Sistar – Exo Fanfiction | TEARS | Dasom – Chanyeol – Baekhyun| Hurt – Romance – Friendship | Part 1

tears1

Sistar – Exo Fanfiction | TEARS | Dasom – Chanyeol – Baekhyun| Hurt – Romance – Friendship

Tittle :  Touch My Body

Pair : Kim Dasom Sistar & Park Chanyeol & Byun Baekhyun

Other cast : Sistar , Exo , Kim Taeyeon SNSD , Lee Hyukjae Super Junior

Length : Chaptered

Author : ByBoo (@nandha_wo)

Editor : LidyaNatalia

Rate : T for Teen (12)

Genre : Sad, Drama Series, Romantic, Comedy, Idol-life

***

Quote : “There just too must that time cannot erase”

 

Author’s Note : I wish that the first my fanfic will be good ^^

Ini benar-benar berat baginya, terlambat latihan dan melakukan banyak kesalahan dalam latihan. Dia adalah salah satu anggota idol yang sekarang sedang sangat populer. Dia merebahkan tubuhnya di lantai. Memejamkan matanya, dan mengingat peristiwa itu lagi.

— (flashback)

Taeyeon-ah… jadi kau benar-benar mau menerimaku lagi? Ahhh gomawo…” Ucap Hyuk Jae sembari memeluk Taeyeon mesra dan mengusak rambutnya.

Dia mengepalkan tangannya, di balik dinding ini semua terbongkar. “Shit, pantas saja dia menjauhiku akhir-akhir ini, ternyata seperti ini kah?” Desisnya dengan kesal. Dia mencekram dadanya, betapa sakitnya hatinya saat ini. Dia memukul dinding untuk meluapkan amarahnya dan segera pergi.

–(flashback end)

“YAA!! Park Chanyeol!! Kenapa kau? Apa kau ada masalah?” Chanyeol tersentak bangun hingga kemudian melihat Tao dan Sehun menatapnya.

“Ah anniya, aku hanya tidak enak badan. Umm aku pamit duluan ke dorm ne?” Ucapnya segera meninggalkan tempat latihan dan menuju dorm.

“Ck!  Ada apa dengannya.. “ Tao berdecik bingung dengan sikap Chanyeol.

“Mungkinkah, dia tau apa yang terjadi dengan Baekhyun?” Tanya Sehun.

Tao dan Sehun saling berpandangan memikirkan hal yang sama. Mereka segera membalikan badan dan mencari Baekhyun.

“Ke mana Baekhyun hyung?  Aishh… Kenapa mereka begitu penuh dengan rahasia?” Sehun dan Tao duduk bersamaan, mereka terlihat sedang berpikir keras. Member EXO yang lain tidak ada yang merespon karena kelelahan setelah latihan keras untuk comeback mereka. Bahkan Luhan sudah tertidur pulas di lantai.

Sepanjang perjalanan , Dia memikirkan terus kejadian itu. Bahkan Ia hampir meneteskan air matanya. Saat sampai depan dorm Chanyeol melihat seorang yeoja di halaman dorm sedang duduk, yeoja itu sepertinya sedang tertidur. “Siapa yeoja itu? Apa fans kami? Tapi bukannya tidak ada yg tahu dorm kami” Batin Chanyeol bertanya-tanya. Chanyeol mendekati yeoja itu. Dia tepuk pundaknya.

Jogiyoo… Aghasii!

Eoh, nde?” Yeoja tersebut tersentak bangun saat ada yang memegang bahunya, dia mencoba untuk membuka mata dan melihat wajahnya lalu segera berdiri dan memberi salam.

A-anyeonghaseo” Ucapnya sedikit membungkuk dan berdiri seperti semula.

Nde annyeong!!” Jawab Chanyeol, yeoja tersebut melihat – lihat di belakang Chanyeol, Kemana oppa? Kenapa hanya ada Chanyeol? Batin yeoja manis bermake up natural tersebut.

“Kau mencari siapa? Kau bukannya Dasom Sistar?” Tanyanya membuat Dasom sadar.

“Ah nde nan Dasom imnida, Umm apa Baekhyun tidak ada?”

Anniya, dia masih di tempat latihan. Wae? Kenapa kau mencari dia?” Chanyeol menanyakan pertanyaan yang  membuat Dasom bingung harus menjawab apa.

“Apa Baekhyun oppa tidak memberi tahu kalo kami jadian? Ah! Tentu saja pasti dia takut ketahuan…” Batinnya sambil menggigit kecil bibirnya.

Eoh.. Um aku hanya ingin mengantarkan ini.” Ucap Dasom memberi kotak bekal makanan. “Aku pergi, annyeong!”  Ucapnya yang kemudian meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol bingung melihat sikap Dasom, Chanyeol mengambil bekal tadi dan membawanya masuk ke dorm, menaruhnya di meja. Dia pun masuk ke kamar dan merebahkan badannya. Mengistirahatkan pikirannya yang kacau. Chanyeol memejamkan kedua matanya, tanpa terasa air matanya mengalir  lagi.

“Ck! Sejak kapan aku jadi namja cengeng” Ucapnya karena melihat miris pada dirinya. Namun, tak perlu waktu lama Chanyeol pun tertidur.

Di tempat lain, Dasom yang baru saja pulang mengantar bekal tadi memutuskan untuk pergi ke taman. Dia keluarkan handphonenya, dan mencoba untuk menghubungi seseorang, siapa lagi kalo bukan Baekhyun.

“Kenapa kau tidak mengangkatnya oppa?” Ucap Dasom sedih. Dia menatap sekeliling taman, terlalu banyak orang berpasang-pasangan dengan romantis. Dasom pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke dormnya.

