Men Are Like That | Dasom – Sehun | 2

AMALT

Title            : Men Are All Like That

Genre         : Straight, Angst

Cast            : Sistar n Exo

Pair            : Dahun (Dasom Sehun)

Length        : Chaptered

Part            : 2 of …?

Author        : Jean Maria

A/N            : FF ini terinspirasi dari lagunya kim jong kook .Unlike don’t read and no bash !

 

Summary        : “Men Are All Like That I Wouldn’t be different…”

 

 

Let’s check this out ^^

 

“Baiklah aku akan memberimu kesempatan untuk menjadi Namja chinguku…”Dasom kembali mengalihkan pandangannya ke arah gemerlap bintang sambil tersenyum lebar.

 

 

“Mwo ?! Jeongmalyo ?”tanya Sehun membulatkan matanya tak percaya sambil melihat ke arah Dasom.

 

 

“..Eum Sepertinya aku akan berubah pikiran …”Ledek Dasom sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya.

 

 

“ah andwae, thunbaenim aku akan menjadi namja chingumu yang baik. Gamsahamnida…”Jeas Sehun sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum.

 

 

“Sepertinya sudah malam. tidak baik seorang yeoja berkeliaran di luar seperti ini.”Dasom beranjak dari duduknya seraya pergi meninggalkan Sehun.

 

“Whoaa~!! Thank‘s God…~”Sehun berteriak dengan penuh semangat  seraya melompat-lompat sambil meninju ke arah langit.

 

 

“Chagiya Gidalyeo….”Teriak Sehun sambil mengejar Dasom. “Chagi mau ku antar pulang ?”Lanjutnya.

 

 

“Ani…”Dasom masih terus berjalan.

 

 

“Ku antal ya aku kan namja chingumu…”Sehun masih mengejar Dasom.

 

 

Akhirnya Sehun bisa mendapatkan Hati Dasom. Walaupun baru kenal Beberapa hari Sehun sudah sangat yakin Bahwa dia Mencintai Dasom dan hanya Dasom cinta Sejatinya sekaligus First Lovenya…

 

 

 

****

 

 

 

“Dasom-ah apa benar kau pacaran dengan bocah itu ?”Tanya Tao gusar sembari menatap ke arah Dasom dengan penuh tanda tanya. Sedangkan , Dasom sedari tadi hanya mengacuhkan Tao.

 

 

“Chagi-ya..~!” Teriakan seorang namja dari arah belakang membuat Tao langsung mengalihkan pandangannya pada namja itu.

 

 

“Ige mwoya ?”Tao begitu sangat terlihat kesal begitu Sehun datang menghampiri Dasom yang saat ini tengah berada di sampingnya.

 

 

“Annyeong Hyung.”Sapa Sehun sambil melambaikan tangannya ke arah Tao.

 

 

“Chagi-ya…kajja aku antal kau ke kelathmu..”Seru Sehun mengalihkan pandangannya ke arah Dasom di iringi dengan senyuman.

 

 

“Ne Kajja…”Dasom kembali melanjutkan langkahnya di temani oleh Sehun.

 

 

“Hyung aku duluan ne..Annyeong.”Seru Sehun membuat Tao makin kesal.

 

 

****

 

 

@Canteen

 

 

“Chukkae..dasom-ah..”Seru Soyou dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya.

 

 

“Untuk apa ?”Tanya Dasom sembari memakan bekalnya.

 

 

“Ya- Bukankah kau pacaran dengan Oh Sehoon ?”Soyou melirik Sehun yang tengah berjalan ke arah Dasom yang tengah duduk berhadapan dengan dia.

 

 

“Dathom-ah aku duduk di thini ne, tempat lain thudah penuh.”Sehun langsung mengambil posisi duduk tepat di samping Dasom. Sementara, Soyou hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah laku Sehun.

 

 

Tukk~

 

 

Dasom memukul kecil kepala Sehun dengan Sumpit yang di pegangnya “Ya- panggil aku noona aku ini lebih tua darimu 1 tahun..”Seru Dasom kesal.

