My Lucky Gurl | Kai – Dasom | Oneshoot

MLG copy

KimKim’s Fanfiction / My Lucky Gurl / Romance / Friendship / STRAIGHT / OneShoot

Tittle : My Lucky Gurl

Author : MaknaeMeii

Editor : Lidya Natalia

Pair : Kim Dasom , Kim Jongin

Rate : Teen

Genre : Straight , Romance , Angst, OOC

Length : Oneshoot

***

 

“Aw..” Rintihnya.

“Kau kenapa?” Tanyaku lembut padanya.

“Aku jatuh pabo… lihatlah, ini berdarah..” Dia merintih kesakitan.

“Makanya perhatikan langkahmu ,  kan sudah kubilang jangan berjalan sambil ber-facebook ria! Dasar gadis ceroboh!”

Aku Kim Jong In, biasa dipanggil Kai, dan gadis ini..adalah Dasom, Kim Dasom. Gadis yang selalu menganggapku sebagai sahabatnya… tidak lebih, tapi aku? Aku sangat menyukainya. Sejak pertemuan pertama kami di kelas 1 SMP dan sampai kami kuliah, kami selalu bersama… sebenarnya aku yang mengusahakan kebersamaan itu, karena aku menyukainya.. jadilah seperti ini..

“Kai..appo..” Rintihnya lagi..

“Yasudah sini aku bantu..” Bujukku ramah sembari aku ulurkan tanganku padanya. Tangan yang ada di genggamanku ini, tangan yang lembut, tangan dari seseorang yang ingin selalu kugenggam terus.

Kini dia sudah berdiri walau terkadang dia masih mengeluh kesakitan. Aku memandangi wajahnya, haha.. ada beberapa jerawat dipipinya.. tapi dia tetaplah yang tercantik.

“Ya..Kai…kenapa memandangiku huh?” Tanya dasom.

Dia selalu seperti itu.. tapi mungkin itu caranya memikat seluruh perhatianku.

“Kau berjerawat!!.. Haha, apa karena aku menolongmu?” Godaku ,  aku suka menggodanya.. karena.

“Ihh..apa sih.. Kai, jangan menggodaku!” Protesnya. Dia tersipu malu. Yeppo.

“Haha..kenapa? Aku senang menggodamu..” Kataku sambil tertawa puas. Lihatlah gadisku ini, pipinya makin merona sekarang.

“Tapi akukan jadi malu..” Jawabnya. Dia juga polos, itu juga daya tarik tambah dirinya.

“Ayo pulang, kau ingin mati membusuk di kampus tua ini?” Tanyaku sambil berjalan didepannya. Aku sengaja melakukan ini karena aku tau dia akan protes.

“Kai!! Kai!! Tunggu..! Kakiku sakit” Protesnya. Dia mudah sekali ditebak.

“Lalu? Kau ingin aku menggendongmu?” Tanyaku dengan dingin, tapi sebenarnya aku ingin dia mengiyakannya..

“Kurasa itu tawaran yang tepat.. kakiku benar-benar sakit..” Keluhnya.

“Kalau aku tidak mau melakukannya?” Tanyaku sambil menarik sebelah sisi bibirku.

“Ayolah Kai..” Pintanya. “Apa yang akan kudapat jika aku menggendongmu?” Pancingku lagi. Ayolah Dasom berilah aku sesuatu yang gila, hmm menaikkan statusku ini mungkin?

“Aku akan memberikanmu ice cream.” Jawabnya.

“Aku tidak mau..aku bisa membeli ice cream kapanpun aku mau..” Tolakku. Dia berfikir keras.

“Sepertinya tidak ada yang bisa kau berikan padaku..”

“Jong In.. please.. igeo appo..” Katanya memelas sambil menunjukkan aegyo-nya. “Baiklah.. tapi berhenti melakukan itu..” Protesku.

“Melakukan apa oppa?” Aishh.. dia melakukannya lagi, hatiku mulai meleleh jika seperti ini terus.

“Ayo cepatlah..” Aku berjongkok di hadapannya. Dia memeluk punggungku.

“Kai, apa aku berat?” Tanyanya.

“Iya kau sangat berat Kim Dasom!” Sungguh, dia berat sekali, ini bukan pertama kalinya aku menggendongnya, terakhir kali aku menggendongnya aku masih sanggup berjalan cepat, tapi kini aku hanya bisa berjalan biasa sambil menggendongnya di punggungku.

“Ah..artinya orang-orang benar..” Katanya dengan nada yang bergetar. Kau kenapa sayang?

“Apanya yang benar?” Tanyaku tanpa menunjukkan kekhawatiran yang berlebih.

“Aku gemuk..”