Untitledas

Dasom kembali datang ke dorm EXO pagi-pagi sekali dengan wajah ceria sembari kembali membawa bekal makanan. Tapi sayang, sudah lebih 2 jam Dasom menunggu tidak ada tanda-tanda Baekhyun keluar.

Di sisi lain, pagi – pagi ini Chanyeol ingin kembali menjernihkan pikirannya. Berjalan – jalan di pinggiran Sungai Han sepertinya dapat membuatnya kembali bersemangat , begitu pikirnya. Chanyeol melangkah keluar dan cukup terkejut karena melihat seorang yeoja yang tengah duduk di taman sembari memegang sebuah bekal makanan. Chanyeol pun memutuskan untuk mendekatinya.

“Hey! Kau menunggu Baekhyun lagi? Bukannya Baekhyun sudah keluar. Kau tidak melihatnya?” Tanyanya pada Dasom. Dasom yang sebelUmnya tersenyum ceria langsung berubah, raut wajahnya terlihat seperti menahan kesedihan, Dasom menundukkan kepalanya.

“Ah, begitukah.. Um mianhae, baiklah aku akan pergi.” Ucap Dasom sembari meletakkan bekal yang dibawanya sebelUm akhirnya memutuskan untuk beranjak pergi.

Namun belUm sempat Dasom melangkahkan kaki kecilnya, Chanyeol menahan tangannya, “Dari pada aku tidak ada teman jalan-jalan, lebih baik aku mengajaknya” Batin Chanyeol.

Eoh, ada apa?” Ucap Dasom terkejut saat Chanyeol menahannya.

“Kau tidak ada jadwal kan?”

“Umm…” Dasom terlihat berpikir namun sedetik kemudian dia langsung menggelengkan kepalanya sebagai Jawaban.

“Bagaimana kalau kau ikut aku? Kita jalan-jalan ke Sungai Han, dari pada kau diam saja. Um tapi jika kau tidak mau tidak apa-apa..”

Dasom yang berkepribadian ramah dan manis hanya tersenyUm dan berkata “Baiklah aku mau, kajja!!

Mereka pun berjalan menuju Sungai Han. Dasom terlihat sedikit bersedih, Chanyeol yang bingung dan tidak tahan melihat seorang yeoja bersedih apalagi menangis itu akhirnya bertanya.

“Kau kenapa?”

“Ahh.. anniya gwaenchana!” Jawab Dasom dengan senyUm simpulnya.

“Senyumnya sangat manis, tentu karena dia maknae di Sistar.” Batin Chanyeol.

“Cerita saja, siapa tau aku bisa membantUmu.”

“Umm.. Baekhyun oppa seperti menjauhiku. Aku bingung apa aku ada salah padanya, Chanyeol-sshi” Jawabnya dengan pandangan hampa dan balik bertanya dengan Chanyeol.

M-mwo? Chanyeol-sshi? Kenapa kau tidak memanggil ku oppa juga? Aku lebih tua darimu juga!” Chanyeol terlihat kekanakan, sebenarnya dia hanya mau menghibur Dasom. “Aku juga tidak tau, tapi aku lihat Baekhyun baik-baik saja.” Ucapnya lagi dengan nada sedikit menyesal tidak bisa memberi jawaban yang lebih baik agar Dasom bisa tenang, tapi itu lah yang Chanyeol tahu.

Mianhae, aku hanya memanggil oppa ke Baekhyun oppa. Um jadi begitu. Ahh lebih baik, akhiri ini saja. Mungkin dia bosan dengan ku.”

Tanpa sadar Chanyeol melototkan matanya  tidak percaya, “Apa dia berpacaran dengan Baekhyun? Mwo? Tapi kenapa tidak ada satupun dari kami yang tahu” Batin Chanyeol.

“Um.. sepertinya kau sama denganku” Chanyeol menatap langit-langit Sungai Han menarik nafas dalam dan menghembuskannya, terlihat sangat jelas begitu banyak luka di dalam hatinya yang membuatnya bahkan bernafas pun menyakitkan.

Dasom memperhatikan Chanyeol, Sepertinya dia memiliki masalah juga dan tidak jauh dari ku, aku melihat matanya yang sebam dan penuh arti kelelahan.  Biasanya dia selalu tersenyum dan tidak mau terlihat sedih, tapi kenapa sekarang dia seperti lelah untuk berakting” Batin Dasom yang turut bersimpati dengan Chanyeol.

“Hey.. kenapa kau??” Dasom sedikit risih akhirnya bertanya karena sedari tadi keheningan menguasai mereka meskippun suasana di sekitar Sungai Han sangat ramai oleh masyarakat dan turis yang juga berada disana seperti mereka, mereka tentunya memaKai penyamaran agar tidak diketahui oleh publik.

“Umm aku malu untuk bercerita ini. Hahaa sudahlah tidak penting.” Chanyeol tertawa miris dan menundukkan kepalanya.

Gwaenchana… Ceritakan saja.. Aku pandai menyimpan rahasia kalau kau takut..” Dasom masih menatapnya berharap dia akan memberitahu Dasom apa yang terjadi dan dia rasakan.

“Aku.. Aku berpacaran dengan Taeyeon SNSD.” Dengan ragu akhirnya Chanyeol mengatakannya.

“Umm.. lalu?” Dasom tidak terlalu terkejut seperti Chanyeol saat baru mengetahui Baekhyun berpacaran dengan Dasom. Bagi Dasom membicarakan cinta atau perasaan semua orang sama biarpun itu raja, budak, pengemis, orang cacat, presiden, artis dunia sekalipun, mereka hanya akan berstatus sama saat jatuh cinta atau menyuKai seseorang.