 

 

“Tapi aku tidak thuka memanggilmu noona atau thunbaenim kalena kau lebih tellihat thepelti anak kecil di bandingkan theolang noona noona..”Balas Sehun dengan tatapan polos.

 

 

“Hahaha kau benar..”Celetuk Soyou tertawa lepas. Membuat Dasom semakin kesal.

 

 

“Tapi Thoyou thunbaenim juga thepelti anak kecil jika beldekatan dengan Lay Hyung..”Ucapan Sehun kali ini  membuat Soyou Langsung terdiam dan Dasomlah yang terkekeh.

 

 

“Annyeong Dasom-ah…”Sapa Tao yang tiba tiba saja datang dan mengambil posisi duduk tepat di sebelah dasom juga.

 

 

“Eh ? Hyung kenapa kau duduk dithini tempat lain mathiih kothong.”Seru Sehun sedikit kesal melihat ada seorang namja duduk tepat di samping Yeojachingunya.

 

 

“Memangnya kenapa tidak boleh ?”Tanya Tao yang terdengar seperti ingin mengajak seseorang bertengkar.

 

 

“Dasom-ah kajja tiba tiba saja aku sudah kenyang..”Seru Soyou mengajak Dasom pergi dari tempat itu karena Soyou tahu Dasom tidak nyaman. Dasom pun menganggukkan kepalanya seraya beranjak dari duduknya dan mengekor di belakang Soyou.

 

 

“Ya- Hyung ini themua gala gala kehadilanmu. Yeojachinguku jadi pelgi padahal aku mau makan thiang belthama dengan Dathomku…”Seru Sehun kesal menatap ke arah Tao dengan tatapan tajam

 

 

“Mwo ? Dasomku ? mengucapkan -S- saja belum bisa bagaimana bisa seorang Dasom menyukaimu..”Balas Tao membalas tatapan Sehun tak kalah tajam.

 

 

“Aithh jinjja.. apa hubungannya aku bitha mengucapkan huluf  Th dengan Dathom menyukai ku eoh ?”Sehun benar benar kesal Seraya berdiri.

 

 

“Kau bahkan tidak bisa mengatakan ‘Saranghae’ pada Dasom..”Balas Tao yang ikut berdiri dan menekankan ucapannya pada kata Saranghae.

 

 

“Aku bitha thaja bilang ‘Wo Ai Ni’ pada Dathomku, allatheo ?”Sehun menekankan ucapannya di kalimat Wo Ai Ni.

 

 

Mereka terus saja beradu argumen tanpa memperdulikan berpasang pasang mata yang menatap ke arah mereka. Dan, akhirnya perang argumen itu dapat di selesaikan saat mereka mendengar bunyi bel masuk sekolah yang berdering keras.

 

 

****

 

 

@Rooftop School

 

 

“Dasom-ah apa kau benar benar menyukainya?”Tanya Soyou mengambil posisi duduk tepat di samping Dasom

 

 

“Belum. Tapi aku akan mencoba untuk menyukainya.”Jawab Dasom memejamkan matanya merasakan hembusan angin semilir yang datang menerpa wajahnya.

 

 

 

****

 

 

Friday 14 February 2014

 

 

Hubungan Dasom dan Sehun semakin hari semakin dekat dan hari ini adalah hari Valentine dan hari ini juga tepat hari dimana anniversary ke ½ tahun Dasom dan Sehun Berpacaran.

 

 

“Dathom-ah…”Panggil sehun seraya terus berjalan menyamai langkah Dasom kekasihnya dan menggenggam tangan kiri Dasom erat.

 

 

“Ne, Wae ?”Tanya Dasom masih memainkan handphonenya.

 

 

“Kajja kita piknik.”Jawab Sehun penuh dengan semangat.

 

 

“Shireo, aku mau belajar.”jawab Dasom singkat

 

 

“ah ne allatheo.”Ucap Sehun lemas seraya merunduk dan merenggangkan genggaman tangannya.

