Sistar – Exo Fanfiction | TEARS | Dasom – Chanyeol – Baekhyun| Hurt – Romance – Friendship | Part 2

tears1

 

Tittle :  Tears (2)

Pair : Kim Dasom Sistar & Park Chanyeol & Byun Baekhyun

Other cast : Sistar , EXO

Length : Chaptered

Author : ByBoo (@nandha_wo)

Editor : LidyaNatalia

Rate : T for Teen (12)

Genre : Sad, Drama Series, Romantic, Comedy, Idol-life

***

Quote : “There just too much things that time cannot erase”

 

Thanks to support my first Fanfic ^^

***

Semua orang tertidur lelap, kecuali seseorang yang tengah berdiri di balkon sebuah kamar hotel sembari menikmati angin malam dan menatap kekosongan. Seperti ada yang mengganjal, dia menyimpan sesuatu yang tidak diketahui siapapun.  Dihelanya nafas panjang, dan perlahan dipejamkan matanya saat itu juga setetes air mata mengalir dari pelupuk mata kirinya. Air mata yang mengalir itu menyiratkan seberapa parah luka yang dia tahan sekarang, tidak seorangpun mengerti itu.  Menikmati angin yang berderu di kulitnya dan mengingat kejadian itu, yang membuatnya harus menyembunyikan lukanya yang sekarang bertambah parah seperti disiram air panas, ia seperti ingin memberontak. Tetapi dia sadar,  jangankan memberontak untuk berkata satu kata pun ia tidak bisa.

-Flashback-

“Plak!!”

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Baekhyun.

“Kau baru saja memulai debutmu pabo, kau sudah mau memulai dengan gosip seperti ini? Ck..  Bukan kau saja, tapi teman-temanmu yang lain akan ikut terkena!” Emosi meluap dari seorang ceo management SM ent, bukan Sooman. Karena pada saat itu Sooman tengah sibuk dengan bisnis luarnya. Dia adalah Youngmin wakil ceo management SM dia memegang 10% saham SM ent.

Jeongsonghamnida” Ucap Baekhyun datar. Dia memang merasakan sakit di pipinya. Tapi dia seorang namja tidak mungkin dia menangis.

“Kau bodoh! Seharusya kau memanfaatkannya dengan dekat artis yang tenar agar reputasimu semakin baik dan kau mendapat banyak fans. Bukan dengan artis itu, bahkan dia tidak terkenal di grupnya.” Tatapan sinis dari Youngmin di Balas oleh Baekhyun. Tentu saja Baekhyun sangat marah, matanya memerahm tangannya mengepal kuat siap melepaskan pukulannya ke pipi seseorang, tapi ia menahannya mengingat kata-kata orang tuanya yang ingin melihatnya sukses.

“Ckk.. kau mau apa? Memukulku? Hanya demi yeoja seperti itu kau mau ku keluarkan dari grup ? HAH!!” Tegas Youngmin ceo.

Anniyeo Sajangnim!” Tunduk Baekhyun, hatinya kini merutukinya karena tidak bisa membela yeoja yang sangat di sayanginya. “Mianhae Dasom-ah..” Lirihnya dalam hati.

“Mulai besok jauhi dia, dan jangan pernah mencoba untuk meNdekatinya. Kau mau tindakan itu kulAkukan lagi padanya?” Youngmin mengancam Baekhyun, sebenarnya dia sudah tahu lama tentang itu. Youngminlah yang pernah mengirim beberapa paket misterius yang berisi boneka dengan banyak darah kepada Dasom dan itu pertanda dia bisa saja membuat Dasom keluar dari sistar atahu yang lebih buruk dia akan membunuhnya atahu membuat Dasom cacat.

Nde Arraseo sajangnim” Baekhyun balik keluar dia sudah tidak tahan dengan kata kata pedas CEO baru SM itu.

Setelah mengingat kejadian itu, ia membuka matanya.

I need… yoouuuu….” Ucapnya Lirih begitu menyedihkan.

***

Matahari mulai memasuki sudut demi sudut kota China, dan mengusik tidur seorang yeoja berkulit putih mulus, yah dia adalah Kim Dasom yang kini sedang satu kamar dengan Chanyeol, tidurnya sangat lelap mungkin karena kelelahan dengan padatnya jadwal kemarin.

“Hooammmm.. eunghhhh….” Dasom bangun dengan mata masih terpejam sembari meregangkan tangan dan badannya. Dia memfokuskan pandangannya, dilihatnya sekeliling tempat yang baru saja dia tiduri. Dimana Aku? Apa Aku sudah di China, tapi kenapa Aku tidak ingat turun pesawat ya..” Batinnya. Dia melihat seseorang, seakan tidak percaya ia mengucek matanya dan memfokuskan pandangannya lagi.

M-Mwooo… yaaaaaaaaaaaaakkkkkk!!!!” Teriak Dasom setelah melihat Chanyeol tepat tidur di sampingnya. Karena terkejut Chanyeol langsung bangun.

Mwoo Mwoo.. ada apa, apa yang terjadi” Chanyeol meNdekati Dasom.dan hampir memeluknya. Dasom melototkan matanya dan menendang Chanyeol.

“Yakk idiot kenapa kau bisa di kamarku, apa yang kau lAkukan pervert!!!” Teriak Dasom dan melempar bantal bantal ke arah Chanyeol bertubi-tubi.

“Aaa.. appo, Yakk geumanhae… kau fikir Aku mau lAkukan apa, Aku tidak melAkukan apa-apa kau jangan menuduhku yang tidak-tidak pabo-ya” Kesal Chanyeol.

“Tapi kenapa kau berada di kamarku, hah?”

“Aku kelelahan ja-jadi Aku tertidur tapi Aku juga harus menjagamu makanya Aku tidur disini” Ucap Chanyeol menjelaskan dengan sedikit terbata-bata karena takut dengan tatapan mematikan Dasom.

“Tapi kenapa kau harus tidur denganku, kau kan bisa di sofa..” Balas Dasom membuat Chanyeol tersudut.

Aishh MOLLA!!” Chanyeol keluar karena merasa kalah dengan debat panjangnya dengan Dasom. dan berjalan menuju room EXO yg lain.

“Yakk kau mau kemana.. Ishhh jinjja!” Dasom merasa terabaikan dan kesal. Setelah itu dia membereskan tempat tidurnya, ya memang kebiasaanya dia tidak bisa melihat ruangannya berantakan, biarpun itu kamar hotel. Dasom merupakan maknae super bersih dan palling rajin di dorm. Walaupun dia manja hanya manjanya dia ingin dibuatkan susu sebelum tidur atahu meminta unni nya membelikan makanan atahu boneka kesukaanya. Tak heran unniunninya sangat menyayangi Dasom.