“Kau? Kau tidak terkejut?” Chanyeol heran dengan tanggapan Dasom yang biasa saja.

Nde? Maksudnya terkejut?” Dasom dengan muka polosnya.

Anniya, aku kan berpacaran dengan Taeyeon SNSD, apa kau tahu berapa usianya?” Chanyeol menambahkan lagi keterangan agar lebih jelas, mungkin saja Dasom saaat ini tidak mencerna baik-baik omongannya.

Dasom mengangguk,“Memangnya kenapa? Ada yang salah?”  Lagi-lagi Dasom hanya membalas dengan santai tanpa ada ekspresi terkejut atau apapun. Chanyeol sedikit tidak habis pikir dengan tanggapan biasa dari Dasom.

Anniya, um aku berpacaran dengannya baru satu bulan yang lalu, tapi entah kenapa akhir-akhir ini dia menjauhiku, dan kemarin setelah aku pulang latihan, aku melihat Hyuk Jae hyung mengajak Taeyeon kembali berhubungan sebagai sepasang kekasih, dan Taeyeon dengan senang hati menerimanya. Ck! Aku rasa aku hanya sebuah pelarian untuk Taeyeon, dan mungkin aku hanya dianggap, aku hanya hoobae nya saja…” Chanyeol melihat ke hamparan Sungai Han dengan tatapan kosong. Dasom memperhatikan mata Chanyeol, ada banyak air yang tertahan di sana yang sebenarnya ingin mengalir. Itu pasti sangat menyakitkan.

“Apa kau sangat menyayanginya?”

“Tentu! Tentu aku sangat menyayanginya.” Jawab Chanyeol tegas. Dasom tersenyum, masih ada laki-laki sepertinya ternyata. “Ah andai Baekhyun oppa juga berkata seperti ini, aku pasti sagat bahagia.” Batinnya.

“YAA!! Kau mau menangis, huh? Haha.. Aku ini juga penggemar EXO, dan setahuku, kau adalah happy virus, kan? Kenapa sekarang kau seperti ini.. Apa virusmu sudah dibasmi dengan antivirus eoh?” Dasom mencoba  menghiburnya, dia bahagia berhasil memancing emosi Chanyeol agar melupakan kesakitannya itu.

M-mwoya.. Anniya.. Aku ini tidak sedih Dasom-sshi” Chanyeol yang awalnya terbata-bata, mencoba tersenyum dengan cara khasnya yang membius para yeoja yang melihatnya.

“Eii Jinjja? Haha aku rasa tidak, haha… apa kau sudah sembuh dari iKyungsoot mu? Apa kau baru sembuh dari rumah sakit jiwa? Ah pasti SM memberi rumah sakit yang paling bagus fufufu….” Dasom menahan tawanya yang berhasil membuat emosi Chanyeol naik.

MWO? Yak.. kau bilang apa eoh?? Berani-beraninya kau. Aku ini lebih tua dari mu.. “ Emosinya meluap.

Haha mukanya terlihat lucu, apalagi saat dia berkata mwo, mataya seperti ingin keluar, dan aku mulai mengambil ancang-anganng untuk berlari, spertinya aku sudah membuat seekor wolf marah.” Batin Dasom, diapun berlari.

“Haha iKyungsoot…..” Sambil lari Dasom melihat Chanyeol lagi dan menjulurkan lidahnya kemudian kembali menjauhi Chanyeol.

“Yaa.. Yaa kemari kau.. kau bilang apa eohh.. ishh jinjja..” Chanyeol mendengus kesal dan mengejar Dasom. mereka tertawa lepas melupakan sakit dan sedihnya mereka.

“Haha tangkap aku kalau kau bisa!!” Dasom mengejek  Chanyeol lagi.

Berani – beraninya dia membuat wolf yang berkekuatan phoenix ini marah. Jangan harap dia akan ku beri ampun.” Batin Chanyeol dengan seringai tajamnya .

“Awass  kau … kemari….” Chanyeol masih mengejarnya tetapi tiba-tiba, Dasom berteriak.

“Aargghhhh” Dasom terjatuh karena tersandung sebuah batu. Chanyeol yang terkejut pun segera menghampirinya.

“Dasom-ah gwaenchana?” Chanyeol  membantu Dasom duduk dengan khawatir melihat seluruh tubuh Dasom.

“Shhh akkhh…” Dasom merintih dan memegang siku dan lututnya.

M-mwo kau terluka, aish pabo.. makanya lihat – lihat saat berlari!” Chanyeol terlihat marah tetapi sepertinya itu hanya karena khawatir, melihat luka yang di dapat Dasom seperti itu. Chanyeol menggendongnya dan membawanya ke kursi taman dan mendudukannya.

“Tunggu sebentar, aku akan membeli obat. Kau tunggu di sini!” Chanyeol menatap Dasom, Dasom hanya membalasnya dengan anggukan. Chanyeol  segera berlari ke toko dan membeli obat p3k. Dan kembali ke tempat Dasom. Chanyeol duduk di bawah dan mengambil kaki Dasom dan meletakkan di pahanya.

“Gwaenchana Chanyeol-sshi aku bisa mengobatinya sendiri.” Dasom merasa sedikit tidak enak dan  ingin menarik kakinya.

Mwo? Mengobati sendiri, ? Neo jeongmal pabo! Lihat kakimu, berdarah seperti ini, bagaimana kau bilang tidak apa-apa. Biar aku mengobatinya” Ucap Chanyeol, dia bingung dengan yeoja ini. Tapi dia berterimakasih juga, untuk sementara dia melupakan sedihnya karena Taeyeon. Chanyeol mengambil kapas dan menaruh sedikit alkohol di kapas itu kemudian ia menatap Dasom.