 

 

Dasom melirik ke arah Sehun sesaat seraya mengeratkan genggaman tangannya dengan tangan Sehun. “Ya- kenapa kau tidak membujukku agar mau ikut piknik bersama mu..Namjachingu macam apa kau ini di perlakukan seenaknya oleh yeojachingunya terima terima saja harusnya kau marah padaku…bukan malah seperti ini.”Jelas Dasom panjang lebar menatap ke arah Sehun serius.

 

 

“hahaha nae yeoja chingu neomu neomu kyeopta… ”Batin Sehun.

 

 

“Eh ?…”

 

 

“Ah sudahlah lupakan.”Potong Dasom mem-pout-kan bibirnya cepat seraya meniggalkan Sehun.

 

 

“Ah ne allatheo. ku jemput jam 5 nanti ne..”Teriak Sehun kencang agar Dasom bisa mendengar suaranya.

 

 

 

****

 

 

“Ya- Dasom-ah memangnya kau mau kemana dengan bocah itu ?”tanya Soyou bingung karena Dasom terus saja mengacak ngacak isi lemarinya mencari baju yang benar benar cocok di pakainya.

 

 

“Piknik eonnie.”Jawab Dasom masih mengacak ngacak isi lemarinya.

 

 

“Ya- Dasom-ah hentikan .”Seru Soyou kesal saat salah satu baju yang di lemparkan oleh Dasom tepat mengenai Wajahnya.

 

 

“Memangnya kenapa eon ?”Dasom mengehentikan kegiatannya sejenak lalu mengalihkan pandangannya ke arah So You.

 

 

“Kau tahu tidak dari tadi baju yang kau buang ke sembarang arah selalu tepat mengenai wajahku .. ”So You terlihat kesal dengan Dasom.

 

 

“Sudah pakai saja yang ini.”Usul So You seraya memberikan Dasom sebuah baju putih yang agak ketat dan sebuah celana jeans dengan warna biru sapphire. “Oh iya tambahkan ini.”So You kembali melemparI Dasom namun dengan sebuah syal berwarna hijau lumut yang agak bercampur dengan warna merah.

 

 

“Eonnie apa ini tidak terlalu biasa ?”Tanya Dasom terlihat bingung dengan pilihan So You . Sontak Dasom langsung mendapatkan pandangan sebal dari eonnie-nya itu.

 

 

“Memang Sehun menyukaimu karena bajumu eoh ? , tidak-kan , dia menyukai mu benar-benar karena dirimu dan hatimu.”So You memang terlihat seperti sedang memarahi Dasom namun sebenarnya ia juga menyelipkan beberapa kalimat yang seperti atau bisa di bilang Nasihat.

 

 

“Ah … Eonnie saranghae …”Dasom merentangkan tangannya lebar dan berkesiap untuk memeluk So You. Namun , belum sampai 1 meter dari tempat Dasom awal So You sudah melemparkan pandangan yang seolah-olah mengancam. “Awas kalau berani mendekatiku !”. Tapi Dasom tetaplah Dasom dia tidak memperdulikan pandangan sinis So You dan memeluk So You erat layaknya sepasang kakak-adik kandung. Huh~ betapa bahagianya Dasom jika bisa benar-benar mempunyai kakak seperti So You.

 

 

****

 

 

Dasom telah berpakaian rapi bersiap untuk pergi piknik dengan Sehun. Namja yang notabenenya dulu adalah seorang Hoobae berubah menjadi Namjachingu seorang Kim Dasom “Kapan dia akan menjemputmu eoh ?”Tanya So You memandang ke arah layar Handphone sambil sesekali menekan-nekan layar Handphonenya itu.

 

 

“Mungkin sebentar lagi , Dia bilang akan menjemputku jam 5 sore nanti..”Dasom terlihat cemas ia takut Sehun akan meng-ingkari janji yang telah ia buat dengan Dasom tadi siang di sekolah.

 

 

“Sepertinya kau benar-benar mencintainya eoh ?”So You terkekeh pelan melihat tingkah laku Dasom yang sedari tadi hanya mondar-mandir layaknya sebuah Setrika panas.

