[Remake Fiction ] EXOSTAR’s Fanfiction / My Gentle Wolves / Romance / Friendship / Part 3

sesomchan

Tittle : My Gentle Wolves

Cast : Kim Dasom, Wu Sehun , Park Chanyeol , and other cast

Genre : Straight , Romance , Friendship

Rate: Teen

Length : Chapter

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos , short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N :Hey Readers!! Long time no see you all :D Well , I come again after disappear for so long. And Then , this is my new fiction story about EXOSTAR ^^ If you dislike this Story , don’t read it , okay?

Disclaimer: Alur cerita milik SHIBA Nana. Aku hanya me-remake-nya menjadi versi SESOM. Selain itu juga akan ada sedikit improve atau modifikasi dan penyesuaian dari aku sendiri.

Let’s check it out the story…

***

-Selasa , 07:15 KST-

Seperti biasa, Chanyeol selalu berangkat ke sekolahnya lebih pagi dari Sehun dan Dasom. Sekolah SMA nya memang terletak sedikit lebih jauh dari mereka berdua. Kenapa Sehun tidak satu sekolah sama Chanyeol? Itu karena otak Sehun tidak seencer Chanyeol, oleh karenanya Sehun memutuskan untuk sekolah di sekolah level 2.

“Wah!! Gawat!!” Seru Nyonya Wu ketika mendapati sebuah kotak bekal masih berada di atas meja makan.

“Ada apa Ahjumma?” Tanya Dasom kemudian.

“Si kakak lupa membawa bekalnya, Dasommie…” Jawab Nyonya Wu. “Sehun antarkan bekal hyungmu ya?” Pinta Nyonya pada Sehun.

“Malas, ah!” Sahut Sehun singkat sembari melangkah menuju pintu.

“Aduh bagaimana ini…” Ucap Nyonya Wu bingung.

“Dasar anak jahat!!” Cibir Dasom pelan. “Biar aku saja yang mengantarkannya, Ahjumma…” Tawar Dasom.

Bora aka Nyonya Wu menatap Dasom dengan raut wajah kelegaan, “Wah!! Apa tidak merepotkanmu, Dasommie? Nanti kau terlambat ke sekolah lagi..” Ucap Nyonya Wu lagi.

“Tidak apa, Ahjumma. Jalan kesekolah Chanyeol oppa searah dengan jalan ke sekolahku kok…” Ucap Dasom lagi meyakinkan Bora.

***

Setelah sedikit berlarian kecil untuk mengejar Chanyeol yang diyakininya belum terlalu jauh, akhirnya Dasom berhasil menemukan Chanyeol.

“Chanyeol!!”

Merasa ada yang memanggil namanya Chanyeol menolehkan tubuhnya.

“Ketinggalan nih bekalmu..” Lanjut Dasom lagi.

Dan ketika mendapati Dasom yang memanggilnya. Dia kembali melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan Dasom. Dan memutuskan untuk berbelok ke salah satu minimarket di pinggir jalan.

“Sok bersikap serius!! Padahal pelupa begini!! Huh..!!” Geram Dasom sembari mengepalkan tangannya. Geramannya tersebut sama sekali tak membuat Chanyeol menghentikkan langkahnya.

“Hey tunggu!!” Seru Dasom lagi ketika Chanyeol benar-benar memutuskan untuk benar-benar masuk kedalam minimarket

Dasom akhirnya mengikuti Chanyeol didalam minimarket tersebut. Terlihat Chanyeol melangkah ke arah tempat penjualan makanan-makanan ringan. Dan tengah memilih – milih salah satu diantaranya.

Dasom yang berada dibelakangnya mendengus kesal. “Padahal aku sudah sengaja mengantarkan bekalmu.. malah beli makanan di minimarket..” Gerutu Dasom.

“Aku tidak mau makan bekal yang sudah terkontaminasi!! Untukmu saja!!” Balas Chanyeol tanpa menoleh ke arah Dasom.

Dasom merengut. “Masa aku mau makan dua?” Protes Dasom.

“Berisik!! Sudah cepat sana kau bawa pergi bekal itu!” Titah Chanyeol lagi.

“Tidak mau!! Ahjumma bilang ini punyamu, Chanyeol!” Dasom kembali ngotot.

Chanyeol menjitak kepala Dasom cepat, “Panggil aku oppa!! Kau ini masih bocah!”

Shireo!!” Tolak Dasom. “Sudah cepat! Ini bekalmu!!” Tegas Dasom lagi sembari mendorong kotak bekal Chanyeol ke arah dadanya.

“Chanyeol?”

Sebuah suara lembut menginterupsi perdebatan Chanyeol dan Dasom yang langsung menoleh.

“Ternyata benar kau..” Ujar suara itu menyatakan sebuah kelegaan.

