[Remake Fiction ] EXOSTAR’s Fanfiction / My Gentle Wolves / Romance / Friendship / Part 4

sesomchan

 

Tittle : My Gentle Wolves

 

Cast : Kim Dasom, Wu Sehun, Park Chanyeol, and other cast

 

Genre : Straight, Romance, Friendship

 

Rate: Teen

 

Length : Chapter

 

Author : LidyaNatalia

 

Warning : some typos, short fiction. If you do not like this couple or this Genre (read : Genderswicth) Please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

 

A/N :Hey Readers!! Long time no see you all😀 Well, I come again after disappear for so long. And Then, this is my new fiction story about EXOSTAR ^^ If you dislike this Story, don’t read it, okay?

 

Disclaimer: Alur cerita milik SHIBA Nana. Aku hanya me-remake-nya menjadi versi SESOM. Selain itu juga akan ada sedikit improve atau modifikasi dan penyesuaian dari aku sendiri.

 

Let’s check it out the story…

 

***

-08:00 KST-

“Iya.. aku baik-baik saja kok Umma!” Sahut Dasom menjawab pertanyaan orang di seberang sana.

Saat ini Dasom memang tengah saling melepas kerinduan dengan orangtuanya yang tengah dinas di luar negri melalui sambungan telpon interlokal.

“Aku juga kangen sama Umma dan Appa…” Ucap Dasom lagi.

“…”

“Dasommie!!! Ayo turun sayang, makan malam sudah siap!!”. Seruan dari Nyonya Wu terdengar sampai ke kamar Dasom.

Nde Ahjumma!! Sebentar lagi aku turun…” Sahut Dasom dengan sedikit berteriak juga. “Umma sudah dulu ya.. Bora Ahjumma sudah memanggilku untuk turun makan malam.. nanti Umma bisa telpon lagi..”

“…”

Nde arraseo Umma… Love you too!”

“Flip!”

Setelah menutup handphonenya, Dasom langsung meletakkan benda mungil itu di atas meja nakas yang terletak di samping tempat tidurnya dan kemudian langsung bergegas turun untuk ke lantai bawah.

“Wah… sepertinya enak semua, Ahjumma…” Ucap Dasom memuji hasil masakan Bora ketika tiba di depan meja makan. Disana sudah ada Nyonya Wu dan Tuan Wu.

“Ah, Dasommie bisa saja. Dari kemarin Dasom memuji terus. Ini hanya masakan biasa kok Dasommie, iya kan yeobo…” Ucap Nyonya Wu mencoba merendah. Tuan Wu pun hanya mengangguk sembari tersenyum ke arah Bora dan Dasom.

Ani Ahjumma! Memang masakan Ahjumma enak dan lezat-lezat semua… hehe.. kapan-kapan ajarkan aku cara memasaknya ya Ahjumma…” Ucap Dasom terus memuji Nyonya Wu.

Andwae Umma!!” Seru sebuah suara dari arah belakang Dasom. Tidak lain dan tidak bukan ya salah satu dari Wu brother tersebut. Membuat Dasom memutar kepalanya untuk menoleh kebelakang tubuhnya.  “Lebih baik jangan deh..” Ujar suara itu lagi yang ternyata suara Sehun.

“Grrr… mereka lagi..” Gerutu Dasom sangaaaaaatt pelan.

“Paling-paling gagal lagi seperti sebelumnya…” Kali ini Chanyeol yang mengekor di belakang Sehun ikut menambahi.

Dasom memutar bola matanya menunjukan wajah datarnya ketika Wu brothers tersebut terus saja berbicara.

“Sudah tahu tidak bisa masak itu tidak perlu menanyakan resep segala deh….huh…” Ujar Sehun lagi diakhiri dengan helaan nafas seraya duduk disamping bangku disebelah kanan Dasom.

“Kau saja yang makan sendiri hasil masakanmu…” Timpal Chanyeol sembari duduk disalah satu bangku  dimeja makan tersebut yang bersebrangan dengan tempat duduk Sehun.

Dasom pun mengikuti langkah Wu Brothers tersebut untuk duduk ditempatnya. “Aku memang tidak pandai memasak… tapi namanya juga lagi belajar… suatu saat nanti pasti aku bisa memasak makanan seenak Bora Ahjumma… Kalian lihat saja nanti!!” Ujar Dasom membela diri.

“Mana bisa?” Seru Sehun membuat Dasom ingin memakan garpu yang ada di tangan kirinya.

“Sudah! Sudah Sehun, Chanyeol! Kalian ini suka sekali sih mengganggu Dasommie…! Sudah habiskan makanan kalian..” Seru Bora mencoba menengahi.

Sambil memendam rasa sebalnya Dasom memakan makan malamnya sampai habis, begitu juga dengan Chanyeol dan Sehun yang memendam rasa senangnya karena lagi –lagi sudah mengerjai Dasom.

Dasar kedua bersaudara yang aneh!