 

 

“Mungkin.”Jawab Dasom dengan suara yang hampir tidak bisa di dengar oleh siapapun termasuk So You.

 

 

“Sudahlah , itu dia anak itu dari tadi menunggumu cemas di bawah.”Seru So You sambil berjalan keluar dari kamar Dasom. dan dengan secepat kilat Dasom langsung berjalan ke arah jendela kamarnya. Dan , benar tampaknya ia sudah sangat lama menunggu Dasom di bawah sana.

 

 

“Huh … huh …huh ..”Dasom mengatur deru nafasnya yang tidak beraturan sejak tadi. Ia harus bisa rileks dan keren di hadapan Sehun namja yang menjabat sebagai Hoobae sekaligus NamjaChingunya itu.

 

 

“Yeppo.” Sesaat setelah kemunculan Dasom raut wajah Sehun yang tampak cemas berubah menjadi riang gembira.

 

 

“Mwo ?”

 

 

“Ani . Kajja.” Tanpa  menunggu izin dari Dasom, Sehun sudah menggenggam tangan Dasom. Dan menarik Dasom pergi.

 

 

“Aish jinjja anak ini.”

 

 

****

 

 

@Hill

 

 

“Dathom-ah chankkaman ne.. ”

 

 

Dasom duduk di bawah sebuah pohon Ek , Setelahnya Sehun langsung berlari kecil ke belakang pohon.

 

 

“Eh Mwoya ?”

 

 

“Jreng …Jreng”

 

 

Sehun kembali muncul dari balik pohon sambil membawa gitar akustik dan tidak lupa cengiran lebar menghiasi wajahnya.

 

 

“Untuk apa kau membawa gitar ? Memangnya kau bisa main gitar ?”

 

 

Sehun mem-Pout-kan bibir nya sebentar lalu mengambil posisi duduk tepat di sebelah kanan Dasom.

 

 

“Thudah pathti. Kau tidak pelcaya ? Ya thudah ayo nyanyikan lagu yang kau Thuka nanti aku akan belmain gital untukmu.”Sehun sudah terkesiap untuk memetik gitarnya untuk pujaan hatinya.

 

 

“Panggil aku Sunbaenim , Atau aku akan pulang sekarang .. ”Protes Dasom seraya berdiri bersiap untuk pergi.

 

 

“Ah ne  ne algeutheumnida Thunbaenim.”Dasom memperlihatkan senyum kemenangannya.

 

 

“Anak pintar.”

 

 

Greepp~

 

 

“Ya! Apa yang kau lakukan ?!”

 

 

Dasom langsung berusaha melepaskan diri dari Sehun yang tiba-tiba saja memeluknya erat. “Jangan mengacamku Chagiya kalena aku juga bitha melakukannya.” Sehun tersenyum lebar, Dan menurut Dasom senyuman menyembunyikan Kelicikan dari seorang Oh Sehoon. Tentu saja Dasom nanar melihatnya.

 

 

“Jangan macam-macam atau aku akan memu ….”

 

 

“Pilih aku panggil Thunbaenim thetelah aku menciummu atau Ku lepathkan tapi tidak ada panggilan Thunbaenim.” Dasom semakin ngeri melihat Hoobae nya yang super licik satu ini.

 

 

“Ayo pilih mana ?”

 

 

“Baiklah aku pilih yang ke dua.” Jawab Dasom memperlihatkan wajah sebal ke arah Sehun.

 

 

“Mianhae , Aku cuma belcanda.” Sehun langsung terkekeh kecil dan mencium pipi kanan Dasom. Membuat Semburat merah muncul di kedua pipi Dasom.

 

 

“Kau bilang kau… ”

 

 

“Kajja , Lagu apa yang ingin Thunbaenim nyanyikan…?”

 

 

Sebenarnya Dasom sangat ingin memarahi dan memukul Sehun karena telah lancang mencium pipi nya. Tapi apa mau di kata sejak 1/tahun yang lalu Dasom sudah berjanji pada dirinya sendiri Dia akan berusaha untuk membalas cinta Hoobae nya itu Oh Sehoon.