“Tahan ne? Ini sedikit perih.” Dasom menatap balik, dan mengangguk. Sebenarnya Chanyeol juga agak takut, karena pasti ini pedih. Dia mulai menempel-nempelkan pelan kapas kelutut Dasom yang berdarah, dan meniup-niup agar luka tersebut cepat mengering.

Tanpa sadar Dasom terus menatapnya, menatap cara lembut Chanyeol memperlakukan Dasom saat ini. “Ya tuhan andai ini Baekhyun oppa.”  Batinnya yang miris merindukan sosok seorang pelindung yang akan selalu menjaganya, Dasom tidak merasa sakit saat Chanyeol mengobati lukanya dengan alkohol itu. Tanpa terasa Dasom meneteskan airmatanya karena sangat  berharap pria yang sekarang rela duduk di jalanan taman dan mengobatinya adalah Baekhyun.

“Apa tidak sakit? Kau tidak merintih.”  Heran Chanyeol yang tidak mendengar rintihan ataupun perlawanan dari lutut Dasom karena merasa pedih. Chanyeol menatap Dasom dengan terkejut. “Eoh,, kau menangis, apa sangat sakit? Mianhae, aku sudah sangat pelan dan berhati hati.” Chanyeol duduk di samping Dasom, Yeoja manis dengan atau tanpa make up yang bernama lengkap Kim Dasom menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghapus air matanya.

Anniya, aku kan kuat. Tadi hanya kemasukan debu mataku.”

“Ck! Tadi kau yang bilang aku ingin menangis sekarang? Haha dasar cengeng, yakk ingat lain kali liat jalan , jangan fokus dengan kegantenganku!” Ejekkan Chanyeol  tadi membuat  gunung berapi meletus. Alias kemarahan Dasom.

M-mwoo?? Aku fokus dengan kegantenganmu? Pabo? Yak!! “ Dasom kesal dan menjitak kepala Chanyeol

“Akkhh appo..” Chanyeol yang tidak sempat menghindar hanya dapat meringis dan memegang kepalanya tidak lupa mengkerucutkan bibirnya.

“kKau sendiri iKyungsoot.. sudah tau kau ganteng, lalu kenapa kau bersedih hanya karena ditinggal satu yeoja? Yang bahkan tidak menyayangimu? Dan lebih memilih namja lain. Ck, awas kau.. huh… “ Dasom mendengus lalu berdiri dan  berjalan pincang. “Mungkin tadi perkataan ku keterlaluan. Tapi ah sudahlah…” Batin Dasom merasa menyesal berkata seperti itu walau hanya bercanda. Dasom tidak melihat tanda-tanda Chanyeol akan menahannya. “Ah ya sudahlah aku pulang saja.” Ia pun memutuskan pulang karena hari mulai siang dan ia harus mengisi acara.

Disisi lain, Chanyeol terdiam dengan perkataan Dasom tadi, dan dia seperti sadar. Dia menatap Dasom yang semakin jauh. Dia seperti tertahan dan menjadi patung. Dasom benar tidak seharusnya dia terus memikirkan Taeyeon. Saat Chanyeol sadar. Dia seperti hilang ingatan. Kemana Dasom pergi, dia memukul kepalanya sendiri,

“Aigoo kenapa aku membiarkannya pergi ishh…” Gerutunya. Dia pun kembali ke dorm. Dengan pikiran tenang, tidak kusut lagi.

Hari ini EXO mendapat jadwal padat, hingga malam mereka baru bisa istirahat. Mereka kembali ke dorm dengan raut wajah kelelahan mereka.

“Akkhhhhh akhirnya, aku bisa istirahat….” Ucap Sehun yang langsung menuju kamarnya.

“Sehun, kau tidak makan dulu?” Tanya Kyungsoo.

Anniya hyung, aku lelah aku mau tidur saja hoam…” Ucapnya sembari menguap dan berbaring menuju kasurnya.

“Masaklah Kyungsoo hyung, aku lapar…” Ucap Chanyeol dengan manja dan mengeluarkan puppy eyesnya.

“Shiro, kau masak saja sendiri..” Ucap Kyungsoo dan meninggal kan Chanyeol yang tengah mengerucutkan bibirnya. Kyungsoo memutuskan untuk pergi ke kamarnya diikuti Kai yang juga kelelahan bahkan berjalan dengan mata tertutup hingga saat Kyungsoo tidak sengaja menutup pintu kamar, Kai menabrak pintu.

(buggh)

1 kali,

(bughh)

2 kali,

(bughh)

3 kali.

Sepertinya Kai tidak lagi perduli dengan sakit menabrak pintu, yang dia mau hanya menerobos pintu itu dan segera berbaring di kasurnya. Kyungsoo yang sadar langsung membuka pintu.

“Aishhh kau ini, coba buka pintu, jangan menabrak-nabrakan dirimu ke pintu, kau pikir kau hantu bisa menerobos pintu” Ucap Kyungsoo kesal dan membukakan pintu Kai langsung masuk dan ketempat tidur, dan lelap dengan tidurnya. Sungguh aneh dia seperti mayat hidup yang berjalan dan berhenti setelah sampai ke peti matinya.

“Memangnya hantu ada hyung? Dan bisa menerobos apa saja?” Ucap Tao yang lewat dan bertanya dengan polosnya. Kyungsoo yang sudah kelelahan terpaksa berteriak.

“Yakkk!! Duizanggg!! Urus pandamu yang berkeliaran ini..” Ucap Kyungsoo dan langsug menutup pintu.