“Hyolin Noona?” Raut wajah Chanyeol sedikit menyiratkan keterkejutan kala melihat gadis yang menyapanya barusan.

“Lama tak berjumpa. Bagaimana keadaanmu? Sehat?” Tanya wanita yang bernama Hyolin itu, mencoba sedikit berbasa-basi.

“Hyolin siapa dia?” Tanya seorang laki-laki yang sepertinya adalah teman Hyolin.

“Mantan pacarku..” Jawab Hyolin singkat.

Dasom membelalakan matanya sembari menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya. ‘Mwo?!! Ma-mantannya Chan..yeol?’

Entah mengapa suasana di sekitar mereka errr atau lebih tepatnya di sekitar Chanyeol menjadi panas, terbukti dari peluh yang tiba-tiba saja mengalir di pelipisnya. Dasom memandang ke arah Hyolin dan Chanyeol secara bergantian. Sedikit prihatin melihat raut wajah Chanyeol yang agak panik di matanya.

“Apa dia pacar barumu, Yeollie?” Tanya Hyolin lagi. “Kau jadi berubah menyukai tipe gadis manis seperti ini ya? Lanjutnya lagi sembari menyunggingkan senyum anggunnya.

“SETT..!!”

Chanyeol langsung menarik Dasom ke dalam dekapan eratnya. Mendekap Dasom seakan – akan Hyolin adalah orang yang akan memisahkannya dengan Dasom. Dan sejurus kemudian Chanyeol langsung menatap Hyolin tajam.

“Dia seratus ribu kali lebih baik darimu!” Tegas Chanyeol pada Hyolin dengan wajah dingin sembari menarik Dasom.

Kajja, Dasommie!! Kita pergi dari sini!!” Putusnya meninggalkan Hyolin yang termangu menatap kepergian sang mantan pacar dan pacar barunya di dalam minimarket.

Dengan sedikit terengah Dasom berusaha mengimbangi langkah Chanyeol.

“Hey Chanyeol!! Sejak kapan aku jadi pacarmu?!!” Tanya Dasom ketika baru sampai ambang pintu minimarket tersebut. Dan ketika mereka sudah sampai diluar…..

“TUING!!”

Chanyeol mendorong tubuh Dasom agar menjauh dari dirinya dan langsung melangkah pergi melanjutkan perjalanannya ke sekolah.

Dasom menggeram kesal karena tingkah Chanyeol yang memanfaatkannya tiba-tiba. “Dasar Srigala berbulu sutra!!” Rutuk Dasom dalam hati.

***

-Selasa, 20:50 KST-

“Cklek!!”

“Aku pulang!!” Serunya ketika baru saja memasuki apartement keluarga Wu tempat dia dititipkan oleh kedua orang tuanya yang tengah menjalani dinas luar negeri. Dilepasnya sepatu dan diletakan di kotak penyimpanan sepatu di dekat pintu.

“Selamat datang!!” Sambut sebuah suara.

“Wah sudah pulang ya?” Seru Nyonya Wu menyambut Dasom sembari memegang sebuah nampan. Sepertinya Nyonya Wu habis menghidangkan minuman untuk tamu.

Mwo?!! K-kok bisa?” Seru Dasom ketika mendapati di ruang tamu sedang ada Sehun dan seorang tamu yang tadi pagi baru saja bertemu dengannya.

“Ini Kim Hyolin! Tetangga kita, Dasommie…” Ucap Nyonya Wu mencoba memperkenalkan.

Hyolin menyeruput cangkir minumannya secara anggun, “Karena sudah semester 5, kuliahku sudah tidak sesibuk dulu… makanya aku memutuskan untuk kembali ke rumahku!” Ucap Hyolin sebelum Dasom bertanya.

Dasom masih saja terus berdiri di depan pintu ketika tiba-tiba Chanyeol membuka pintu. Dia baru saja pulang les untuk menghadapi Ujian Kelulusan yang akan dihadapinya beberapa bulan lagi.

“Wah!! Chanyeol juga sudah pulang rupanya.. Hyolin datang lho..” Seru Nyonya Wu mencoba memberi tahu.

“SRETTT!! GREEP!” Chanyeol langsung menarik bahu Dasom dan merangkulnya sambil dalam keadaan berdiri.

“Selamat datang!” Sapa Chanyeol pada Hyolin sembari menyunggingkan senyum termanisnya. Diliriknya Dasom yang berada dalam dekapannya dan kemudian dia dekatkan mulutnya ketelinga Dasom, “Kubunuh kau kalau sampai membuka mulut!” Bisiknya pelan namun berisi ancaman.

Dasom mendengus pelan tanpa ada yang menyadari. ‘Sialnya aku!’

Hyolin tersenyum manis, “Mulai sekarang aku akan sering main kesini..” Ucapnya. “Salam kenal ya Dasom…” Lanjutnya sembari melirik ke arah Dasom yang berada dalam dekapan Chanyeol.

