seraya melepaskan diri dari rangkulan sehun.

“Uhm ? ne cheonmaneyo…”Balas sehun seraya tersenyum ke arah Dasom.

“Kenapa kau membawaku ke sini ?”tanya Dasom sambil menatap ke arah gemerlap bintang.

“ini tempat favoulite ku dan aku sudah beljanji suatu saat nanti aku akan membawa olang yang aku cintai ke tempat ini… ”Jawab sehun sambil tersenyum memandang ke arah bintang bintang.

Mendengar jawaban Sehun Dasom menoleh. “Apa itu berarti aku orang yang kau cintai ?”tanya Dasom sambil menatap Sehun serius.

“..um..Ne…”Jawab Sehun tertunduk gugup.

“Baiklah aku akan memberimu kesempatan untuk menjadi Namjachinguku…”Dasom kembali mengalihkan pandangannya ke arah gemerlap bintang sambil tersenyum lebar.

“Mwo ?! Jeongmalyo ?”tanya Sehun membulatkan matanya tak percaya sambil melihat ke arah Dasom.

“..Eum Sepertinya aku akan berubah pikiran …”Ledek Dasom sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya.

“ah andwae, thunbaenim aku akan menjadi namjachingumu yang baik. Gamsahamnida…”Jeas Sehun sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum.

“Sepertinya sudah malam. tidak baik seorang yeoja berkeliaran di luar seperti ini.”Dasom beranjak dari duduknya seraya pergi meninggalkan Sehun.

“Whoaa~!! Thank‘s God…~”Sehun berteriak dengan penuh semangat seraya melompat-lompat sambil meninju ke arah langit.

“Chagiya Gidalyeo….”Teriak Sehun sambil mengejar Dasom. “Chagi mau ku antal pulang ?”Lanjutnya.

“Ani…”Dasom masih terus berjalan.

“ku antal ya aku kan namja chingumu…”Sehun masih mengejar Dasom.

Akhirnya Sehun bisa mendapatkan Hati Dasom. Walaupun baru kenal Beberapa hari Sehun sudah sangat yakin Bahwa dia Mencintai Dasom dan hanya Dasom cinta Sejatinya sekaligus First Lovenya…

TBC…

Sorry For Many Typos😀
See ya…

One thought on “Men Are Like That | Dasom – Sehun

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s