***

EXO sekarang tengah bersiap-siap untuk konsernya nanti malam, semua berpakaian rapi walau tahu di stadion atahu tempat konser nanti mereka akan dirias ulang oleh make-up artis. EXO merupakan salah satu boyband trend center sekarang banyak yang mengikuti gaya style mereka terutama Kris kaerna tubuh proposionalnya dan muka coolman yang banyak di kagumi oleh fansfansnya.

“Chanyeol-ah.. palli.. kita akan terlambat” Teriak Suho sembari menggedor kamar mandi Chanyeol.

Arraseo Hyung, chakkaman Aishh” Dengus kesal Chanyeol, jika saja dia tidak berdebat dengan Dasom mungkin dia tidak akan terlambat dari yang lain.

Saat semua sudah selesai mereka keluar pastinya dengan menggunakan kacamata, topi, atau style yang lain untuk penyamaran mereka. Mereka pergi menuju tempat konsernya. Semua berjalan baik-baik saja di perjalanan, betapa senangnya EXO M bisa melihat kampung halamannya yang mereka cintai. Tao sangat antusias menjelaskan tiap sudut koTanya itu kepada member EXO K dan memberi pelajaran bahasa sedikit. Sejam, perjalanan mereka sampai.

“Okay China, Lets Do That…..” Ucap Suho semangat untuk melAkukan konser.

Mereka bergegas turun dari mobilnya karena sudah banyak fansfans yang mengerumini nya. Mereka langsung masuk ke tempat make up dan mengganti baju mereka. Ada yang menunggu sambil berlatih suaranya dan ada yang sedang fokus dengan melihat make up mereka. Namun di sisi lain ada yang sedang memasang muka datar, siapa lagi kalau bukan Baekhyun. Namun sepertinya yang lain menikmati detik detik akan konser mereka.

Di tempat lain, Dasom telah menyusul EXO ke konser mereka, yah Dasom memang sudah memegangi tiket Class VVIP tentu karena dia juga fans dari EXO. Senyum sumringah nya menanti idolnya itu tampil, sejam kemudian tepat pukul jam 7 malam EXO pun memulai konser besarnya di China, membawakan lagu Yang sedang membawa mereka tenar, “GROWL” yeah,, lagu yang bertemakan serigala yang jatuh cinta dengan manusia mampu membius dunia serta kegantengan dan remix suara mereka yang semakin membuat lagu ini disukai.

Di penghujung konser mereka berkumpul, dan melakukan pelukan yang menandakan mereka bangga telah melakukan konser yang maksimal untuk fans mereka. Sebagian dari mereka beristirahat sembari mengganti baju mereka dan menghapus make up mereka dan sebagian lagi melihat lihat bingkisan dari fans mereka.

“Wooooaahhhhhhhh,,, panda panda!” Teriak Tao saat membuka bingkisan dari fans nya.

Yang lain hanya tertawa, namun ada juga yang melemparnya dengan kertas karena keributannya.

“Aku akan ke toilet sebentar.” Ucap Luhan

“Kau harus kembali cepat, sebentar lagi kita akan pulang” Ucap D.O

Luhan hanya berjalan sambil mengangkat tangan kanannya mengacungkan jempolnya.

Luhan menyusuri tempat konsernya mencari toilet, sambil mendengarkan lagu di earphonenya. Dia tidak menyadari sedari tadi dia di awasi oleh sepasang mata. Sesampainya di toilet, baru saja hendak masuk tiba tiba…

“Bughhhhh” Luhan langsung terkapar setelah mendapat serangan di kepala dan pundak belakangnya, kakinya diinjak bertubi-tubi oleh sosok yang tidak dikenal. Hanya rintihan yang dapat dikeluarkan dari Luhan, karena kepalanya benar benar tidak bisa mengontrol badannya untuk bangkit dan melawan.

“Bughhh!!” Tiba tiba saja datang seorang yeoja memukul seseorang tersebut yang tengah menginjak-injak Luhan, dia memukulnya dengan menggunakan sebuah kayu. Orang tersebut memalingkan badannya dan mendorong jatuh yeoja tersebut sehingga terbentur westafel, namun yeoja itu masih bangkit dan saat mau memukul lagi seseorang tersebut telah pergi berlari.

“Yakkkk!!! Yakkk!! Kemari kau… Ishhhh…!.”  Geram yeoja tersebut. Luhan mengerjap-ngerjapkan matanya, kepala dan badannya benar benar sakit, dia memfokuskan pandangannya.

“Da-Dasom” Ucapnya lirih, yah benar yeoja tadi adalah Dasom. Sebenarnya Dasom sudah curiga semenjak  konser hendak mulai tadi, ketika dia hendak masuk, dia bertabrakan dengan orang tersebut. Dasom melihatnya berpakaian serba hitam dan memakai masker, serta melihat foto EXO yang jatuh dari genggamannya tapi saat mengambil foto tersebut ia melihat Luhan dilingkari tanda merah. Dasom yang melihatnya tadi terkejut. Makanya sedari tadi dia mengikuti orang itu.

“Luhan-ssi gwenchana,?? Aku akan menelpon yang lain Nde… bertahanlah.” Dasom menghampiri  Luhan dan mengambil ponselnya. Dia menelpon Chanyeol, tetapi tidak diangkat.

Aishh kenapa telponnya tidak diangkat?!” Dasom frustasi, melihat keadaan Luhan yang sudah hampir tidak sadar. Dasom menelpon Ambulanss. Dia memutuskan menopang Luhan dan membawanya. Dia bahkan tidak sadar keningnya berdarah karena hentakan yang keras tadi.

Saat sampai di ruang istirahat konser semua panik dan terkejut.

“LUHAN!! DASOM…kalian kenapa…??” Ucap member EXO yang terkejut. Semua kru berlarian ke ruangan tersebut dan memperTanyakan banyak perTanyaan ke  Dasom apa yang sebenarnya terjadi. Chanyeol tidak ada di sana, ternyata dia masih di tempat konser melayani fansfans ya.. yah mungkin karena dia ramah.

Ambulans datang dan segera membawa Luhan menuju rumah sakit terbaik di China. Para kru pun menelusuri dan mencari tahu siapa kah orang yang membully Luhan, saat meNdengar berita tersebut Chanyeol langsung berlari ke ruangan peristrahatan itu.