Dasom tersenyum paksa membalas sapaan Hyolin. Diliriknya Sehun yang tengah duduk di depannya. Seperti biasa, hanya tampang dingin tanpa senyum ketika tak sengaja tatapan mereka bertemu. Tapi ada yang berbeda kali ini. Tidak seperti biasanya.

***

Hyolin ternyata benar-benar serius akan perkataannya pada malam itu, secara berturut-turut sampai sekarang , dia terus saja main ke apartement keluarga Wu setelah pukul 9. Dimana saat itu Dasom sudah pulang dari kerja paruh waktunya dan Chanyeol telah pulang dari les tambahannya.

Alhasil Dasom pun terus-terusan jadi bahan rangkulan Chanyeol sejak malam itu. Hari berikutnya… hari berikutnya lagi… hari berikutnya lagi.. dan hari berkutnya lagi…

Dasom benar-benar merasa jengah harus terjebak dalam situasi tersebut, terlebih Sehun juga selalu berada di ruang tamu, bersama mereka ketika Hyolin datang.

Tak terkecuali malam ini…

“Kenapa aku harus melakukan ini sih….?” Desah Dasom pasrah.

“TRAKK!!”

Suara bantingan cangkir sedikit mengejutkan Hyolin, Chanyeol dan juga Nyonya Wu serta Dasom yang tengah meratapi nasibnya. Semua pandangan langsung tertuju pada sumber suara. Sehun!

“Ada apa Hun? Kok tiba-tiba banting barang?” Tanya Nyonya Wu.

“SREK!”

Dilemparnya kertas koran yang tengah dia baca ke atas meja dan kemudian langsung beranjak diri dan pergi menaiki anak tangga. “Tidak! Aku hanya ingin ke kamar.” Jawabnya singkat.

Dasom memperhatikan Sehun yang mulai menaiki anak tangga untuk kelantai atas.

“SET….” Tak sengaja pandangan mereka bertemu. Tapi sepertinya Sehun memang sengaja melirik ke arah Dasom dengan dingin sebelum benar-benar menghilang di lantai atas sana. Menyisakan keheranan pada diri Dasom.

‘Lho? Ini.. jangan-jangan…’ Dasom menggenggam kedua tangannya yang tiba-tiba menjadi gemetaran karena berdebar. ‘Dia… cemburu?’ Tebaknya asal dalam hati.

Diangkatnya kepala untuk melirik ke arah Chanyeol. ‘Jujur saja… meski hanya sedikit…’

‘Aku bersyukur berpura-pura menjadi pacar Chanyeol…’

***

-Sabtu, 15:45 KST-

Hari ini adalah hari sabtu , hari Dasom mendapatkan jatah libur dari kerja paruh waktunya. Oleh karena itu hari ini dia dapat pulang lebih awal pada waktunya ke kediaman keluarga Wu.

Dan kini dia tengah coba bersantai di kamarnya sembari memikirkan kedua bersaudara tampan yang tinggal bersamanya. Tepatnya sih dia tengah memikirkan Sehun, masih bingung dengan maksud yang tersirat dari raut wajah dingin yang menatapnya tajam tersebut pada malam dimana Hyolin datang.

“Apa dia benar-benar….”

“TING TONG!!”

Suara bel menginterupsi lamunan Dasom mengenai Sehun, dengan malas dia beranjak dari tempat tidur nyamannya dan menuju pintu. Saat ini tidak ada siapa-siapa di kediaman keluarga Wu, hanya ada dirinya. Tuan dan Nyonya Wu tengah bekerja, sedang Chanyeol dan Sehun juga masih belum sekolah.

“TING TONG!!”

“Cklek!” Dasom membuka pintu dan…

“Annyeong Dasommie-ya….! Aku datang lagi!”

“Huh..” Dasom mendesah malas. “Mian Hyolin onnie… belum ada yang pulang sekarang…” Ucap Dasom sambil memasang wajah malas.

Gwaenchana…” Sahut Hyolin sembari tersenyum pada Dasom. “Hari ini aku datang untuk mengobrol denganmu, kok!” Lanjutnya kemudian.

Dasom mengangkat wajahnya.

Tumben?

***

“Silakan onnie…” Ucap Dasom sembari memberikan segelas ice lemonade pada Hyolin.

Kini Hyolin dan Dasom berada di ruang tamu keluarga Wu. Dasom terpaksa mempersilahkannya masuk karena Hyolin bilang dia sedang ingin mengobrol dengannya.