 

 

Dengan segera Dasom berpindah dari posisi sebelumnya , Dan langsung mengambil posisi duduk tepat di samping Sehun. Senyuman manis terus terlukis di wajah Dasom.

 

 

“…. I don’t care who you are? Where you’re from? What you think? As Long As You Love Me…”

 

 

 

****

 

 

“Dathom-ah , Kenapa kau tadi menyanyikan lagu itu ?”

 

 

Kini Sehun dan Dasom tengah berada di perjalanan pulang menuju rumah Dasom. Sehun terus saja menggenggam erat dan tidak mau melepaskan tangan Dasom.

 

 

“Lagu itu untukku kan ?”

 

 

“Ani.”

 

 

“Geojitmal.”

 

 

“Mwo ?”

 

 

Sehun tidak berani melihat Dasom karena Sehun yakin saat ini wajah kekasihnya itu pasti sudah berubah menjadi lebih cantik lagi dari sebelumnya. Aish~.

 

 

“Lepaskan tanganku.”

 

 

“Thhileo.”

 

 

“Jangan terlalu erat memegang Tanganku. Tanganku jadi berkeringat Sehun. regangkan sedikit.”

 

 

Sehun tersenyum lebar saat ini karena baru saja ia mendengar kalimat yang sudah di tunggu-tunggunya sejak lama.

 

 

“Kenapa kau malah senyum senyum seperti itu eoh ?”

 

 

“Aku thenang chagi. Akhilnya lasa thuka mu padaku beltambah bethal.”

 

 

“Eh? Aku kan belum pernah mengatakan kalau aku suka padamu?”

 

 

“Haha , Itu yang ke dua.”

 

 

“Apa maksudmu dengan yang ke dua eoh , Bicaralah yang jelas aku tidak mengerti.”

 

 

“Baik akan aku jelathkan. Peltama , Kau bilang jangan tellalu elat memegang tanganku chagiya. Tanganku belkelingat. legangkan thedikit… ”

 

 

“Aku tadi tidak memanggilmu dengan sebutan ‘Chagi‘ cih Geojitmal~” Dengus Dasom  “Lagipula tadi aku tidak bilang kalau aku sayang padamu Sehun.” Lanjut Dasom.

 

 

“Aku tahu kau thebenalnya ingin memanggilku dengan Thebutan Chagi , haha. Memang kau belum mengatakannya tapi dengan kau belkata ‘Legangkan Thedikit‘ itu Thetidaknya belalti kau tidak ingin aku melepathkan tanganmu Dathommie.”Sehun mengakhiri ucapannya seraya menempelkan tangan Dasom yang tengah di genggamnya ke atas pipi kanannya. “Hangat~”

 

 

“Ya kkeumanhae~ Aku haus sudah cepat belikan aku minum.”

 

 

Dasom melepaskan kaitan tangannya dengan tangan Sehun. “Aish dasar bocah menyebalkan.. ” Dasom terus saja mengalihkan pandangannya dari Sehun. Ia akan sangat malu jika Sehun tahu warna pipi Dasom sekarang yang sudah berubah Merah padam.

 

 

“Ah ne Gidalyeo ne… ” Tidak perlu menunggu waktu lama Sehun langsung menyebrang jalan dan menghampiri mesin yang berisikan minuman di sebrang jalan.

 

 

“Sehun-ah kenapa saat kau berjalan saja kau terlihat keren eoh? ” gumam Dasom sambil terus menatap ke arah Sehun. “Eh Mwoya …?!!”

 

 

@Other Side

 

 

“Kira-kira Dasom ku suka minuman apa ya ?”

 

 

Sehun berdiri di depan mesin minuman kaleng itu dan berpikir sejenak minuman apa yang Dasom suka , Sebelum akhirnya dia memilih minuman rasa coklat.