“Dasom.. dasoomm!” Khawatir Chanyeol, dia melihat sekitar dan ada seorang yeoja manis yang tengah membereskan tasnya yaitu Dasom. Semua panik sehingga hanya memperhatikan Luhan yang tengah luka parah.

Nde??” Dasom membalikan tubuhnya dan melihat ke arah Chanyeol. Chanyeol terdiam melihat darah segar yang masih mengalir pada kening Dasom.

Kau!! Gwenchana?? Kenapa kau tidak ikut ke rumah sakit hah??”  Marah Chanyeol, dia sangat khawatir dengan Dasom. Wajah Dasom terlihat sangat pucat.

Gwenchana, Luhanlah yang palling banyak luka. Nan, gwenchana yeoll-ah..” Ucap Dasom sedikit lemah dan tersenyum.

Kau pabo?? Jeongmal paboo.. kau tidak melihat keningmu berdarah seperti ini?? Kau masih mengatakan tidak apa-apa? Kau seharusnya mementingkan keadaanmu, kau bisa saja dibunuh oleh sasaeng tadi, kau kenapa membahayakan dirimu sendiri hah??” Amarah Chanyeol tidak terhindari .

“Sudahlah aku tidak apa apa” Dasom tersenyum, dia tahu Chanyeol sangat khawatir.

Aishh” Geram Chanyeol melihat sifat Dasom yang slalu saja terlalu baik. Dia menggendong Dasom. Dasom sangat terkejut.

“Aku akan membawamu kerumah sakit!!” Ucapnya berjalan menuju keluar.

“Yakk .. nanti ada yang melihat!” Ucap Dasom, dia khawatir akan fans Chanyeol. Chanyeol tidak memperdulikannya, dia segera berlari ke parkiran dan mencari mobil yang telah dia sediakan untuk pulang berdua bersama Dasom.

Di sisi lain, ada seseorang yang mempehatikannya dari jauh, dengan mencengkram dadanya, memukul dinding yang melindunginya untuk melihat kejadian romantis tadi. Yeah.. dia Baekhyun. Baekhyunlah yang menyuruh kru untuk memberi tahu ke Chanyeol saat sedang berlangsung kejadian tersebut. Kenapa tidak dia saja yang membantu Dasom? hah, itu adalah kemauanya yang sangat diinginkannya, dia sangat terluka melihat kejadian itu. Bukan dia tapi orang lain lah yang membantu Dasom. perasaanya sangat terluka, dia harus menahannya. Entah seperti apa hatinya dan perasanya sekarang. Sakit, tapi dia beruntung masih bisa melihat Dasom. Walau harus rela melihatnya dengan Chanyeol.

***

Di mobil, Dasom hanya diam melihat reaksi Chanyeol yang begitu panik. Dia menatap Chanyeol, entah kenapa dia mengingat Baekhyun. Kemana dia? Kenapa bukan dia yang sekarang tengah khawatir dan panik. Tanpa disadari ia meneteskan air mata. Chanyeol yang tidak sengaja menatapnya saat di jalan terkejut.

“K-kau kenapa menangis? Apa sangat sakit ? Tahan Nde? Aku akan melajukan mobil ini agar cepat sampai.” Ucapnya

A-aniya gwenchana. Kau ke rumah sakit saja melihat Luhan, biar aku ke hotel, aku akan membersihkan darah ini, ini tidak parah kok.” Ucap Dasom dengan lembut, bermaksud membuat Chanyeol tenang. Chanyeol memalingkan mukanya dan menatap dalam Dasom.

“Baiklah, jika itu membuatmu tenang.” Dasom tahu tatapan mata mematikan Chanyeol tersebut. Bukan diam, air mata Dasom malah terus mengalir. Dia sangat terluka, kenapa bukan Baekhyun.

Tak berapa lama, mereka sampai di rumah sakit. Chanyeol  berlari ke UGD membawa Dasom, Dasom segera diberi perawatan. Setelah selesai Chanyeol masuk dan bertanya seribu perTanyaan ke Dokter

“Bagaimana keadaanya dok? Apa dia baik baik saja? Apa ada luka yang sangat serius??” Chanyeol sangat khawatir (Dokter di rumah sakit tersebut ada yang dari korea kalau tidak mampuslah Chanyeol tidak bisa berbahasa China)

“Anda tenang saja, memang lukanya serius sehingga membuatnya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Tapi dengan istirahat yang cukup kesehatannya akan membaik.” Ucap Dokternya dan tersenyum.

“Ah syukurlah.” Chanyeol lega dan segera menghampiri Dasom.

“Sudah ku bilang baik-baik saja kan? Ayo kita menemui yang lain.” Ucapnya.

“Yak!! Kau perlu banyak istirahat, kau masih saja mengkhawatirkan yang lain.” Ucap kesal Chanyeol. Dasom tetap bersikeras untuk bangun.

Kajja..”Ucap Dasom lembut, Chanyeol yang melihatnya pun mengalah.

Aishh jinjja, kau harus berjanji, kau akan pulang dan beristirahat jika sudah melihatnya nde?” Chanyeol memperingati Dasom, sebenarnya Chanyeol tahu keadaan Dasom sedang lemas. Tapi melihat dia begitu terlalu bersimpati dengan orang, Chanyeol pun mengalah.

Mereka menuju ruangan Luhan yang sedang dirawat intensif, karena beberapa cederanya yang fatal. Saat mereka datang, semua terkejut dan mengerumuni mereka

“Eh.. Chanyeol-ah. Kau dari mana hah? Semua panik, dan hanya kau dengan Baekhyun yang tidak ada.” Omel Suho “Ehh Dasom k-kau kenapa? Aish, Aku lupa kau.. kau kan yang menyelamatkan Luhan, Mianhae Dasom-ah kami melupakanmu ..” Lanjut Suho saat melihat Dasom di belakang Chanyeol

M-mwo? Kau menyelamatkan Luhan nunna? Wooahh daebak.. gomawoyo nunna sudah menyelamatkan hAnnieku. Sebagai gantinya Aku akan membelikanmu bubble tea nanti Ndee??” Ucap Sehun

“Kau tidak apa apa Dasom?” Tanya D.O

Mian mian, kau ini.. dia kan yeoja, masa kalian tidak memperdulikannya. Aish,” Geram Chanyeol hendak memukul Suho

“Hehe..” Cengirnya Suho.