Dasom duduk di sofa yang berhadapan dengan Hyolin. “Lalu… mau bicara apa denganku?” Tanya Dasom tanpa berbasa-basi. Dia merasa Hyolin sudah benar-benar menganggunya akhir-akhir ini, sampai-sampai dia tidak bisa langsung istirahat ketika pulang dari kerja paruh waktunya. Dan kini ketika ada kesempatan libur. Hyolin masih tetap menganggunya. Padahal tidak ada Chanyeol ataupun keluarga Wu yang lain.

“Hubunganmu dengan Yeollie sudah sejauh mana?” Tanya Hyolin, juga to the point.

“Uhukk!!” Dasom langsung tersedak  ketika mendengar pertanyaan dari Hyolin.

“Apaan sih tanya-tanya begitu?” Omel Dasom sembari mengelap mulutnya dengan punggung tangan dengan raut wajah kaget + sebal.

Hyolin tersenyum, “Habis, kalian terlihat masih kaku…” Ucap Hyolin. “Jadi kupikir kalian baru jadian…” Tambahnya lagi.

Dasom sedikit mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Hyolin, ‘Bagaimana tidak kaku! Jadian saja tidak pernah!’ Gerutu Dasom dalam hati.

“Aku mulai pacaran dengan Yeollie sejak menjadi guru lesnya saat dia mau mengikuti ujian masuk SMA…” Jelas Hyolin tanpa diminta oleh Dasom. “Yeollie sangat polos dan setia… dia begitu mencintaiku dengan tulus….” Lanjut Hyolin.

‘Polos?!!! Memangnya ada ya Srigala polos?’ Cibir Dasom (lagi-lagi) dalam hati.

“Saking sukanya, setiap hari kami selalu saling mesra…” Ujar Hyolin menambahi. Dan Dasom hanya terdiam tanpa berniat memberikan komentar apapun.

Hyolin menyingkap poni rambutnya yang sedikit menutupi matanya. “Tapi saat itu Yeollie masih SMP, sedang aku sudah mulai kuliah… cara berpacaran anak SMP dan kuliahan itu berbeda! Aku mulai merasa tidak puas… ”

“…. dan akhirnya aku menduakannya…”

Dasom membelalakan matanya, sedikit terkejut dengan kalimat terakhir yang Hyolin luncurkan. ‘Menduakan Chanyeol?’

Hyolin tertawa kecil melihat reaksi Dasom, “Karena ketahuan, aku akhirnya memutuskan untuk berpisah dengannya, Yeollie sampai menangis pada saat itu…” Ucap Hyolin dengan nada seolah-seolah hal tersebut sangat lucu.

“Tapi sekarang dia bukan anak SMP lagi…” Ujar Hyolin lagi. “Waktu bertemu dengannya di minimarket dia sudah dalam umur yang siap untuk pacaran! Karena itu….” Hyolin sengaja menghentikan perkataannya dan menatap Dasom dengan lurus.

“Berikan Chanyeol untukku ya, Dasommie?”

‘Aku memang bukan pacar Chanyeol… aku juga tidak menyukai Chanyeol…. tapi….’

“BYURR!!!”

Dasom menyiramkan segelas lemonade ditangannya yang tinggal setengahnya tepat di muka Hyolin. Membuat Hyolin sedikit memalingkan wajahnya karena terkejut.

“Jangan anggap Chanyeol seperti barang!!” Ucap Dasom tegas sembari berdiri dari duduknya.

“BYURR!!”

Hyolin balas menyiramkan segelas lemonade yang berada di tangannya ke arah wajah Dasom, membuat Dasom bereaksi sama halnya seperti Hyolin tadi.

“Memangnya kau siapa?!!” Seru Hyolin sembari mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi bersiap untuk menampar Dasom dan…

“GREP!!”

Sebelum tangannya berhasil mengenai wajah Dasom, seseorang keburu datang untuk menahan tangannya.

“Se…hun?” Lirih Dasom ketika mendapati Sehun menarik tangan Hyolin.

“Ada apa ini?” Tanya Chanyeol yang baru saja pulang dari sekolahnya.

Hyolin berlari ke arah Chanyeol. “Dasom berbuat jahat kepadaku, Yeollie…” Adu Hyolin dengan nada dibuat-buat.

Mwo??!!”

Sehun mengambil sebuah lap yang berada di dekatnya dan mencoba mengeringkan rambut Dasom dengan lap tersebut. “Tidak!! Dia tidak akan berbuat seperti itu tanpa alasan!” Bela Sehun sebelum Chanyeol berbicara.

“Tau ahh gelap!!” Seru Hyolin sembari melangkah pergi menuju pintu dan pergi pulang. Membuat Chanyeol , Sehun dan Dasom tak habis pikir dengan sikapnya.

“Uhm, Sehun terima ka…? Lho ini kan lap kotor?!!” Seru Dasom sembari mengambil lap tersebut dari kepalanya. “Sehun!! Memangnya kau pikir ini lap apa?!!” Tanya Dasom emosi pada Sehun.