 

 

Sehun mulai memasukan uangnya ke dalam mesin minuman kaleng itu dan bersiap mengambil minuman kaleng yang keluar dari mesin itu.

 

 

Blukk (Angap Aja Suara minuman kaleng yang baru keluar dari mesinnya)

 

 

“ye… ”

 

 

Brukk

 

 

“Eh mwoya ..?” Sehun kaget saat tiba-tiba minuman kaleng yang ada di genggamannya lepas begitu saja. Untungnya minuman kalengnya tidak rusak. Saat kedua kalinya Sehun mengambil minuman kaleng itu tidak terjadi apa-apa.

 

 

_-_-_-_-_

 

 

 

“Maaf  membuatmu menunggu Chagiya… ini ….Kajja.”

 

 

Sehun langsung memberikan miniuman kalengnya pada Dasom dan kembali menggenggam tangan Dasom.

 

 

“Ya , kalau kau memegang tanganku terus bagaimana aku bisa minum ?”

 

 

“Chagiya aku kan menggandeng tangan kilimu. Dan kau mathih bitha memegang minuman kalengnya dengan tangan kananmu chagi~”

 

 

Dasom bingung kenapa namja chingunya ini suka sekali menggenggam tangannya dari tadi. “kenapa kau terus menggandeng tangan ku dari tadi eoh?” Dasom mengalihkan pandangannya ke arah Sehun.

 

 

“Kalena aku tidak mau kehilanganmu ^_^ ”Sehun balik memandang Dasom. Membuat Dasom langsung mengalihkan pandangannya….

 

 

“Yasudah Yang kedua tadi itu maksudmu apa ?”Dasom berusaha mengalihkan pembicaraan dan kembali melanjutkan perjalanan.

 

 

“Ahh kalau yang itu thedelhana. Kau bilang ‘Aku belum pelnah bilang thuka padamu‘ itu tandanya thuatu thaat nanti kau akan bilang thuka padaku. Kim Dathom~”

 

 

“Cih itu sih hanya pernyataan asalmu saja Sehun , Aku tidak percaya.”

 

 

“Haha. Tidak apa. Yang penting kau pelcaya kalau aku hanya menyukaimu. Kim Dathom. ”

 

 

Dasom menghentikan langkahnya dan menatap Sehun dengan tatapan serius. Begitu juga sebaliknya. Sehun yang  merasa dirinya sedang di pandangi oleh Dasom kekasihnya balik menatap Dasom.

 

 

“Sehun-ah Lepaskan aku.”

 

 

Sehun terlonjak kaget. Sehun bingung apa ada kata-kata salah yang di ucapkan. Sehun panik. Sehun langsung berhadapan dengan Dasom.

 

 

“Eh , Waeyo Thunbaeim ?!”

 

 

“Thunbaenim , Mianhamnida. Apa aku belbuat kethalahan padamu ? Ah jinja Kkeumanhae thunbaenim.”

 

 

“Ya! , ige mwoya ? Lepaskan tanganku.”

 

 

“Thileo.”

 

 

“Sehun-ah aku sudah sampai.”

 

 

“Ah waeyo thunbaenim , Apa makthudmu , Aigo thunbaenim kau thudah thampai apa , Apa kau mau bilang kau thudah thampai batathnya , dan tidak menyukaiku lagi.”

 

 

“Mwo ? Aish jinja kkeumanhae Sehun-ah , Aku sudah sampai di depan rumahku.” Dasom terkekeh melihat Sehun yang panik. “Kau itu bodoh atau apa sih?”

 

 

“Aih aku kira apa ?”Sehun menghela nafasnya panjang.

 

 

“Sudah sana cepat pulang , sudah malam.”Dasom tersenyum sambil menepuk lengan kanan Sehun.

 

 

Tanpa menunggu lama Sehun langsung pamit dan melangkahkan kakinya pergi. Tapi belum ada beberapa langkah Dasom sudah meneriaki Sehun. “Sehun-ah Gomawo untuk hari ini ne.” Dasom melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar. “Ne Cheonmaneyo Chagiya , Wo ai ni.”