Gwenchana Aku baik baik saja, janji Sehun nde?“ Senyum Dasom. Dia gemas melihat tingkah Sehun.

“Bagaimana bisa kau menyelamatkannya? Kau terlalu mengambil resiko besar Dasom-ah. Bisa saja kau terbunuh..” Ucap Kris yang diam-diam mengkhawatirkannya. “… sebelumnya terimakasih kau sudah menyelamatkan member kami.”

“Aku juga sangat penasaran, apa kau berlatih bela diri Dasom nunna?” Tanya Tao gemas.

“Hehe, Anniya. Umm sebelum aku masuk konser, aku tertabrak oleh orang tersebut, dia menjatuhkan sebuah foto kalian, namun ada Luhan yang dilingkari merah. Dari situ aku terus memperhatikan Luhan. Dan benar Luhan mendapat musibah buruk saat ke toilet. Dia dipukuli habis-habisan saat itu di kepala dan pundaknya, sehingga dia sudah tidak dapat melawan. Aku mengambil kayu yang ada di sekitar situ dan memukul orang tersebut dan berteriak. Tetapi aku didorong hingga terbentur di westafel, saat aku mau mengejarnya dia sudah menghilang.” Cerita Dasom panjang lebar

“Woaaahh jinjja daebakk!!” Ucap Tao dan Kai.

“Ck.. seharusnya kau menelpon tahu memberi tahu kami.. bukan mencelakakan dirimu seperti ini!” Omel Chanyeol

Aish kau ini Chanyeol-ah seharusnya berterimakasih jangan memarahinya. Kalau tidak ada dia, mungkin Luhan akan lebih fatal bisa saja dia meninggal.” Xiumin bangun dari duduknya karena melihat mereka yang berdebat.

“Bagaimana keadaan Luhan-ssi apa dia baik baik saja??” Tanya Dasom

“Kau ini masih mengkhawatirkan orang, kau terlalu baik Dasom-ah. Dia sedang dirawat. Dia pasti akan baik baik saja berkat kau. Pulanglah dan beristirahat. Kau juga sakit.” Ucap D.O.

“Kau dengar itu? Kajja!” Ucap Chanyeol memandang Dasom.

“Baiklah, eumm aku akan pulang sendiri kau di sini saja bersama member lain. Aku pulang permisi, annyeong!” Pamit Dasom, di tahan oleh Chanyeol.

“Aku akan mengantarmu. Kau ini…” Geram Chanyeol.

Gwenchana kau di sini saja, Aku bisa naik taksi.” Senyum Dasom melepaskan tangan Chanyeol yg memegang tangannya.

Aishh tidak mau!!” Omel Chanyeol.

“Iya. Lebih baik kau diantar Dasom-ah, kau sudah terlalu baik buat kami.” Lay menasehati Dasom.

“Eumm.. baiklah,” Dasom pun mengalah, dia pulang dengan Chanyeol.

Sepanjang perjalanan pulang mereka hanya diam, Dasom sedang melihat ke arah luar kaca. Dia sedang berfikir.

“Baekhyun Oppa kemana? Kenapa tadi tidak ada dia di sana? Apa dia baik baik saja? Hmm.. Oppa, nan jeongmal bogoshipposo” Batin Dasom.

Chanyeol mengantar Dasom menuju kamar hotel.

“Kau beristirahat lah Nde? Aku akan memesan makanan untuk kita.” Ucap Chanyeol.

Gwenchana, biar Aku yang memasak. Aku kan fans mu. tidak usah membeli.” Dasom menahan Chanyeol

“Kau ini kenapa selalu keras kepala, kau sedang sakit, bisakah kau memperhatikan kesehatanmu?” kesal Chanyeol. Dasom melihat Chanyeol dan tersenyum.

Aishh kenapa dia tersenyum sambil memandangiku, kenapa jantungku berdetak kencang. Ahh tahan Chanyeol-ah.” Batin Chanyeol, tak tahan melihat begitu manisnya Dasom.

“Baiklah, kau bisa memesan makanan..” Ucap Dasom, dia memutuskan untuk mengalah.

“Baiklah Aku akan mencari makanan sehat di dekat sini, kau tunggu Nde? Jangan membuka pintu sembarangan, kau harus memperhatikannya bisa saja itu sasaeng fans kami. Arra?” Ucap Chanyeol, menasehati Dasom. Dasom pun hanya mengangguk.

Chanyeol keluar untuk membeli makanan, sedangkan Dasom menunggu di kamar sembari mengistirahatkan dirinya. Dia mengambil ponselnya. Berniat untuk menghubungi Baekhyun. Namun seperti biasa dia tidak mengangkatnya. Dasom pun mengistirahatkan badannya, sakit kepala yang ditahannya sedari tadi akhirnya mengalahkannya. Dasom pun tertidur, mungkin karena pengaruh obat yang tadi diberikan padanya di rumah sakit.

Tak beberapa lama Chanyeol datang, dia melihat Dasom sudah tertidur pulas.  Dia pun memutuskan untuk makan sendiri. Dia tahu Dasom dari tadi menahan rasa sakitnya. Selesai makan, dia duduk di samping Dasom yang tertidur. Diperhatikannya muka polos dan pucatnya Dasom.

“Kau terlalu baik Dasom-ah, seharusnya kau memperhatikan dirimu juga.” Lirih Chanyeol, dia memegang tangan Dasom

“Apa aku salah jika Aku jatuh cinta denganmu, bukan karena kau datang di saat Aku memerlukan seseorang, bukan juga karena kau cantik. Tapi kepribadianmu yang manis lembut dan lugu. Entah semenjak kapan, Aku sudah menyukaimu. Aku ingin menjagamu. Aku mau kau selalu di sampingku. Aku juga tidak tahu bagaimana caramu membuatku sangat nyaman saat bersamamu. Saranghae Dasom-ah.” Chanyeol mencium kening Dasom, dan tertidur sambil duduk di samping tempat tidur. Bahkan tangannya masih memegang tangan Dasom. Chanyeol juga sangat kelelahan karena konser dan masalah hari ini.

Matahari sudah mulai menampakan sinar terangnya, ditemani deru angin sejuk di China. Dasom mengerjapkan matanya yang terkena sinar matahari pagi, mencoba memfokuskan pandangannya dan bangun dari tidurnya. Dia terkejut melihat seseorang yang sekarang duduk dan tengah tertidur di sampingnya, dengan memegang tangannya.