“Itu kan termasuk kain!! Dan bisa mengeringkan kepalamu yang basah!! Berisik sekali kau, Dasom!!” Sahut Sehun dengan santainya.

Dasom menggeram kesal. “Yasudah coba sini wajahmu biar aku lap juga!!” Seru Dasom sembari mencoba menggapai wajah Sehun. Sementara Sehun terus berusaha menghindar dari serangan balasan Dasom.

Chanyeol menatap intens Sehun dan Dasom yang lagi-lagi bertengkar dengan raut wajah yang datar. Di benarkannya posisi kacamatanya yang agak merosot.

“Huh…”

***

-Rabu, 21:05 KST-

“Gara-gara ada yang terlambat datang lagi, aku jadi harus pulang terlambat.. Huh….” Dasom menggerutu ketika keluar dari kafe tempatnya bekerja. Tentu kalian sudah tahu mengapa Dasom menggerutu seperti itu.

“Sehun?”

Dasom terkejut ketika mendapati sosok Sehun tengah berdiri di depan kafe tampat dia bekerja dengan pakaian kasual berwarna hitam serta jeans hitam yang berpadu serasi.

Sehun menoleh ketika mendengar Dasom mengucapkan namanya. Dan Dasom langsung menghampiri tempat Sehun berdiri. “Kau menungguku, ya?” Tanya Dasom sembari tersenyum manis.

“Tidak! Aku sekalian pergi ke minimarket kok!” Sangkal Sehun sembari beranjak melangkah.

Dasom tetap tersenyum menanggapi jawaban Sehun, “Aku juga ikut ya!” Seru Dasom sembari menyejajarkan langkahnya.

“Tidak akan kutraktir!” Sahut Sehun.

Dasom mencibir. “Dasar pelit!”

Entah mengapa Dasom tiba-tiba teringat peristiwa yang dari kemarin menyita pikirannya. Dasom melirik Sehun sebelum mulai membuka suara lagi. “Aku dan Chanyeol oppa hanya pura-pura saja kok!”

Sehun menolehkan kepalanya ke arah Dasom yang kini menunduk.

“Aku hanya berpura-pura saja di depan Hyolin onnie…” Tambah Dasom.

“Ini sekedar informasi saja…” Lanjutnya ketika sama sekali tidak mendengar respon Sehun.

“Oh!” Sahut Sehun akhirnya sembari mengangkat sudut bibirnya sedikit.

Dan setelah pembicaraan tersebut. Suasana kembali hening. Dan mereka kembali dalam diamnya. Sungguh keadaan yang membuat Dasom sangat tidak betah. Untung sudah dekat dengan apartementt keluarga Wu.

“Chanyeol! Kau benar-benar berpacaran dengan Dasom?!” Sebuah suara mendadak menghentikan langkah Sehun dan Dasom.

Di depan mereka sedang ada sebuah drama percintaan antara Chanyeol dan Hyolin. Begitulah menurut Sehun dan Dasom.

“Kalian terlihat tidak wajar! Jangan-jangan kau berbohong ya Yeollie?” Tanya Hyolin lagi. Mereka masih belum menyadari kehadiran SeSom rupanya.

“Dari dulu kau selalu gengsian! Kau hanya ingin pamer padaku, kan?” Hyolin sudah bertanya sekali lagi. Meski Chanyeol belum merespon pertanyaannya yang tadi.

“Lagipula….” Hyolin melirik ke arah Dasom dan Sehun. Oh ternyata Hyolin sudah menyadari kehadiran Dasom sekarang. Dan juga Sehun. “Daripada bersama dirimu, Dasom lebih terlihat senang saat bersama Sehun!”

“DEG!”

“DEG!”

“DEG!”

“DEG!”

“DEG!”

Kenapa aku berdebar-debar seperti ini?’ Tanya Dasom dalam hati.

“DEG!”

“DEG!”

“DEG!”

“Ti-tidak kok!” Sahut Dasom kemudian.

“Berisik!!” Seru Chanyeol mendengar perkataan Hyolin, Chanyeol membetulkan letak kacamatanya. “Kau mau bukti, Noona?” Tanya Chanyeol pada Hyolin. “Ini buktinya..” Chanyeol berbalik ke arah Dasom membelakangi Hyolin dan langsung meraih handphone dari sakunya. Tanpa Hyolin bisa melihat Chanyeol rentangkan handphone tersebut di atas bibir Dasom. Dan menciumnya dengan intens di depan Hyolin dan Dasom.

“TAP!!”

“TAP!!”

“TAP!!”

Hyolin langsung berlari masuk kerumahnya ketika Chanyeol masih mencium Dasom. Namun ciuman tersebut dilepas ketika dirasa Hyolin sudah benar-benar masuk kedalam rumahnya.

“Bikin repot saja!” Gerutu Chanyeol sesudah melepaskan ciumannya dari Dasom.