“Ishh aku kan hanya bertanya.” Ucap Tao dengan mengerucutkan bibirnya.

“Ish tidak ada yang memperdulikanku.. ya sudah aku cari makan di luar..”  Chanyeol mendengus kesal, karena sudah kelaparan

“Kau mau ke mana Chanyeol? Kau tidak lelah? Besok kita masih ada jadwal” Tanya Suho.

Arraseo aku ingin mencari makan.. kenapa? Kau mau memasakanku? Tidak kan? Huh.” Chanyeol pun keluar dari dormnya.

Saat berjalan keluar tiba-tiba seperti ada seseorang yang lekas berlari, Chanyeol yang curiga segera mengikuti orang itu, yang terlihat pincang, orang itu memakan pakaian serba hitam.

“Yakk jogiyoo!!” Chanyeol  langsung memegang pundak orang tersebut, dan terterkejut “Eohh Dasom-ahh”  untung saja dia belUm memukulnya tadi.

Eohh syukurlah.. aku kira siapa.. “ Dasom menghela nafas seperti orang yang baru saja melewati detik detik masa kritisnya. /?

“Ada apa? Eii kau merindukan ku?” Lagi – lagi Chanyeol meledek Dasom.

“Ck.. mwoya.. aku hanya tidak sengaja lewat .. orang idiot…” Tepis Dasom seraya memalingkan mukanya karena merasa muak dengan gombalan Chanyeol.

“Ahh kebetulan, apa kau mau memasakkanku makanan? Aku lapar sekali Dasom. Tapi yang lain sudah tidur, dan tidak ada yang mau memasakanku.” Chanyeol mengeluarkan puppy eyesnya

M-mwo? Anniya aku tidak mau, aku malu ke dorm mu.. shiroo,”  Dasom menolaknya seperti orang yang ketakutan

“Aishh gwaenchana yang lain sudah tidur.. Ahh ayoolahh Dasom-ahh ne ne ne?” Chanyeol membujuk agar Dasom mau. Chanyeol melihat kaki Dasom yg mungkin belum sembuh, dia segera menggendong Dasom ala bridal ke dormnya. Dasom yang terkejut memberontak berontak.

“Yakk yakk yakk.. Chanyeol-sshi.. Yakk turunkan aku!!” Dasom memberontak ingin turun namun tidak bisa. Chanyeol masuk ke dormnya dan menurunkan Dasom. Dasom yang takut hanya menundukkan wajahnya.

“Ahh kau berat sekali Dasom-ah..” Chanyeol memijat – mijat lenganya sehabis menggendong Dasom. Karena perkataanya yang sukses menyinggung Dasom, Dasom lantas menjitak kepala Chanyeol untuk yang kedua kalinya.

“Akhh appo yakkk!!” Chanyeol mengelus kepalanya dan menatap Dasom kesal. Namun Dasom sudah memberikan tatapan kematian. Chanyeol bergidik ngeri dan memalingkan wajahnya menarik Dasom ke dapur.

“Ayo masakkan untukku apa saja. Aku lapar. Lihatkan dorm sepi, semua sudah tidur!” Ucap Chanyeol. Dasom menarik nafasnya dan akhirnya mulai memasak. Dia hanya memasak nasi goreng kimchi. Hanya butuh 15 menit dan makanan itu sudah jadi.

“Ini, sudah kan. Aku pulang!” Dasom meletakkan makanan yang baru saja dimasakknya di depan Chanyeol, dan beranjak ingin pulang.

“Wuahh, etss jangan pulang dulu, tunggulah sebentar aku makan, lalu aku akan mengantarmu” Chanyeol memegang tanga Dasom dan menghentikannya.

“Aish tidak perlu aku bisa sendiri!” belum sempat Dasom mengambil perlawanan, Chanyeol menahannya dan mendudukan paksa Dasom.

“Kau itu yeoja. Ini sudah malam. Aku akan mengantarkanmu, sudah tunggu saja..” Chanyeol menasehati Dasom. Dasom pun pasrah dan menunggu Chanyeol menyelesaikan makannya.

“Umm masakan mu enak, kau memang sering masak di dorm mu?” tanya Chanyeol di sela-sela makannya.

“Tidak terlalu. Bisakah kau habiskan makananmu lebih cepat?” Dasom gelisah tidak tenang.

Arra arra, “ Chanyeol mengerucutkan bibirnya. Dan segera menghabiskan makanannya. Tidak berapa lama Chanyeol bersendawa“ahh kenyang, “ akhirnya showcase di perutnya yang sedari tadi berbunyi sekarang berhenti. Dasom pun sontak segera berdiri, belUm sempat Chanyeol ingin menyandarkan bahunya di kursi. Dasom sudah menariknya,

Kajja, antar aku pulang!”

“Ishh arraseo, kau ini tidak sabaran…” Dengus kesal Chanyeol. Mereka pun jalan keluar dorm. Chanyeol mengantar Dasom hanya jalan kaki, karena ternyata dorm mereka berdekatan. Dasom berjalan dengan susah, seperti menahan rasa sakit pada kakinya.

“kenapa kaki mu belum sembuh?” Chanyeol heran, Apa separah itu? Bukannya kemarin hanya lecet dan berdarah sedikit?” Batinnya.

Eohh.. entahlah mungkin karena aku berlatih dance.” Dasom tidak terlalu memperdulikannya dan hanya menjawab dengan enteng

M-mwo.. aishh jinjja, neo!! Pabo!”  Chanyeol medengus kesal dengan Jawaban Dasom.

Pabo pabo.. Apa maksudmu idiot? “ Dasom yang tidak suka dipanggil pabo juga menjawab dengan nada tak kalah kesal. Sepertinya perang ejekan akan terjadi kembali antara mereka.