“A-apa dia semalaman menjaga ku? Kenapa dia memegang tanganku,” Batin Dasom, jantungnya berdegup kencang, tapi dia mencoba untuk tenang. Dia segera bangun dengan melepaskan tangannya perlahan lahan.

“Ahhh akh… appo” Dasom meringis memegang kepalanya. Seperti kebiasaanya, saat dia bangun, dia akan langsung mandi membersihkan badannya. Selesainya, dialangsung membuatkan sebuah sarapan untuk Chanyeol dan dia, sederhana hanya pancake manis berserta susu. Selesai dia menyiapkan, dia pun kembali ke kamar untuk membangunkan Chanyeol.

Dasom mengusap kepala Chanyeol, membelainya lembut dan tersenyum “gomawo, Chanyeol-ah sudah menjagaku semalaman kau pasti sangat kelelahan.” Ucap Dasom dengan nada lembut dan pelan. Tak lama kemudian Chanyeol mulai merasa nyawanya kembali karena panggilan seorang bidadari manis dan lugu itu.

“Enghhh” Dasom menGeram manja, dia pun mulai mengerjapkan matanya dan memfokuskan pandangannya. Matanya tertuju pada seorang gadis yang ada di depannya dengan berbaju sweeter dan hotpans itu.

Good morning” Ucap Dasom lembut dan tersenyum manis.

M-morning Dasom-ah, apa kepalamu baik baik saja? Apa kau merasakan sakit? Apa kau memerlukan sesuatu? Mmian seharusnya Aku yang bangun terlebih dahulu.” Tanya Chanyeol yang membuat Dasom sedikit tertawa kecil.

Mwoya, apa ada yang lucu? Ahh.. apa Aku bau? Baiklah Aku akan segera mandi. Aish Aku pasti sangat jelek saat tertidur, kau pasti melihatnya. Aigoo.” Chanyeol mengerucutkan bibirnya membuatnya semakin lucu.

“Khaaa,, Aku sudah membuatkan sarapan..” Dasom memberikan sebuah handuk.

“Hehe, gomawo.. Aku mandi dulu.” Ucapnya dan segera ke kamar mandi.

Di rumah sakit, member lain sangat senang karena Luhan sudah sadar, keadaanya mulai membaik dengan perawatan tadi malam.

“Luhannie Hyung~.. Aishh untung kau sudah sadar, Aku sangat mengkhawatirkanmuu..” Ucap Sehun dan memeluk Luhan.

“Emhh, gomawo” Luhan melihat lihat kesekeliling mencari seseorang.

“Kau mencari Dasom?” Tanya Kris.

Nde.. eoddiga?” Tanya Luhan.

“Dia baik-baik saja, maaf kami bahkan melupakannya. Kami panik jadi kami hanya mengantarmu ke rumah sakit. Tapi untunglah Chanyeol mengantarnya.” D.O bercerita dan memegang pundak Chanyeol.

“Aku harus berterimakasih dengannya. Apa dia akan kemari?” Tanya Luhan.

“Hmm.. kita akan berangkat ke Thailand, karena di sini sudah tidak aman. Kemungkinan sore kita sudah berangkat. Kau akan bertemu dengannya di bandara. Kami juga telah berkemas. Setelah kau istrahat sebentar baru kita menuju ke bandara. Kau harus berfikiran tenang biar cepat pulih.” Suho datang mendekat.

“Baiklah, ahh.. Aku lapar kalian bawa apa?” Luhan mencari cari makanan

“Ini Hyung dari rumah sakit” seru Sehun dan mengangkat makanan dari rumah sakit tersebut.

Aishh kau fikir Aku bayi mau makan bubur?” Protes Luhan.

“Yakk kau kan sedang sakit. Kau harus makan itu!” Sehun mencubit Luhan.

Shiirooo…” Tolak Luhan dan kemudian memalingkan wajahnya.

“Ohh Please -____-” Kai  memalingkan wajahnya.

“Kenapa mereka masih bertingkah seperti itu di rumah sakit -_-” Bisik Lay dengan Xiumin/

“Entahlah -_- dia temanmu?” Tanya Xiumin dan dibalas gelengan kepala dari Lay.

“Hmm.. Aku  akan ke luar sebentar. Ada urusan yang harus ku selesaikan” Ucap Kris.

“Hmm Nde.. kau mau ditemani??” Tanya Tao.

Anni Aku hanya sebentar” Kris meninggalkan mereka.

“Yakk!! Kau harus cepat menyusul kami ke bandara.. JANGAN TERLAMBAT!!” Teriak Suho.

Di hotel, Dasom sudah berada di ruang makan, menunggu Chanyeol. Chanyeol telah selesai mandi dan segera berlari ke kamar untuk memakai baju.

Drrttttdrttt

Ponsel Chanyeol bergetar, Chanyeol segera mengangkatnya.

Yeoboseyo.. eoh, Nde sajangnim.. eohh?? Hari ini juga? Emm baiklah kalau begitu Aku akan siap siap dan berangkat. Ndee gamshahamnida sajangnim, Ndee” Ucapnya sembari mematikan ponselnya.

“Huuftt… padahal hari ini Aku ingin mengajak Dasom jalan-jalan, Aishh..” Gumamnya.

Selesai berpakaian dan menyimpun pakaian dan kopernya dia pun segera mendatangi Dasom yang telah menunggu untuk sarapan bersamanya.

“Woaahhh  Aku sangat lapar,, Hmm sepertinya enak…” Ucap Chanyeol langsung duduk di samping Dasom.

“Hmm,, kajja makan..” Dasom menuangkan air ke dalam gelas Chanyeol.

kajjaa.. hehe selamat makan…” Chanyeol segera memakan masakan Dasom tersebut, dia sangat terkesima dengan  Dasom yang ternyata pandai memasak.

“Emm oh iya Dasom-ah.. kau harus mengemasi barang-barangmu, sore ini kita berangkat ke Thailand, karena di China sudah tidak aman untuk kami. Kami akan melakukan photoshoot di sana.” Chanyeol memberi tahu di sela sela dia makan.

“Umm Nde!” Senyum Dasom.

Di tempat lain,

(RS)

“Bagaimana hasilnya, Dok?” Tanya Kris. Kris sekarang berada di sebuah RS. Dia sedang melakukan pemeriksaan fisiknya karena akhir-akhir ini dia kerap kelelahan dan sakit-sakitan.

“Hmmm.. apa kau tidak ada waktu beristirahat? Apa kau selalu terlalu memaksakan tubuh mu untuk berkerja?” Tanya Dokter tersebut.