“SET!”

Dasom langsung berbalik ke arah Sehun ketika menyadari masih ada Sehun dibelakangnya. “Anu… Hun.. yang barusan itu kami tidak benar-benar ciuman… kami hanya…”

“Kenapa kau panik?” Tanya Sehun langsung dengan wajah datar dan dingin.

Dasom tertegun, “A-aku kira kau terkejut…” Jawab Dasom.

“Karena?”

Dasom menundukan kepalanya, “Ka-karena Chanyeol oppa tiba-tiba saja menciumku… Ak-aku kira kau jadi kepikiran…”

“Tidak sama sekali!” Sahut Sehun.

‘DEG!’

“BUK!!”

Dasom menghantamkan tasnya tepat diwajah Sehun dan sejurus kemudian langsung berlari menjauh dari Sehun dan Chanyeol. Dan juga dari apartementt keluarga Wu.

“Payah kau Wu Sehun!!”

***

Dasom termenung lesu. Dengan kedua lutut yang ditekuk dan dagu yang disandarkan di atasnya. Mencoba menyembunyikan kekesalannya lagi dengan terduduk di atas sebuah bangku panjang disebuah taman. Sepi. Karena memang sudah malam.

“…ternyata Sehun tidak punya perasaan apa-apa…” Desah Dasom lesu. “Hanya karena dia bersikap baik.. aku jadi berpikir dia…”

“….cemburu..” Lanjut Dasom sembari menghembuskan nafasnya dengan pandangan mata jatuh kebawah.

“Ternyata yang berpikiran seperti itu hanya aku saja, ya…” Tambah Dasom lagi masih dalam posisi duduk yang sama.

B0TV2XXCUAAktPg

“SET!”

“Sehun…” Lirih Dasom sembari menolehkan kepalanya ketika mendengar sebuah suara mendekat ke arahnya. Perkataannya terhenti ketika yang dia dapati disana ternyata bukan Sehun. Melainkan 2 orang laki-laki asing serta…Hyolin!

“Wah! Akhirnya ketemua juga! Aku mencarimu kemana-mana Dasom-ah…!!” Ucap Hyolin sembari menyeringai penuh arti. Di sampingnya dia menggandeng kedua lengan laki-laki yang postur tubuhnya lebih besar daripada dirinya dan Dasom.

Dasom yang terkejut hanya bisa membelalakan matanya. Entah mengapa perasaannya tiba-tiba tidak enak.

“Seorang gadis manis seperti Dasommie tidak boleh berkeliaran sendiri malam-malam begini…” Lanjut Hyolin. Hyolin mendekatkan tubuhnya ke arah Dasom lebih dekat, membuat Dasom menurunkan kakinya ke bawah dan lebih mundur ke belakang. “Mereka ini teman-temanku! Pilih aja yang Dasommie sukai, ya..” Tambah Hyolin sembari tersenyum lagi.

Tubuh Dasom mendadak menjadi kaku. Matanya makin terbuka lebar. “Mmwo?”

Hyolin kembali menyeringai. “Atau mau semuanya? Katanya mereka semua mau lho jadi pacar Dasommie….” Ujar Hyolin seraya menarik tubuhnya. Sejurus kemudian Hyolin kembali menunjukan senyum manisnya pada Dasom. “Karena itu… kau harus putus dengan Yeollie ya!” Pinta Hyolin yang terdengar lebih seperti perintah.

Dasom langsung beranjak berdiri dan sedetik kemudian mencoba berlari dari kerumunan tersebut. Namun, tentu Hyolin dan kedua laki-laki tersebut tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Baru saja selangkah yang diayunkan Dasom, kedua laki-laki tersebut langsung menahan lengan dan bahu Dasom.

‘Selalu saja seperti ini! Berhubungan dengan kedua bersaudara itu selalu merugikanku!! Aku sudah muak!!!’

“Lepas!! Kubilang lepas ya lepas!!” Seru Dasom berusaha berontak. Meski dia tahu tenaganya tak mungkin cukup menandingin kekuatan dari kedua laki-laki yang mencengkeramnya, Dasom masih terus berusaha berontak.

“Jangan teriak seperti itu, manis..” Goda salah satu dari mereka.

“Iya betul.. nanti manismu hilang lho…” Timpal yang lainnya sembari tetap memegangi Dasom.

“SE-SEHUN!!!” Entah mengapa Dasom hanya terpikirkan nama itu agar datang menolongnya. “SEHUN!!!” Seru Dasom lagi.

“SET!”

“GREPP!”

“BUGH! BUGH!”

Sehun yang tiba-tiba saja datang langsung menarik tubuh Dasom dari tangan kedua laki-laki tersebut dan langsung melumpuhkan mereka dengan sekali tendang. Wajah yang datar dan tanpa ekspresi tersebut terus mendekap bahu Dasom erat.