 

 

TBC…..

 

 

Epilogue

 

 

1 Bulan yang lalu….

 

 

@Sehun’s Class room

 

 

“Sehun-ah . Ku dengar kau sudah 5 bulan jadian dengan Dasom sunbaenim ya , Wahh Dasom sunbaenim hebat dia masih bisa bertahan pacaran denganmu. ”Ledek Kai teman sebangku Sehun.

 

 

“Ya~ Kau mau mati eoh ?”

 

 

“Haha~ .  Oh iya apa Dasom sunbaenim tahu kalau kau seorang Playboy waktu di SMP eoh ?”

 

 

“Ani , awath thaja kalau Dathomku thampai tahu olang yang peltama akan aku cali adalah kau Kim Jong In.”

 

 

“Ya! Jangan menyebutkan nama lengkapku seperti itu bodoh.”

 

 

“Haha~”

 

 

.

 

 

..

 

 

 

 

….

 

 

“Eh kau tahu tidak nanti Jin Ki sunbaenim akan bermain gitar dan bernyanyi lagu yang romantis untuk Yong Soo.”

 

“Jinja ? Aigoo so sweet~”

 

 

“Apa Yong Soo tahu Jin ki Sunbaenim akan bermain gitar dan bernyanyi lagu romantis untuknya ?”

 

 

“Tidak mungkin Yong Soo tahu ini kan kejutan untuknya. Aigoo bagaimana ini hatiku jadi Dugun-dugun”

 

 

“Ya kkeumanhae yang ingin di beri kejutan Yong Soo bukan kau Pabbo.”

 

 

“Ah ne, Dimana Jin Ki Sunbaenim akan bermain gitar? Di kelas ini?”

 

 

“Sudah pasti di kelas ini , ini kan kelasnya Yong Soo , Yeojachingunya”

 

 

“So sweet , Aku harap pacarku bisa se-Gentle Jin Ki sunbaenim. Kya~!”

 

 

“Jong In-ah thiapa itu Jin Ki?”Sehun mulai penasaran dengan orang yang bernama Jin Ki itu. Dan bertanya sambil berbisik pada Kai alias Kim Jong In.

 

 

“Mollaseo.”

 

 

“Kya~  itu dia Jin Ki sunbaenim , Aigo tampannya.”

 

 

Saat mendengar suara petikan senar gitar pertama kali di luar kelas , Seluruh murid kelas X A langsung mengalihkan pandangannya ke arah Sumber suara.

 

 

“Ya , ya , Lihat caranya membawa gitar sambil memainkannya , Jinjja aku mau juga.”

 

 

“Hey~ cham isanghae jeongmal strange …  Ireon jeok eobseonneunde … Neol bolttaemada na dugeundugeun tteollineunge~”

 

 

“Kya~ Bukan kah ini lagu ‘Loving U’ nya Sistar wahh Jin Ki sunbaenim menyanyikan versi RnB , Jazz Jazz gimana gitu~”

 

 

“Sehun-ah Lihat itu kalau kau  mau mendapatkan Hati Dasom Sunbaenim kau harus bisa bermain gitar…”

 

 

“Eh ? Jinja ? ”

 

 

“Ne , itu lihat buktinya para yeoja di kelas ini jadi seperti cacing kepanasan.”

 

 

“Ah thileo , Dathomku itu belbeda dia tidak thepelti para yeoja di kelath kita , Jong In-ah”

 

 

“Ah ya sudah , terserah kau saja. Aku sih hanya memberi saran.”

 

 

(“Tanpa Kau suruh saja aku pasti akan melakukan hal yang sama seperti Kin Ki sunbaenim untuk merebut hati Dasomku , Hehe ^_^ ”)

 

 

“When i see your face~ honja mak sangsangeul hae …  Na pyojeong gwalli andwae~  michil geot gata Tto niga niga bogo sipeoseo….”

 

 

 

Senin , 7 Juli 2014

10 : 00 am

 

TBC

One thought on “Men Are Like That | Dasom – Sehun | 2

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s