“Hmm iya.. karena kami sekarang tengah naik daun. Kami tidak punya waktu untuk beristirahat.” Jelas Kris.

“Aku akan memberitahu hasilnya. Apa kau siap? Tanya Dokter tersebut. Kris semakin takut, akan menerima kabar buruk. Tapi dia harus tahu karena dia sudah lelah menahan sakit yang kerap datang tiba-tiba itu.

“kau menderita myocarditis atau biasa disebut dengan peradangan yang terjadi di otot jantung. Apa kau mengkonsumsi obat-obatan daya tahan tubuh berlebihan agar kau terjaga?” Tanya doker dengan serius.

“Iya Aku mengkonsumsinya agar tubuhku terjaga dan tidak merasakan kelelahan atau mengantuk” jawab Kris.

“Itu sangat fatal, kau mengkonsumsi berlebihan tanpa mengistirahatkan tubuhmu!” Dokter memarahinya karena tindakannya yang fatal tersebut.

“Ini semuakan perlakuan si licik tak bermanusiawi itu. Aku sudah lelah menjadi robot mereka. Aku akan segera menyelesaikan ini. Hmm kau akan merasakannya Youngmin-sshi!” Batin Kris dan tersenyum iblis yang membuatnya sangat tampan dan sexy.

“Baiklah, Dok. Terimakasih telah memeriksaku.” Ucapnya dan bangun dari tempat duduknya.

“Kau harus pastikan beristirahat setelah ini” Ucap Dokter tersebut dan ikut berdiri

“Aku mengerti” senyum Kris dan meninggalkan ruangan tersebut. Tak lupa dia memberikan sebuah tanda tangan untuk Dokter tersebut karena anaknya sangat ngefans dengan Kris.

Member EXO tengah berkumpul di bandara. Mereka menunggu Chanyeol dan Dasom. sementara itu mereka terus memperhatikan Baekhyun yang sedari tadi terus diam. Bahkan mereka baru melihatnya hari ini. Entah dia datang dari mana.

Hyung. Kau dari mana? Kau tidak ada berkumpul di rumah sakit? Kau kenapa sebenarnya Hyung??” Tanya Sehun yang penasaran. Baekhyun tidak memperhtikannya dan hanya memejamkan matanya menikmati musik di earphonenya.

“Yak.. kau tidak usah mengganggunya” Suho menarik Sehun, dibalas muka ngambek Sehun yang lucu.

“Ahh Hyung.. kan Aku cuma khawatir. Ish!” Desis Sehun.

“Ahhh itu mereka, “ Ucap Chen.

“halo halo.. apa kalian menanti kami” Ucap Chanyeol dengan muka sok-soknya.

“Yakk kenapa kau terlambat eoh..” Suho mengambil ancang-ancang untuk menjitak Chanyeol.

“Luhan-ssi.. apa kau sudah baikan?” Dasom langsung menghampiri Luhan yang tengah duduk.

“Dasom-ah.. eooh nde Aku sudah baikan, hanya kakiku masih terasa sakit. Kau bagaimana? Aku sangat berterimakasih kepadamu. Jika kau tidak ada mungkin Aku sudah tidak lagi di grup ini” Luhan memegang tangan Dasom dan sangat berterimakasih dengannya.

“Ahh Anni gwenchana.. Aku juga baik baik saj. Kau harus beristirahat ne?” jawab Dasom.

“Yakk Yakk lama sekali kalian berpegangan” Chanyeol menarik tangan Dasom.

Aiigoo -_- memang kau siapa, Ish” Luhan melihat Chanyeol dengan tatapan sinis.

“Biarin :p” Jawab Chanyeol dan menjulurkan lidahnya. Dasom hanya tersenyum melihat tingkah mereka.

*bunyi pemberitahuan pesawat akan terbang*

Baekhyun yang duduk telah hilang.

Kajja berangkat…” Ucap Suho dan memperhatikan semua membernya.

E-eoohh Baekhyun kemana?” Tanya Suho dan melihat lihat sekeliling.

“Itu dia sudah duluan sedari tadi.” Tao menunjjuk ke arah depan. Baekhyun bahkan sudah masuk ke dalam trowongan untuk ke pesawat.

Aishh ige namja jinjjah!!” Kesal Suho.

Kajja.. kita harus bergegas.” Ucap D.O.

Mereka pun berjalan masuk ke pesawat dan mengambil tempat duduk masing-masing. Menikmati perjalanan terbang mereka dengan beristirahat.

Tiga jam kemudian mereka sampai di bandara Incheon Seoul. Dengan wajah kelelahan ditutupi masker penyamaran dan kaca mata hitam mereka, mereka turun dari pesawat dan menuju ke dalam bandara.

“Chanyeol-ssi Aku akan berjalan terakhiran Nde??” Dasom bermaksud untuk tidak bersamaan dengan member EXO.

Eh Wae? Gwenchana kau tidak akan diketahui.” Ucap Chanyeol menepuk pundak Dasom.

“Ahh Aku lapar, apa kalian tidak lapar??” Tanya Kai dan memegang perutnya.

“Yah Aku juga lapar” Sehun dan Tao pun memegang perutnya dan mengerucutkan bibirnya.

“Karena semua kelaparan, kita makan di bandara saja bagaimana?”

Ndeee!!!!!” Tao Sehun dan Kai berteriak bersamaan. Merekapun segera ke cafe untuk makan. Dasom mengikuti mereka karena paksaan Luhan dan Chanyeol.

Di cafe mereka memesan makanan masing-masing favorit mereka. Dasom hanya diam, dia tak memesan makanan, entah kenapa dia gelisah sendiri. Dia  merasa ada sasaeng yang mengikuti mereka lagi.

“Kau kenapa Dasom-ah. Kau kelihatan tidak nyaman. Apa kau ada jadwal?” Tanya Luhan.

Anni, apa kalian tidak merasa diawasi, perasaanku tidak enak.” Ucap Dasom dengan muka khawatir.

“Ahh itu karena kau parno semenjak kejadian kemarin, sudah santai saja. Cafe ini sudah kita booking, jadi tidak ada seorangpun di sini. Da tidak ada yang mngetahui kita di sini.” Ucap Suho

“Hmm baiklah, Aku akan ke toilet sebentar Nde?” Dasom berdiri dan melangkah pergi ke toilet.

“Hati-hati!” Ucap Chanyeol.