“Yak kaki mu itu baru jatuh, lalu kau memaksakan berlatih dance, bagaimana tidak mau sembuh. “ Dasom menujuk kaki Dasom dan menghentikan langkah mereka.

“Biarlah!” Dasom tersenyum tipis dan menunduk. Chanyeol menjongkok di depan Dasom, dengan hadapan ke depan.

“Cepat naik!!” Chanyeol meminta Dasom untuk menaiki punggungnya bermaksud untuk menggendongnya karena pasti sangat sakit berjalan dengan kaki seperti itu.

Mwo? Kau mau menggendongku? Sudahlah tidak apa-apa!” Dasom menolaknya karena dia merasa dia kuat.

PALLI!!” Seru Chanyeol membuat Dasom mau tak mau menurutinya.

“HAP!” Ucap Chanyeol dan berdiri mulai jalan. Sepanjang jalan mereka hanya diam. Dan sampai di dorm. Chanyeol menurunkan Dasom.

Gomawo”  Dasom bingung karena merasa sedikit malu-malu

Anniya, seharusnya aku yang berucap seperti itu, gomawo sudah memasakkanku.” Senyum lebar khas Chanyeol yang memperlihatkan geliginya yang indah.

Nde, dan maaf untuk kemarin. Aku tidak maksud menyakitimu dengan berkata seperti kemarin…”

Arraseo, justru aku berterimakasih akan perkataanmu kemarin.” Chanyeol  yang gemas dengan sikap manis Dasom mengusak rambut Dasom.

“Aku pulang ne? Besok jadwal kami masih padat, dan kau cobalah untuk jaga kondisimu, dan jangan berlatih dulu. Sembuhkan kakimu. Aku pulang, annyeong.. jaljayo…” dengan melambaikan tangan kemudian Chanyeol berjalan arah balik ke dorm nya.

Ne hati-hati,, nado jaljayo” Dasom membalasnya dengan sebuah senyum sembari memperhatikan Chanyeol yang semakin jauh.

Dasom masuk ke dalam dorm nya, dan mencoba memeriksa i-phonenya. Dia menghela nafas berat, ia kira Baekhyun akan menghubunginya. Dia pun berjalan ke atas kasurnya dan kemudian merebahkan dirinya untuk memejamkan mata.

Jaljayo Baekkie oppa” Ucapnya dan kemudian beranjak tidur.

Hari – hari berlalu, Chanyeol dan Dasom semakin dekat, mereka tak menyadari akan tumbuhnya rasa di dalam hati mereka, di balik kesakitannya, timbul rasa bahagia. Di samping itu, mereka saling mengisi kekosongan, Dasom awalnya merasa biasa saja, tapi Chanyeol mulai beranggapan lain.

Di pagi hari yang cerah, sudah 1 minggu Chanyeol dan Dasom tidak pernah berjalan-jalan lagi ke Sungai Han, tempat mereka menghabiskan waktu bersama. Dasom sedang duduk di bangku taman yang biasa mereka duduki sambil menatap ke atas langit senja Sungai Han. Tapi tiba-tiba ada yang bergetar di balik saku celananya. Ia mengambil i-phonenya, dan menatap layar handphone genggamnya, tertulis Park Chanyeol memanggil, ia pun segera mengangkatnya.

Yeoboseo , eoh Chanyeol-sshi wae geure??” tanya Dasom.

“Dasom-ah, kau sedang apa? Mianhae beberapa hari ini aku sangat sibuk, tidak sempat bermain dengan mu, apa kau sedang sibuk sekarang?” tanya Chanyeol di seberang sana.

Eoh aku sedang di bangku taman Sungai Han, ne aku tidak sibuk. Aku tau kau sibuk, aku melihatnya di status – status anak EXO-L yang lain.” Jawab Dasom, sebenarnya ia sedih tidak dapat bermain atau bercanda dengan Chanyeol

“Besok aku kan ke China, apa kau mau ikut? Itu pun jika kau tidak sibuk, sekalian kita akan melihat-lihat China. Kau mau?” Tanya Chanyeol penuh dengan harapan, menanti Jawaban Dasom

“Eung… eottokhae” Dasom menggigit bibirnya bingung, karena besok dia juga ada pemotretan.

“Apa kau tidak bisa? Hufft baiklah, gwaenchana..” Ucap Chanyeol dengan menghela nafas berat

Eoh aniyaa, aku bisa .. baiklah, tapi aku akan agak terlambat.. gwaenchana? “ tanya Dasom

Ne gwaenchana.. pesawat kami akan lepas landas jam 5 sore.. besok aku tunggu.. annyeong Dasom-ah…” Ucap Chanyeol senang dan mematikan i-phonenya.

“Ne annyeong!” Jawab Dasom dan mematikan i-phonenya juga.

Dasom  terlihat sangat gelisah, melihat jam berulang kali. Dia sedang berada di tempat pemotretan. Tapi masih banyak pemotretan yag harus dia lalui, jam sudah menujukan jam 16:30 yang berarti setengah jam lagi dia harus bergegas ke bandara.

Sementara itu Chanyeol juga gelisah menunggu Dasom. Entah sudah berapa kali dia mondar mandir menunggu kedatangan Dasom, setengah jam lagi pesawat mereka akan meluncur ke China. Berulang kali dia menelpon Dasom tapi tidak di angkatnya. “Apa dia tidak jadi ikut? Akhhh…” Batin Chanyeol putus asa menunggu Dasom.