“S-Sehun…”

Sehun langsung memeluk Dasom ketika kedua laki-laki tersebut memutuskan lari dari tempat itu. Sedang Hyolin langsung terduduk lemas ke bawah.

Setelah beberapa saat, Sehun melepaskan pelukannya pada Dasom. Kemudian dikeluarkannya handphone dari saku celananya, setelah mengetikan beberapa nomor Sehun langsung mendekatkan handphone tersebut ketelinganya.

“Cepat datang ke taman belakang!”

“Flipp!!”

“Kenapa?” Tanya Dasom sembari menatap Sehun dengan lekat. “Padahal, tadi kau terlihat biasa saja soal aku dan Chanyeol oppa!” Lanjut Dasom sebelum Sehun menanyakan maksud dari pertanyaannya.

Sehun balik memandang Dasom, “Kalian hanya pura-pura saja, kan?” Sehun balik bertanya pada Dasom.

Dasom terdiam menanggapi pertanyaan balik Sehun. Pikirannya jadi semakin bingung. Sebenarnya bagaimana Sehun menganggapnya, apa sama seperti dirinya menganggap Sehun?

“TAP!”

“TAP!”

“TAP!”

“Meskipun hanya pacar pura-pura.. ..kau jangan sok jadi pacarnya jika tidak mampu melindunginya!” Ucap Sehun sinis pada Chanyeol yang baru saja tiba.

“Pura-pura?” Seru Hyolin sembari bangkit berdiri.

“Huh…” Chanyeol menghela nafas.

Hyolin mendekat ke arah ChanSeSom dengan sedikit terisak. “Syukurlah…. hiks… hueeeee!!”

“Kau serius mencintai Chanyeol oppa ya?” Tanya Dasom dengan polosnya.

“Ah…eh.. tidak kok…” Sangkal Hyolin buru-buru.

Dasom mengerenyitkan keningnya tanda tak percaya.

“Huweeee….iya.. a-aku mencintainya..” Jawab Hyolin lagi mengakui. Membuat Chanyeol membelalakan matanya dengan polos dan innocent.

Hyolin kembali jatuh terduduk ke tanah. Air mata memenuhi raut wajahnya.

“La-lalu kenapa…”

“Aku sangat mencintainya! Tapi hubungan antara mahasiswi dan anak SMP….” Hyolin sedikit memberikan penjedaan dalam penjelasannya. “..dilihat bagaimanapun tetap saja tidak cocok! Aku sedih tiap kali orang bertanya apakah Yeollie adikku…atau mungkin aja begitu masuk SMA, Yeollie akan dekat dengan gadisa sebayanya… Aku-aku merasa khawatir… hiks..” Hyolin mengusap air mata yang mengalir di pipinya dengan deras. Dan sedetik kemudian menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya. “Mianhae….”

Sehun, Chanyeol dan Dasom terdiam mendengar penjelasan Hyolin.

‘Ternyata Hyolin onnie benar-benar mencintai Chanyeol yaa…’

“Gimana ya….”

Dasom melirik siapa yang berbicara. Sehun yang berada di sampingnya sama sekali tak membuka mulut, berarti memang Chanyeol yang berucap ‘Gimana ya…’ barusan.

“Menangis dan minta maaf saja tidak akan menyelesaikan semuanya…” Ucap Chanyeol sembari menatap datar Hyolin. “Apalagi tidak tahu itu sungguhan atau pura-pura…”

“DUK!!”

Dasom menjitak tepat di kening Chanyeol sebelum laki-laki itu menyelesaikan perkataannya, membuat Chanyeol sedikit terkejut.

“Kau itu tidak mengerti juga? Hyolin onnie itu jujur tahu!!” Seru Dasom kemudian. “Lebih baik… kalian bicarakan baik-baik dari hati ke hati…” Tambahnya sembari tersenyum manis.

Hyolin mengangkat kepalanya, menunjukan raut wajahnya yang kini sudah banjir air mata. “Yeollie…” Lirihnya masih disertai isak tangis. “Aku masih boleh mencintaimu, kan? Hiks..” Tanya Hyolin pada Chanyeol.

Chanyeol masih memasang wajah dingin tanpa ekspresinya, namun sedetik kemudian dia sunggingkan senyumnya kepada gadis yang tengah terduduk di tanah itu. “Wajahmu jelek banget , Noona!” Serunya mencoba mencairkan suasana , membuat Hyolin agak tercengang.

“Aku akan jadi laki-laki dewasa yang keren! Ingat, baik-baik ya Noona!” Seru Chanyeol sebelum akhirnya pergi dari situ. Hyolin yang menyadari sinyal baik langsung bangkit dan segera berlari kecil menyusul langkah panjang seorang Wu Chanyeol.