Di toilet Dasom mencuci mukanya, entah kenapa hatinya merasa sesak akan ada pertanda buruk fikirnya.

“Ahh tenangkan dirimu Dasom-ah.. Tenang! Tenang!” Ucap Dasom memandang cermin dan berbicara sendiri. Selesai mencuci mukanya dan memoles sedikit make up untuk tidak terlalu terlihat pucat. Dasom segera keluar dari tolet.

Saat berjalan keluar entah kenapa tubuhnya terhenti di depan tempat pembuatan minuman di cafe itu, di ihatnya seorang pelayan membubuhi minuman dengan sebuah serbuk misterius dan sebuah cairan entah cairan itu apa karena Dasom tidak dapat melihat jelas botol itu. Pelayan itu segera mengantar minuman tersebut. Aneh. Pelayan itu mengenakan topi seakan menutupi mukanya. Dasom memperhatikan gelas yang tadi di lihatnya. Ternyata D.O dan Kai mengambil minuman tersebut, saat pelayan itu pergi Dasom segera berlari ke arah mereka.

Aandweeee,,, jangan minum itu!!” Dasom menahan Kai yang sudah setengah meminum minuman itu, tetapi D.O sudah menghabisinya karena kehausan.

W-wae Dasom-ah?? Kau kenapa??” Chanyeol kaget dan berdiri. Semua pun ikut berdiri dan kaget melihat prilaku Dasom.

“ ohokk ohookk !! Yakk wae??” Ucap Kai protes.

“Arghhh appoo…” D.O merintih memegang kepalanya tak lama kemudia dia pingsan.

“Yaakk Dio Hyung.. waee?” Tao dan lay langsung menangkap tubuh D.O.

“D.O-yaa.. kau kenapa eoh? Bangun” Ucap Suho menepuk-nepuk pipi D.O namun tak ada respon. Wajah D.O pun pucat.

“Yakk !! kau di sana… kemari kau!” Teriak Dasom menunjuk pelayan yang telah lari dengan cepat keluar.

Wae Dasom-ah??” Ucap Chanyeol memegang tangan Dasom.

“Diaa ..dia yg menuangkan sesuatu tadi di minuman itu, makanya Aku hendak mengambil minuman Kai.”

Mwooo?? Dia sasaeng fans lagi? Aishh jinjja kemana dia perginya.. awas saja kalau ku dapat, habislah dia..” Ucap chhanyeol mengambl ancang ancang ingin mencarinya tetapi ditahan oleh Kris.

Geumanhae Chanyeol-ah lebih baik kita mengantar D.O dan Kai ke rumah sakit segera!” Ucap Kris.

Mwo? Kai kenapa??” Ucap Dasom.

“Tidak tahu tetapi kakinya sperti lumpuh sebelah dan dia sangat merasakan kesakitan.” Jawab Xiumin.

Aishh kenapa hari ini. Kajja kita ke rumah sakit” Ucap Chanyeol.

Mereka pun ke rumah sakit, tentu saja bandara kini tengah ribut akan kejadian itu. Banyak fansfans yang mengambil gambar mereka dan segera mengupload ke jejaring sosial. Gempar di mana-mana tentang EXO.

Sesampainya di rumah sakit, D.O segera di larikan ke ruang UGD, dan Kai melakukan pemeriksaan intensif.

“Ahh eottokhae?” seru Dasom dengan sangat khawatir.

Gwenchana Dasom-ah kali ini kami bererimakasih lagi denganmu” Ucap Suho menepuk pundak Dasom.

Aishh kenapa kita sangat di incar sasaeng fans.. apa yang salah dengan kita” Ucap Tao.

“Karena kejadian ini, lebih baik kita jangan terlalu banyak keluar. Dan teliti dengan orang orang di sekitar kita!” Seru Suho.

Setelah satu jam Kai sudah selesai dengan pemeriksaanya, member EXO segera memasuki ruangan Kai. Hanya tinggal Suho dan Kris yg berbicara dengan Dokter.

“Bagaimana keadaanya Dok, apa sangat serius?” Tanya Suho di temani Kris yang tetap tenang.

Anni, dia telah meminum cairan pelumpuh syaraf. Untuk dia hanya meminum sedikit kecil kemungkinan dia lumpuh, tetapi untuk sementara pun dia tidak dapat menggerakan kakinya. Dan itu bisa berlangsung 3-4 hari. Bagaimana bisa dia meminum cairan itu?” Tanya Dokter. Kris pun menjelaskan apa yang terjadi.

Di dalam ruangan Kai tengah berbaring dengan muka pucat.

“Kai, gwenchana?” Ucap Sehun dan yang lain.

“Emm Aku tidak dapat menggerakan kakiku” Ucap Kai dan tersenyum tipis.

MMianhae seharusnya Aku lebih cepat” Dasom menundukan kepalanya merasa bersalah.

Anni nunna, kau menyelamatkan ku. Gomawoo..” Kai tersenyum ke Dasom.

“Kau sangat membantu Dasom-ah.” Chen pun menepuk pundak Dasom .

“Bagaiamana D.O Hyung?” Tanya Kai.

“Ahh dia baik baik saja. Kau istirahat lah” Ucap Xiumin. Dan mereka keluar dari ruangan unuk membiarkan Kai istirahat.

Setelah tiga jam pemeriksaan, Dokter baru keluar dari ruang UGD tempat D.O di rawat.

“Bagaimana keadaan D.O, Dok? Kenapa sangat lama pemeriksaannya?” Tanya Chanyeol.

“Dia mengalami kerusakan pada syaraf otaknya. Keadaanya sekarang koma. Kami akan melakukan perawatan intensif dengannya. Kalian harus sabar dan mendoakannya agar dia bisa sadar.” Ucap Dokter dan segera berlalu. Keadaan pun mencekam entah semua merasa frustasi dengan kejadian ini.

Dasom di antar pulang ke dorm oleh Chanyeol. Karena dia akan ada jadwal. Dia tidak mau Dasom terikut dengan masalah lagi.

“Dasom-ah .. kau sudah pulang?? Bagaimana jalan jalanmu, e-eohh Yakk!! Kenapa kepalamu??” Ucap Hyolyn/

“Ada apa eonnie.. kau berisik sekali?!” Soyou keluar dapur dan pergi untuk melihat mereka.

“Yakk!! Kepalamu kenapa??” Ucap Soyou kemudian kaget dengan perban di kepala Dasom.