“Yakk… kenapa dari tadi kau bolak balik seperti setrika baju. Kau menunggu siapa?” Tanya Xiumin sambil cilingak-cilinguk melihat sekitar

“Aku sedang menunggu seseorang, hyung..” Jawab Chanyeol tanpa melihat Xiumin

“Apa Dasom lagi?” Tebak Suho asal.

“Memangnya kenapa? Tidak apa-apa kan aku mengajaknya. Lagipula tidak akan ketahuan fans..” Chanyeol sedikit melirik ke Baekhyun, tapi Baekhyun tidak merespon karena ia memasang headset di telinganya dan sedang ketiduran dengan bantal yang melingkar di lehernya.  “Ish namja satu ini…” Dengus Chanyeol.

“Tapi sebentar lagi kita berangkat, apa sempat dia kemari?”  Kyungsoo melihat jam dan menatap Chanyeol

“Ummm”  Chanyeol hanya bisa bergumam dan menundukan kepala nya lalu duduk. “Semoga saja dia sempat…” Batin Chanyeol sangat berharap.

Di sisi lain, Dasom juga sangat gelisah dan tidak bisa tenang. Soyou yang dari tadi melihat Dasom seperti akan masuk ke penjara karena tingkahnya yang sangat gelisah tidak dapat diam dan terus berdecak keasal dan berbicara sendiri.

“YAA Kim Dasom… kau kenapa eoh?? Kau seperti dikejar hantu saja, tenangkan dirimu!” Seru Soyou gemas meliat maknae kesayangannya itu. Tetapi Dasom tidak memperdulikannya bahkan Dasom tidak mendengar perkataan Soyou.

Aiigoo aku terlambat, sudah jam 5 lewat 15 menit, aish kenapa pemotretan ini lama sekali, ah aku ingin kabur rasanya. Eottokhae??” gerutunya, karena sudah tidak tahan Dasom pun bangun dari tempat duduknya.

Sajangnim, apa masih lama pemotretannya?” tanya Dasom pada manajer yang mengatur pemotretan.

“Anii hanya tinggal sedikit, kau sepertinya gelisah? Apa kau mau pulang? Kalo itu mendadak, kita ambil tiga take lagi dan setelah itu selesai, kau bisa pergi.. Jja” Ucap manajer itu mengerti karena banyak yang memperhatikan Dasom yang begitu gelisah, tidak seperti biasanya yang akan duduk diam tanpa suara.

“Ahh syukur lah”Batin Dasom, dia pun segera mengambil take foto. Tanpa muka berdosa dia tidak melihat muka Soyou yang cengang karena diabaikan oleh Dasom.

“CK.. Mwoya ishh” Decak Soyou kesal karena sama sekali tidak diperhatikannya.

Dan akhirnya selesai pemotretan Dasom. Dia lihat jamnya, “Omo!! Jam 6 aishh aku pasti sudah di tinggal!” Ucapnya langsung bergegas mengambil tas dan keperluannya. Dia segera berlari ke taksi dan membawa koper yang sudah dia persiapkan dari tadi. Dia pun berjalan menuju bandara, dan menelpon Chanyeol. Tapi nomornya tidak aktif.

“Ahh aku bisa gilaaa!!” Dasom membanting handphonenya dengan kesal dan putus asa . Dia tidak menyadari sedang hujan deras. Dia hanya memikirkan agar cepat sampai. Tidak lama kemudian dia sampai, dan jam menunjukan 7 malam. Dia mencari- cari Chanyeol dan yang lain. Dan melihat keberangkatan menuju China. Dia pun menunduk dan duduk pasrah di kursi saat melihat keberangkatan China sudah berangkat. Tentu saja dia sangat terlambat, Dasom seperti ingin menangis karena menyesalinya.

“Dasom-ah…” seseorang memanggil nya dan menyentuh bahunya.  Dan membalikan badan dengan senyuman yang bahagia karena bisa bertemu  Chanyeol.

Eohh Chanyeol-sshi.. ahh kau belum berangat bukannya sudah berangkat pesawatnya?”  Ucapnya dengan langsung menanyakannya.

Anniya, neo jeongmal pabo anniya haha? Bagaimana mau berangkat? Bukannya tadi hujan deras? Kau tidak sadar eoh? Aigo…” Chanyeol merasa Dasom sangat lucu, sepertinya dia sangat ketakutan ditinggal.

“Ahh begitu kah? Eohh.. aishh jangan memanggil ku pabo.. seenakmu saja, dasar namja idiot!!” Dasom membalas ejekan Chanyeol , tak sadar pipinya memerah. Chanyeol yang melihat itu hanya tertawa dalam hatinnya.

“Yeahh.. hai Dasom.. kau ikut? Wahh pasti sangat ramai.. Oya saatnya berangkat.” Ucap Kai merangkul Chanyeol bermaksud menarik perhatian Dasom maknae polos sexy sistar itu. Dasar mesum!” Gumam Chanyeol kesal.

Kajja Dasom-ah” Ucap Chanyeol melepaskan rangkulan Kai kasar dan menarik lengan Dasom. Mereka masuk menuju pesawat. Dasom hanya diam dan tersenyum.

Di dalam pesawat mereka duduk berdua dan saling bercerita tentang sepinya mereka masing-masing tidak bertemu satu sama lain, ah sepertinya bukan kesepian melainkan kerinduan. Chanyeol tau Dasom sangat menyukai Luhan di EXO. Dia memperhatikan Kyungsoo yang sedang tertidur dengan wajah polosnya yang sangat ganteng. Membuat Chanyeol yang duduk di samping Dasom geram.

“Kau kenapa? Sejak tadi memandangi Kyungsoo hyung? Kau menyukainya? Ah tentu saja. Kau bahagia eoh?” Tanya Chanyeol sembari  mengerucutkan bibirnya. Dasom menutup sigap mulut Chanyeol.