Dasom melangkah mundur kembali ke sisi Sehun. “Hun…” Panggil Dasom tanpa menoleh ke arah Sehun sedikitpun. Matanya sibuk memandang  drama yang menurutnya sangat romantis.“Terima kasih sudah datang menolongku!” Ucapnya sembari memalingkan wajah ke arah Sehun.

Sehun membuang mukanya dengan raut malas. Tampang belagunya tiba-tiba kembali datang. “Tidak kok! Kebetulan saja aku mau beli soda di minimarket…” Sahutnya sembari berputar 180 derajat. Lagi-lagi Sehun mencoba menyangkal.

“Huh!! Padahal aku sudah baik!!” Gerutu Dasom sebal. “Sehun!! Tungguin dong!!” Seru Dasom sembari menyusul Sehun. “Aku juga mau ikut ke minimarket!” Tambah Dasom setelah sejajar dengan Sehun.

“Tidak akan kutraktir!”

“Dasar pelit!!”

***

-Kamis, 06:45 KST-

“Selamaat pagi!!!!” Seru Dasom bersemangat mencoba menyapa semua anggota keluarga Wu yang sudah berada di meja makan. Uhm, lebih tepatnya hanya Wu brothers yang berada dimeja makan. Karena Nyonya Wu terlihat masih menyiapkan beberapa masakan sedang Tuan Wu juga turut membantu.

“Dari pagi sudah berisik!! Gimana siang sampai malam nanti?!” Sahut Sehun sinis sembari memakan baked bread nya. Sedang Chanyeol yang tengah menyeruput segelas susu cairnya sama sekali tidak merespon , bahkan mungkin tidak menganggap kalau barusan Dasom menyapanya.

‘Dasar kakak beradik ini!! Kubunuh kalian!!’ Seru Dasom dalam hati.

“Huhhh…” Desah Dasom sembari duduk dibangku di samping Sehun.

Dasom mengambil sebuah baked bread dan mengoleskannya dengan selai rasa Choco Hazelnut dengan tampang sebal.

“Hari ini aku akan mengunjungi tempat kerjamu! Nanti layani aku dengan baik ya!” Ucap Sehun memberi tahu.

Mwo?!” Seru Dasom terkejut.

“Iya!”

“Lagi?”

Chanyeol melihat ke arah Dasom dan kemudian tersenyum remeh. Membuat Dasom mendengus kesal.

‘Ternyata… kedua srigala ini memang tidak ada manis-manisnya…’ Ucap Dasom dalam hati sembari mulai memakan sarapan paginya. ‘Aku belum berhasil membuat mereka jinak! Sampai hari ini pun… mereka masih tetap liar!’ Lanjut Dasom lagi masih (hanya berani) dalam hatinya.

“TINGTONG!!”

“Biar umma yang buka!”

Dasom tersenyum kecil. ‘Tapi ada seekor yang sudah jinak…’

“Annyeong Ahjussi! Hunnie! Yeollie!! …. dan Dasommie!!”

Ah! Annyeong Hyolin onnie!!”

“Nanti siang pergi shopping bersama, yuk!!”

***

TBC

Bagaimana readers ?? Baiknya dilanjut atau distop??

Ini kan fanfict remake, jadi akan cepat selesainya.. tapi tergantung komentar dan antusias dari kalian semua ^^

Buat yang kemarin udah RCL , makasih ya ^0^

maaf aku nggak bisa bales komen kalian satu-satu, tapi tenang aja komentar kalian tetep aku baca kok. Dan sekarang aku mau menjawab beberapa pertanyaan ataupun permintaan dari kalian para readers.

Oh iya tolong dong buat kritik dan sarannya jangan nggak sopan. Kolom komentar itu buat kasih komentar berupa ulasan cerita, kritik atau saran setelah baca ceritanya. Bukan tempat buat nanya “kapan ini lanjutannya?” atau “Cepet dilanjut” bla bla bla ya nanya gitu gapapa asal kasih juga dong komentar tentang ceritanya. Aku bikin cerita karena emang udah passion dan hobi dan bukan untuk di buru-buru in gitu. Maaf kalau aku ngomong gini yaaa daripada aku tahu tahu ngilang dan ga lanjutin cerita ini yaaa lebih baik aku bilang sekarang ya jadi kalau nanti tau tau cerita ini ga lanjut kalian tau kenapa😄

Yang udah RCL dipart 1 dan 2 jangan lupa RCL lagi ya dipart ini. Dan yang baru Read dan Like aja dipart 1, kalo bisa dipart ini kasih komentar kalian biar aku semangat lanjutinnya ^0^

Kalo gitu , see ya…

Regards,

LidyaNatalia

One thought on “[Remake Fiction ] EXOSTAR’s Fanfiction / My Gentle Wolves / Romance / Friendship / Part 3

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s