“Dasom…” Lirihku. “Aku benci badanku.. kenapa aku harus cepat sekali naik berat badan? Aku kan juga ingin seperti Yoona sang primadona kampus itu.. badan kurus, wajah cantik, dan banyak pria-pria yang mengejar-ngejarnya..” Protesnya.

Apa kau mengharapkan pria lain dasom? Aku disini berusaha mengejar-ngejarmu..

“Memang siapa pria yang harapkan untuk mengejar-ngejarmu?” Cemburu.. itulah yang kurasakan.

“Kim Myungsoo mungkin, atau Kris oppa…” Jawabnya.

Aku hanya terdiam dan terus menggendongnya.

.

.

.

“Kai.. kau diam saja..” Ini adalah kalimat pertama yang dia ucapkan setelah beberapa menit yang lalu dia memberitahuku tentang pria idamannya.

Dasom… Kau melukaiku.

“Ah..benarkah?”

“Kai..apa aku boleh bertanya sesuatu?”

“Apa?”

“Apa benar? Ada gossip yang beredar kalau kau menolak Yoon Bora, ketua angkatan difakultas kita?” Tanyanya. Aku  terdiam.

“Kai..”

“Nde..” Jawabku singkat.

“Kenapa? Bukankah dia cantik? Bukankah terakhir kau bilang gadis idealmu adalah Bora sunbae?” Pertanyaan ini… aku benci pertanyaan ini…

“Kai, kau itu tampan. Banyak gadis-gadis dikelas kita yang mengatakan itu padaku. Mereka bilang aku sangat beruntung bisa dekat denganmu. Tapi kenapa kau mengabaikan perasaan mereka? Aku tau kau mengetahuinya. Aku tau semua tentangmu Kai, aku tau,” Lanjutnya.

Tidak semua Dasom. Tidak semua hal kau tau tentangku.

“Aku tau kau bukan tipe pria yang angkuh walau wajahmu seperti orang angkuh. Kau bukan tipe pria yang suka menyakiti perasaan wanita. Jadi kenapa kau menolak mereka? Kau pantas mendapatkan seorang gadis yang suatu hari nanti akan memperhatikanmu dengan baik dan sampai saat itu datang, berusahalah terbuka dengan orang lain Kai..”

Bagaimana jika gadis beruntung itu adalah kau Dasom.

“Aku tidak tertarik dengan mereka..”

“Benarkah? Apa kau sudah mempunyai seseorang yang berhasil menarik perhatianmu?” Godanya.

Aku terdiam dan terus berjalan..

“Kai.. kita mau kemana? Ini bukan jalan menuju rumah..” Protes dasom.

Aku tetap diam.

Saat sampai ditempat yang kutuju, aku menyuruhnya untuk turun dan duduk dibangku taman yang ada disana.

“Kai.. kenapa kita disini? Di taman sekolah jaman kita SMP?” Dia terus bertanya tanpa henti.

“Dasom… Aku… Aku menyukai seseorang, aku rasa kau adalah satu-satunya orang akan kuberitahu dan kau pasti mengenal gadis ini.”

“Benarkah? Aku mengenalnya? Siapa dia?”

“Dia adalah gadis yang dulu bersekolah disini. Dia adalah gadis pertama yang bisa memikat perhatianku bahkan sampai saat ini.. dia gadis yang cantik, walau menurutnya dia tidak cantik sama sekali, dan selalu bermimpi untuk menjadi seperti orang lain..”

Dasom tertegun..

“Aku dan gadis itu terus bersama, menghabiskan masa kecil, masa remaja, dan masa dewasa bersama, bahkan aku berdoa agar Tuhan memanjangkan umurku dan sungguh berharap supaya aku terus bisa bersamanya terus sambil menghabiskan masa tuaku.”

Dia tetap diam dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak olehku.

“Beberapa menit yang lalu, dia berkata kalau..gadis-gadis dikelas bilang gadis ini sangat beruntung bisa dekat denganku.. kau tau Dasom.. Gadis itu ada di hadapanku sekarang.. dan dia adalah kamu..”

“Dasom aku menyukaimu, aku rasa ini waktu yang tepat untuk mengungkapkannya.. dan, aku ingin tau apa jawabanmu..” Tanyaku dengan hati-hati.

Ayolah dasom, aku sudah melangkah sejauh ini.

“Aku.. ingin pulang ..” Dia berdiri dan melangkah menjauh dariku.

“Dasom!”

“Kai..kakiku sakit..” Katanya tanpa melihat kearahku.. dia menjauh dan makin menjauh.. sampai kusadari dia benar-benar meninggalkanku.

“Dasom” lirihku..

