[Remake Fiction ] EXOSTAR’s Fanfiction / My Gentle Wolves / Romance / Friendship / Part 1

sesomchan

Tittle : My Gentle Wolves

Cast : Kim Dasom, Oh Sehun , Park Chanyeol , Yoon Bora, Wu Yi Fan

Genre : Straight , Romance , Friendship

Rate: Teen

Length : Chapter

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre. Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N :Hey Readers!! Long time no see you all :D Well , I come again after disappear for so long. And Then , this is my new fiction story about EXOSTAR ^^ If you dislike this Story , don’t read it , okay?

Disclaimer: Alur cerita milik SHIBA Nana. Aku hanya me-remake-nya menjadi versi SESOM. Selain itu juga akan ada sedikit improve atau modifikasi dan penyesuaian dari aku sendiri.

Let’s check it out the story…

***

Disebuah gedung apartemen mewah dipusat kota Seoul. Tepatnya di salah satu apartement bernomorkan 1315, terdapat seorang gadis yang tengah berdiri di depan sebuah pintu berwarna coklat kayu pohon Ek padahal dari luar pintu itu berwarna abu-abu khas property apartement. Dengan mata berbinar dia menatap ke sekeliling sudut ruangan di apartement mewah tersebut.

1

Sementara di depannya terdapat sepasang suami istri yang tengah tersenyum sumringah menyambut kedatangannya.

“Wah Dasom…. selamat datang!!!!” Seru sang istri dari pemilik apartement yang bernama Yoon Bora yang kini sudah berganti nama menjadi Wu Bora sembari menghampiri Dasom dan mencoba membantunya membawa koper berwarna pink cerah milik gadis tersebut.

Dasom tersenyum menanggapi sambutan dari pemilik apartement yang sangat ramah itu. Sembari mengekor di belakang pemilik rumah untuk memasuki ruang tamu.

“Jangan sungkan ya Dasommie… anggap saja rumah sendiri…” Tambah sang tuan rumah aka Wu Yi Fan atau yang akrab disapa Kris seraya ikut membantu istrinya membawakan barang-barang Dasom ke kamar yang akan di tempati Dasom nanti. Tak lupa dengan senyuman hangatnya juga.

Keduanya beranjak ke lantai atas untuk menyimpan barang-barang Dasom di kamar yang sudah mereka siapkan.

Dan kini tinggalah Dasom sendiri, duduk di sofa bernuansa khas vintage di ruang tamu tersebut. Kembali dipandanginya setiap sudut ruangan itu tadi, di dalam benaknya sudah terbayang akan kamar mewah yang mungkin didapatnya di apartement ini.

“Hummm… membayangkannya saja sudah membuatku seperti di surga…” Gumam Dasom dengan mata terpejam sembari menghirup aroma wangi semerbak yang berada di ruangan tersebut.

“Aku akan tinggal di tempat ini untuk beberapa waktu ke depan….” Ujar Dasom lagi. Kali ini matanya telah terbuka. “Untung saja Bora Ahjumma sama Kris Ahjussi baik, ramah lagi terhadapku. Sepertinya aku akan betah dititipkan disini dengan mereka.” Lanjut Dasom sambil merentangkan tangannya lebar-lebar.

“Tentu saja Dasommie akan betah berada di sini!” Sahut sebuah suara yang tak lain tak bukan adalah suara dari Bora sembari menuruni anak tangga dengan Kris dibelakangnya.

Mendengar sahutan tersebut, Dasom buru-buru menangkupkan tangannya lagi. Sedikit rasa malu menghampirinya tatkala dia sadari Bora dan Kris mendengar perkataannya tadi. “Hehehe….” Dasom kembali menunjukan senyuman termanisnya menanggapi sahutan Bora.

Kris langsung duduk di depan Dasom sementara Bora beralih menuju dapur. Dan beberapa menit kemudian Bora telah kembali ke ruang tamu dengan sepiring besar cake ditangannya yang langsung diletakkan di atas meja.

“Karena Yoona dan Seunggi harus dinas keluar negeri, untuk sementara ini Dasommie tinggal bersama kami ya…” Ucap Bora. “Ayo Dasommie jangan sungkan, cake vanilla ini baru saja Ahjumma beli di toko kue yang baru buka di ujung jalan sana.” Lanjut Bora sebelum Dasom sempat menjawab omongannya yang pertama.