Gwenchana eonnie..” Ucap Dasom dan memeluk Hyolyn dengan manja

Wae? Apa ada sesuatu yang terjadi??” Ucap Hyolyn dan mengajak Dasom dudk di sofa

Dasom pun menceritakan apa yang terjadi. Hyolyn dan Soyou pun mendengarkan. Dan sangat terkejut oleh itu.

Mwoo kau berlibur dengan EXO??” Ucap Soyou kaget

“Yak! Seharusnya kau tidak membahayakan dirimu.” Balas Hyolyn yang khawatir.

“Hmmm eonnie.. eotokhae?? Aku sangat takut kan kejadian mereka.” Dasom yang sangat sensitive  perasaanya pun menangis

“Tenanglah Dasom-ah semua pasti akan baik baik saja” Hyolyn mengusap rambut Dasom.

“Aku permisi sebentar nde.. Aku ada telpon.” Ucap Soyou dan segera ke kamar.

Di kamar soyou segera mengambil ponselnya.

“Kenapa kau tidak menceritakannya denganku? Aku sangat khawatir tentangmu akhir-akhir ini, apa kau tidak tahu Aku sangat merindukanmu? Pabo-yaa.. nappeun” Ucap Soyou memandang wallpaper hpnya. Sesorang yang sangat disukainya sebelum mereka ditrainee itu.

“Suho Oppa.. Aku harap kau baik baik saja.” Ucapnya. Ya benar Suho adalah teman semasa sekolah tingkat pertamanya itu dia telah berteman lama, sampai mereka debut di berbeda management. Padahal mereka dulu bermimpi akan melakukan duo yang sangat spektakuler dan akan menjadikan lagu mereka populer dan menang di acara  musik manapun. Foto wallpapernya adalah foto dimana mereka masih sekolah dan baru menjadi trainee. Saat itu Suho adalah kakak kelasnya, yang sangat populer.

*Via telephone*

Yeoboseo.. Suho-ssi” Ucap Soyou.

“ Hmm… Nde Soyou, wae?” Jawab Suho.

Kau gwenchana?” Tanyanya.

“Hmm apa Dasom sudah sampai? Kau harus sangat senang mempunyai maknae seperti dia.” puji Suho dan tertawa kecil terpaksa.

“Jangan berbohong. Kau pasti sedang stress dan banyak pikiran kan? Aku akan menemanimu malam ini.” Soyou sangat khawatir dengan Suho.

Gwenchana.” Balas Suho agak terpaksa.

“Aku akan ke sana jam 10 malam setelah pemotretan. Aku tahu kau takut akan fans mu. Aku akan mengenakan penyamaran. Aku tidak akn merusak karirmu.” Ucap Soyou agak miris, sesak di hatinya jika ia harus mengatakan seperti itu. Dia pun mematikan ponselnya. Soyou meneteskan air matanya.

“Kau masih sama tidak pernah melihatku lebih. Aku merindukan kau yang dulu.” Ucap Soyou memeluk boneka yang dulu diberikan Suho saat ulang tahunnya yang ke 17.

Di kamar Hyolyn, Hyolyn sibuk menulis sebuah lagu. Dasom pun masuk diam-diam.

Ige Mwooya??” Dasom menarik kertas tersebut dan membacanya.

“Yakk !! Aish.” desis Hyolyn.

“Woaah eonnie kau menulis lagu yang sangat memilukan. Apa ini kisah cintamu?” Tanya Dasom dengan muka lugunya.

Igeee..” Hyolyn merampas kembali kertas tadi dan berancang-ancang ingin menjitak kepala magnae nya itu.

“Aaahh..” Dasom segera memrintih sebelum dijitak.

Ish-__- sana pergi istirahat.” Ucap Hyolyn.

Anni Aku mau disini eonnie.” Ucap Dasom manja dan segera berbaring di kasur Hyolyn.

Hyolyn kembali fokus ke lagunya tersebut tanpa memperdulikan Dasom. Dia kembali mengingat orang tersebut. Yah orang yang menjadi inspirasi lagunya ini. Memang benar Ucapan Dasom ini adalah lagu yang menggambarkan kisah cintanya. Dai kembali mengingat orang tersebut, dan ia pun meneteskan air matanya.

Why….. I still love you?”

TBC…

“HUAAAAAHHH” miaan mian authpr lama gak post.. sibuk ujian hehe.. ini mau ujian tapi sempat sempat buat nyelesikan part 2 nya . support terus ya ^^ mian typo bertebaran.

NOTE : Part akan datang EXO akan melakukan comebacknya, dan akan lebih banyak kisah cintanya di sana.Just support and like this fanfic ^^. I will give you a teaser of part 3 “TEARS”

 

 

“Tears” (part 3) teaser

 

 

Semenjak tragedi itu EXO di perketat penjagaanya. Dan pelAku kasus tertangkap. Setelah 1 minggu Kai sudah di paksakan untuk berlatih ceoreography untuk comeback mereka.

 

Hyolyn melakukan debut solonya. Dasom menyelesaikan drama nya, dan mengambil liburan.

Dasom akhirnya mengetahui apa yang terjadi dengan Baekhyun. Dan terjadi perkelahian hebat antara Baekhyun dan Chanyeol. Siapa kah yang akan di pilih Dasom?

 

 

Wait next part ^^ like and comment.

5 thoughts on “Sistar – Exo Fanfiction | TEARS | Dasom – Chanyeol – Baekhyun| Hurt – Romance – Friendship | Part 2

  1. Thank author buat part 2nya,ceritanya makin seru.di part ini dasom blm sadar kalo dia mulai suka sm chanyeol mudah2an berjalannya waktu dia sadar kalo orang yg dia benar2 cintai&butuhin itu chanyeol,so2k yg slalu ada untuk dasom,so2k yg ga prnh takut sm apapun asalkan dia bisa selalu menjaga dasom🙂 ditunggu next partnya ya author…kamsahamida ^^

  2. wahhhhhh buat penasaran nich, masalahnya Dasom m\asih memikirkan Baekyun so bisa saja dasom lebih memilih Baekyun dibanding Chanyeol!!!

    cepat yach posting lanjutannya ke-3 yach..yach…yach…Please🙂

  3. author.. suka banget ceritanya. Dasom dan chanyeol lucu banget, berantem2 tapi perhatian juga satu sama lain. kasian liat baekhyun, dia gak bisa ngungkapin perasaanya😦

  4. Author kok ni belum da sambunngax jgn dilupa donk !! Gantung banget mau tau lg gmn baek hyun chanyeol dasom……akhir kisahnya gmn??

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s