 

***

 

Aku sedang tertidur pulas dikamarku, sampai i-phone milikku berdering membangunkanku dari pulau mimpiku.

Yeoboseyo..”

“…”

Nde ahjumma?”

“…”

Mwo? Dasom? Baiklah aku akan segera kesana.”

Aku segera menutup telpon dari ahjumma Ahn, omma Dasom.

Aku pergi kekamar mandi dengan segera dan mengenakan T-shirt putih favoritku dengan jeans dengan warna biru tua. Aku segera meninggalkan apartementku dan berlari sesegera mungkin kerumah Dasom yang jaraknya tidak jauh dari apartementku.

* Flashback *

“Yeoboseyo..”

“Kai-ssi bisa kau kesini segera?”

“Nde ahjumma?”

“Tolong cepat kesini! Dasom demam tinggi dan terus-menerus mengigau memanggil namamu..”

Mwo? Dasom? Baiklah aku akan segera kesana.”

* Flashback end *

 

Dasom! Dasom! Kau kenapa?

Aku terus berlari dan sampai di depan pintu rumahnya, aku memencet bel beberapa kali dan dibukakan oleh Dasom..

Apa dasom?

 

“Kau datang?” Tanyanya sambil tersenyum.

“Bukankah kau demam?”

“secemas itukah dirimu sehingga dengan mudahnya kau bisa kutipu? Itu kan suaraku, aku hanya berpura-pura Kim Jong In.” Katanya sambil tertawa.

Apa dia pikir ini lucu?

Aku terdiam.. dan ingin pergi dari tempat itu..

“Kai.. kau mau pergi?   Padahal aku baru saja ingin mempersilahkan kau masuk. Kau tidak sopan Kai..”

Dasom! Kau membuatku gila.

“Ayo Kai…” Dasom menarikku masuk.

Aku duduk di sofa empuk keluarga Kim saat ini, dan Dasom sedang ke dapur membuatkan minum.

“Ini.. silahkan diminum.” Tawarnya..

“Gomawo” Jawabku singkat.

 

Sudah 20 menit kami duduk disini tanpa ada satu katapun yang keluar dari mulut kami masing-masing.

 

21 menit.

 

25 menit.

 

“Kai..” Dia mulai membuka pembicaraan.

“Nde?” Sahutku singkat.

“Apa yang paling kau sukai dariku?”

“Nde?” Jujur aku sedikit terkejut dan bingung dengan apa yang baru saja keluar dari mulutnya.

“Aku bilang apa yang paling kau sukai dariku?” Ulangnya sekali lagi.

“Aku menyukai semua yang ada padamu..” Jawabku tegas.

“Haha.. benarkah?” Tanya sembari tertawa.

Apa dia pikir aku sedang bercanda? Dan pernyataan cintaku kemarin adalah lelucon?

“Apa itu lucu?” Kataku dingin.

“Aish. Kau bahkan tidak tersenyum sedikitpun… ckckc.. baiklah..”

“Apa?” Kau ingin mengirimku kerumah sakit jiwa Dasom?

“Ayo berpacaran..” Jawabnya singkat sembari meminum sirup yang tadi ia buat sendiri.

“Aku tidak ingin bercanda Dasom! Aku serius! Aku sungguh-sungguh menyukaimu..” Sungguh saat ini aku benar-benar tidak ingin bercanda. Terlebih mengenai hal seperti ini.

“Aku tau. Aku juga tidak sedang bergurau Kai. Aku juga menyukaimu..” Jawabnya sambil menarik kedua sisi bibirnya membentuk senyum yang indah.

“Dasom?”

“Aku wanita, jadi… mana mungkin aku mengatakannya duluan.. Aku menunggumu. Itu wajarkan?” Dia kini menatapku serius

“Kau..” Ucapku tak percaya. Ini nyata kan? Aku tidak bermimpi kan?

“Aku sudah bilangkan kalau aku mengetahui segalanya tentangmu Kim Jong In, dan aku  juga tau kau menyukaiku dan aku terus memastikan cintamu itu hanya untukku saja,” Lanjutnya lagi.

Aku memeluknya dengan erat, akhirnya saat ini tiba. Oh Tuhan.

Dia melepaskan pelukkanku,“Dan… Berjanjilah akan selalu memperlakukanku ku serta menjagaku dengan baik.” Pintanya dengan terus tersenyum.

“Sure..My Lucky gurl.”

 

-The End-

 

 

One thought on “My Lucky Gurl | Kai – Dasom | Oneshoot

  1. woaaaa my Jongin suka.sama dasom wkwk
    kai nya dsni lebih mellow daripada dasom, kai muka sangar hatinya pink hahah xP
    dasom sama bgt deh kita…..menunggu #eh

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s