Nde Ahjumma…” Sahut Dasom sembari mencoba sepotong cake vanilla yang sudah disediakan Bora. Sementara Bora juga mengambil sepotong cake tersebut untuk suaminya.

“Cklek!!”

Tiba-tiba saja terdengar suara kenop pintu yang dibuka dari arah luar. Membuat Dasom mengurungkan sesendok cake yang telah dia potong untuk dimasukkan kedalam mulutnya. Dan memilih memandang ke arah datangnya sumber suara.

“Tenang saja Dasommie , itu anak-anak Ahjumma… Tumben sekali mereka pulang cepat.” Ucap Bora pada Dasom yang terlihat terkejut.

Dan tak berapa lama, dua sosok pemuda tinggi masuk ke dalam ruangan tersebut. Sosok yang lebih tinggi dengan surat hitamnya melangkah masuk ke dalam dengan menjinjing sebuah tas tangan dengan wibawa bak eksekutif muda, sedangkan sosok kedua yang lebih pendek dengan surai kecoklatannya melangkah masuk dengan satu tangan kanan memanggul tas tangannya di balik punggung dengan tangan kirinya dimasukan kedalam saku celananya bak seorang model sebuah majalah ternama.

‘Ya ampun!! Kamar mewah, orang tua pengganti yang baik….masih ditambah juga dengan dua kakak beradik yang tampan ini?? Omo!!!’ Dasom bersorak gembira dalam hatinya ketika mendapati dua sosok pemuda tampan yang berada dihadapannya.

Baru saja dua orang tersebut ingin naik ke lantai atas. Bora langsung buru-buru memanggilnya. “Chanyeol! Sehun! Kemari dulu sebentar!” Panggil Bora yang kemudian beranjak dari duduknya. “Kenalkan ini Kim Dasom , anak dari teman eomma. Nah Dasom kenalkan ini anak-anak Ahjumma, yang menggunakan kacamata itu Wu Chanyeol sedangkan yang kedua namanya Wu Sehun.”

Dasom langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Chanyeol dan Sehun yang berhenti tepat di ujung anak tangga.

Wah!! Betapa beruntungnya aku!!’ Seru Dasom dalam hatinya lagi sembari tersenyum senang.

“Mulai hari ini aku akan tinggal disini…!!” Seru Dasom semangat pada Chanyeol dan Sehun.

“Syuutt!!!” Sehun tak menghiraukan Dasom dan justru malah mengambil ancang-ancang untuk pergi menaiki anak tangga selanjutnya.

Dasom tak menyerah. Kali ini dia berbalik menatap Chanyeol. “Namaku Kim Dasom… salam kenal….” Lanjut Dasom sembari memasang senyum termanisnya seraya menangkupkan kedua tangannya menyiratkan rasa kekaguman akan ketampanan wajah kakak-beradik tersebut.

“Hmm…ya ya ya….” Sahut Chanyeol malas sembari mengikuti Sehun untuk beranjak ke lantai atas.

Dasom menggeram sebal. Sementara Bora dan Kris jadi sedikit merasa tidak enak pada Dasom pun hanya diam dan tak bersuara.

“Yeobo…” Lirih Bora sembari menarik ujung baju Kris. Sangat kentara raut cemas akan perlakuan anak-anaknya pada Dasom.

Kris hanya mengusap tangan Bora untuk meyakinkannya kalau ini hanyalah kesan pertama yang akan berubah seiring berjalannya waktu nanti.

“Hey!!! Tunggu!!” Seru Dasom akhirnya membuat Bora dan Kris sedikit kaget dan juga membuat Sehun dan Chanyeol menghentikan langkahnya.

Dasom melangkah lebih dekat ke arah kedua laki-laki tersebut. “Untuk sementara aku akan tinggal di sini! Meski kalian tidak menyukainya setidaknya dengarkan salam perkenalanku…” Seru Dasom pada akhirnya sembari mengerucutkan mulutnya lucu.