“Yakk bisa kau pelan kan suara mu, nanti yang lain dengar. Ahh molla, aku hanya mengidolakannya. Dasar idiot” Jawab Dasom dan memasang earphone dan tidur tidak memperdulikan Chanyeol.

“Ishh yeoja paboo.. aneh huh! Ucap Chanyeol. Dia menatap muka Dasom, sepertinya dia sangat kelelahan. Mukanya sangat polos dan membuat siapa saja tidak jenuh memandangnya. Tak lama, Chanyeol merasakan detak jantungnya dengan cepat. Dia pun memalingkan pandanganya. Dan merasakan debarannya belum hilang. Dia pun berpikir apa yang dia rasakan sekarang dan dia tau apa Jawabannya. Dia menyukai gadis ini. Gadis yang datang saat dia membutuhkannya.

“Huftt tenangkan dirimu Park Chanyeol!” Chanyeol membuyarkan pikiranya, dia pun memejamkan matanya dan ikut tertidur.

Tidak berapa lama pesawat sampai ke China. Yang lain telah bangun. Namun Dasom masih tertidur. Chanyeol menyuruh Kyungsoo untuk menggendongnya menuju mobil , Kyungsoo yang bernama lengkap Do Kyungsoo pun mengiyakan. Lagi pula dia sudah terlalu banyak tidur. Dan juga badan Dasom tidak berat. Dengan gentleman Kyungsoo menggendong Dasom. Jika saja saat itu Dasom sadar mungkin Dasom akan mati sejenak karena tidak menyangka akan digendong idolanya sendiri.

Setelah sampai di mobil, mereka pun menuju hotel yang akan dia tempati. Dan Kyungsoo masih menggendong Dasom hingga ke kamar hotel. Dasom tampak sangat kelelahan sampai dia tidak merasakan apapun saat digendong. Chanyeol tidur sekamar dengan Dasom. Tapi dia memilih tidur di sofa. Dia sekamar dengan Dasom untuk memastikan Dasom baik-baik saja, sementara itu di kamar yang lain.

“Apa tidak apa-apa mereka satu kamar hyung?” tanya Sehun ke Suho.

“Entah lah Chanyeol bisa berpikir dewasa.” Jawab Suho.

“Apa yang mereka lakukan yah? Shh” Ucap Kai menempelkan kupingnya ke dinding karena di samping dinding itulah kamar Chanyeol dan Dasom.

“Yakk!! Mesum..!!” Kyungsoo menjewer kuping Kai.

“Aaa-aahh yakk Kyungsoo hyung,, ishh appo” Jawabnya.

“Kau ini, sana tidur, kau bisa-bisa kelelahan lagi.” Ucap Kyungsoo menyuruh Kai tidur.

Arraseo eomma!” Kai menuruti kemauan Kyungsoo dan mengerucutkan bibirnya, karena kesal.

“Ishh eomma eomma kau pikir aku eommamu huh.” Ucap Kyungsoo.. dia tidur satu kasur dengan Kai. Mereka semua kelelahan karena jadwal yang padat dan penerbangan panjang.

Semua tertidur lelap. Kecuali seseorang yang sekarang tengah berdiri di teras jendela hotel dengan menikmati angin malam dan menatap kekosongan seperti ada yang mengganjal, dia menyimpan sesuatu yang tidak di ketahui siapapun.  Dengan menghela nafas panjang, dan perlahan memejamkan matanya saat itu juga setetes air mengalir dari pelupuk mata kirinya. Air mata yang mengalir itu menyiratkan seberapa parah luka yang dia tahan sekarang, tidak seorangpun mengerti itu.  Menikmati angin yang berderu di kulitnya dan mengingat kejadian itu, yang membuatnya harus menyembunyikan lukanya yang sekarang bertambah parah seperti di siram air panas, ia seperti ingin memberontak. Tetapi dia sadar jangankan memberontak untuk berkata satu kata pun ia tidak bisa. Setelah mengingat kejadian itu, ia membuka matanya.

I need… yoouuuu….” Ucapnya lirih begitu menyedihkan…

TBC…

“HUAAAAAHHH” author ngeregangin tangan setelah dari jam 11 siang sampe jam 3 sore nulis ini ff, bagaimana? Maaf kalo campur bahasa korea sedikit. Biar lebih terasa life korea nya. Kritik dan saran aka sangat senang saya dengar ^^.

NOTE : Di sini EXO masih mempersiapkan comeback overdose, dan kris belUm out. Masih banyak yang akan terjadi di part yang akan datang. Just support and like this fanfic ^^. I will give you a teaser of part 2 “TEARS”

 

 

“Tears” (part 2) teaser

 

Dasom bangun dari tidurnya dan terkejut berada di satu kamar dengan Chanyeol.

EXO berhasil melakukan konser di China, tetapi setelah konser terjadi beberapa keributan dan Luhan mengalami cedera. Kris diam – diam mempunyai penyakit yang tidak di ketahui CEO dan teman-temannya.

Saat kembali ke Korea Kyungsoo dan Kai hampir mati karena ulah salah satu sasaeng fans, Kyungsoo dilarikan ke rumah sakit karena sempat koma. Terjadi kekacauan pada SM ent.

Soyou menangis karena seseorang yang disukainya. Hyorin menulis lagu solo yang diam – diam menceritakan kisah cintanya.

Wait the next part ^^

9 thoughts on “Sistar – Exo Fanfiction | TEARS | Dasom – Chanyeol – Baekhyun| Hurt – Romance – Friendship | Part 1

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s