Trik seperti ini biasanya hanya dia gunakan ketika orangtuanya tidak menuruti permintaannya. Dan saat ini Dasom merasa sepertinya harus mengeluarkan trik yang sama untuk menghadapi kedua orang di hadapannya ini. Biasanya orang yang melihat aegyonya seperti ini akan luluh dan bertekuk lutut di hadapannya. ‘Hahaha….’ Dasom sudah membayangkan akan keberhasilan dari triknya kali ini tanpa menyadari siapa yang dia hadapi kali ini.

Sosok pemuda yang bernama Sehun berbalik kearah Dasom dan memandangnya dengan lekat setelah mendekatkan sedikit kepalanya. “Tidak perlu bersusah payah seperti itu…karena kami….” Sehun memberikan jeda pada omongannya dan menarik kembali tubuhnya untuk kembali tegap.

“Akan membuatmu tak betah dan keluar dari sini!”

“Bahkan bila perlu kami akan mengusirmu!”

***

20130115_1358248039_80668600_1

“Apa-apaan kakak beradik itu!!!” Geram Dasom sembari mengacungkan pisaunya yang dia gunakan untuk memotong sayuran tinggi-tinggi ketika mengingat sambutan perlakuan dari Sehun dan Chanyeol yang sangat tidak meng-enakan hatinya.

Saat ini dia tengah sibuk memasak di dapur untuk mencoba memasakkan sebuah masakkan yang menurutnya akan dapat sedikit meluluhkan hati kedua kakak beradik tersebut.

“Meski tidak suka ada orang lain yang tinggal bersama mereka… tidak perlu bersikap seperti itu kan…..” Seru Dasom lagi.

“TAK!!” Dasom memotong sebuah wortel panjang dengan (agak) ganas.

“Huh….” Dan sedetik kemudian mendesah berat. “Tapi kalau aku keluar dari sini aku tidak punya tujuan lain…” Ucap Dasom dengan berat hati. “Aku harus berusaha agar tidak diusir… ya… walaupun aku harus mengerjakan pekerjaan rumah sekalipun… setidaknya aku harus tetap tinggal di sini sama eomma dan appa pulang dari dinas luar negri mereka…” Lanjut Dasom dengan tekad penuh semangat.

“CTEK!!”

Dasom mulai menyalakan kompor gas yang berada di dapur tersebut. Dan kemudian  meletakkan teplon dengan minyak goreng di dalamnya.

“WEEES!”

“WEEES!”

“WEEES!”

Dasom mulai menggoreng bahan-bahan yang sudah dipotong-potong dan dibersihkannya tadi kedalam teplon berisi minyak goreng tersebut. Sesekali diaduknya dengan cepat untuk meratakan kematangan setiap bahan masakkannya tersebut.

Tak lupa dibubuhkannya bumbu-bumbu dapur yang dapat menambah kenikmatan dari rasa masakannya. Terutama garam.

Aroma dan asap yang ditimbulkan dari kegiatan memasak Dasom ternyata terus terbawa oleh angin keseluruh penjuru ruangan, bahkan hingga ke ruangan yang terletak dilantai atas. Ke ruangan Chanyeol yang tengah serius belajar dan Sehun yang tengah asyik dan berkonsentrasi penuh bermain game.

Aroma yang tiba-tiba saja lewat, menyeruak menyentuh indera pembau mereka. Membuat mereka menegang dan mata melotot karena aromanya.

Brak!BukBrak!Buk!

Terdengar suara grasak-grusuk dari lantai atas. Yang ternyata adalah suara langkah dari Chanyeol dan Sehun yang keluar secara terburu-buru.

“Hey!! Bau apa ini?!!” Seru Sehun sembari menutup lubang hidungnya rapat-rapat. Bukan hanya Sehun tetapi juga Chanyeol yang menyusul di belakangnya.

“Selama Bora Ahjumma pergi belanja… aku membantu membuatkan makan malam…” Sahut Dasom dari arah dapur dengan senyum sumringahnya yang lebar membuat Sehun dan Chanyeol memutuskan untuk menghampiri Dasom ke dapur.

Dan di atas meja makan terhidanglah berbagai masakan yang… err menurut Dasom sangat lezat , namun menurut Chanyeol dan Sehun sangat tidak pantas untuk dimakan. Dipandangnya makanan-makanan tersebut dengan wajah ngeri.

“Wah kalian sudah tidak sabar ya?! Tenang saja sebentar lagi sudah selesai kok…” Seru Dasom berpraduga asal tak lupa dengan senyum termanisnya (lagi).

Chanyeol sedikit mencibir. “Ini sih makanan kucing!” Cibirnya telak.

“Mwo?!” Dasom membelalakan matanya mendapati respon tak terduga dari Chanyeol. “Apa maksudmu berbicara seperti itu?” Seru Dasom kesal. “Aku memang tidak terlalu pintar memasak… tapi….”

“Oh! Maaf aku salah…” Celetuk Chanyeol memotong perkataan Dasom dengan senyum penuh misterinya. Sedikit lesung pipi timbul karena senyuman kecil dari Chanyeol, membuat Dasom (lagi-lagi) tak sengaja terpana akan ketampanan Wu brother tersebut.

Baru saja sedetik Chanyeol tersenyum, sedetik kemudian dia langsung kembali memasang wajah dinginnya. Dibetulkannya sedikit letak kaca matanya. “Ini sih lebih rendah dari masakan kucing, ya!” Ujar Chanyeol pelan namun menusuk.

“Huh…” Dasom sedikit menghela nafasnya, sebelum…“Apaan sih kalian!! Coba aja belum..” Seru Dasom sebal.

Sehun mendekat ke arah meja makan dan mengambil sebuah piring dengan masakan yang menurutnya gagal diatasnya. Dan kemudian dengan cepat dibalikannya piring tersebut hingga seluruh isi dari piring tersebut jatuh ke lantai. “Kau itu menganggu pandanganku!” Ucap Sehun tak kalah tajam dengan ucapan Chanyeol membuat tubuh Dasom terdiam kaku.

“Aku tidak suka melihat ada yeoja asing berkeliaran di dalam rumahku…” Ucap Sehun lagi dengan sedikit seringaian terkembang disudut bibirnya. “Tidak usah berisik tak jelas begitu lah…” Lanjut Sehun. “Cepat keluar dari sini!”

Dasom menjongkokkan tubuhnya, melihat hasil masakannya yang dibuang begitu saja oleh Sehun. Dipegangnya wortel yang sangat jelas dalam ingatannya dia kuliti dengan hati-hati.

“Dasar cewek payah!!” Seru Sehun lagi.

“Plukk!!” Dasom melempar wortel yang tadi berada dalam genggamannya kearah muka Sehun dan tepat mengenai wajanya. “Terus…? Kalian pikir… aku akan keluar dari sini begitu saja?” Tanya Dasom masih dengan keadaan jongkok. Namun dengan wajah sedikit lebih serius.

Dasom beranjak dari jongkoknya. “Sayang sekali…” Ucapnya sembari memandangan tajam ke arah dua bersaudara tersebut.

“Meski kalian ingin sekali mengusirku… tapi yang membuat keputusan di tempat ini orang tua kalian…” Tambahnya sembari menunjuk kearah Chanyeol dan Sehun. “Penindasan seperti ini sih … tidak ada apa-apanya!”

“Plukk!!” Sehun melemparkan wortel yang tadi di lempar kearahnya oleh Dasom balik, sebelum Dasom menyelesaikan seruan semangatnya.

“Kya!!! Apa yang kau lakukan?!!!” Seru Dasom ke arah Sehun. “Sakit tau!!” Tambahnya lagi.

“Kau duluan kan yang melakukannya?!!” Sahut Sehun membela diri.

“Tapi kan aku wanita!! Masa tega?!!” Seru Dasom lagi.

“Emang peduli?!” Sahut Sehun acuh dan membuatnya kembali mendapatkan lemparan dari Dasom lagi berupa wortel tadi, tepat diwajahnya yang menurutnya dan Dasom tampan.

Dan Sehun yang tidak terima balik melemparkan lagi wortel tersebut ke arah Dasom tanpa ampun.

Dan sementara Sehun dan Dasom terus bertengkar, Chanyeol hanya berkacak pinggang sambil sesekali kembali membetulkan letak kacamatanya yang turun.

***

TBC

Well, Disini emang Chanyeol dibuat berkacamata dan special for exostar shipper hihiw , walaupun remake semoga kalian tetep suka sama cerita dan pairingnya.

6 thoughts on “[Remake Fiction ] EXOSTAR’s Fanfiction / My Gentle Wolves / Romance / Friendship / Part 1

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s