Setelah semua menghabiskan makan malamnya, Dasom membantu untuk membereskan meja makan sementara Nyonya Wu memotong buah sebagai pencuci mulut makan malam mereka.

Nyonya Wu menyiapkan buah strawberry segar sebagai makanan pencuci mulut kali ini. Dibaginya buah strawberry tersebut kedalam 5 wadah piring kecil yang sudah dia persiapkan sebelumnya dan kemudian memberikan satu-satu kepada setiap orang yang ada disana, termasuk Dasom.

“TING! TONG!”

Nyonya Wu langsung beranjak menuju pintu ketika terdengar suara bel dari depan apartement mereka.

“Cklek!”

Annyeong semuanya!! Aku datang lagi nih..” Seru Hyolin dengan raut wajah penuh dengan senyum ramahnya kepada semua orang yang ada di sana, khususnya pada Chanyeol.

“Kau tidak perlu datang setiap hari juga!” Seru Chanyeol ketus pada Hyolin.

Hyolin mengerucutkan bibirnya karena perkataan Chanyeol barusan sembari duduk di samping Dasom. “Dasar Yeolli jahat!” Gerutunya sebal.

“Oh iya Dasommie!!” Seru Hyolin sembari mencengkeram kedua bahu Dasom kuat-kuat. “Kamu tidak boleh mendekati Yeolli ya… dia itu milikku…” Bisik Hyolin tepat di telinga Dasom pelan.

Dasom mengangkat ujung alis matanya. ‘Siapa juga yang mau dengan srigala itu?’ Dasom tersenyum kecut ke arah Hyolin.

“Nyam~..”

“Hey!! Itu bagianku Sehun!!” Seru Dasom ketika Sehun mengambil strawberry bagiannya dan langsung memakannya dalam sekali lahap.

Sehun memeletkan lidahnya ke arah Dasom dan langsung tertawa kecil, membuat Dasom kembali terpana sampai-sampai dadanya bergemuruh dan asap keluar dari kepalanya.

“Tenang Dasommie!! Tenang Dasommie!!”

Hyolin yang dapat melihat asap tak kasat mata keluar dari kepala Dasom, mencoba membantu mengibaskan tangannya untuk memberikan udara untuk Dasom yang merasa sesak. Entah mengapa Hyolin bisa melihat asap itu…

Dasom beranjak berdiri dari duduknya. “Ak-aku sudah selesai. Aku ke dalam dulu ya, Ahjumma, Ahjussi, Hyolin onnie..” Pamit Dasom langsung naik kelantai atas sembari mengipas-ngipaskan tubuhnya.

“Kenapa buru-buru Dasommie?” Tanya Nyonya Wu melihat keanehan tingkah Dasom.

Dasom tersenyum ke arah Bora, “Besok ada ulangan matematika, Ahjumma, aku mau belajar dulu…” Jawab Dasom.

“Oh begitu…” Sahut Nyonya Wu sembari menganggukan kepalanya.

“Semangat Dasommie-ya!!” Seru Hyolin sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat.

***

Dasom melangkah lemas ke arah kediaman keluarga Wu. Tubuhnya terasa lemas dan lunglai saat ini. Bahkan untuk berdiri saja kalau tidak dipaksakan dan bukan karena terpaksa pasti dia sudah jatuh. Namun karena ini sudah sangat malam untuk ukuran siswi sekolahan yang baru pulang sekolah, Dasom langsung bergegas untuk pulang.

Dia tidak ingin merepotkan keluarga Wu untuk membukakan pintu apartementnya malam-malam begini. Sudah cukup dia menumpang di sana. Dia harus lebih tahu diri. Begitu pikirnya.

Sebentar lagi dan dia akan sampai di apartement keluarga Wu.

“TING ! TONG!” Dasom langsung memencet bel yang terdapat disudut kanan pintu begitu sampai.

“Cklek!”

“Aku… pulang…” Ucap Dasom dengan raut wajah mencemaskan.

“Selamat datang, Dasommie..” Sambut Nyonya Wu yang membukan pintu untuk Dasom. “Dasommie pulangnya kok malam sekali, bukannya hari ini libur bekerja?” Tanya Nyonya Wu khawatir.

Dasom melangkah gontai ke arah ruang tamu diikuti Nyonya Wu disampingnya, “Nilai ulanganku jelek… jadi aku harus mengikuti kelas tambahan untuk memperbaiki nilaiku…” Jawab Dasom lesu.

“Memangnya berapa nilaimu?” Tanya Nyonya Wu perhatian.

Dasom menyerahkan kertas ulangannya pada Bora, sontak Sehun dan Chanyeol yang penasaran langsung menghampiri Ibunda mereka untuk melihat nilai Dasom. Disitu jelas tertulis nilai 21 untuk ulangan matematika.

Omo…” Seru Nyonya miris.

“Padahal aku sudah belajar kemarin, tapi hasilnya tetap saja buruk…” Keluh Dasom.

Bora langsung menoleh ke arah Chanyeol dan menatapnya tajam, “Kakak! Bantu Dasommie belajar, ya!!” Ucap Nyonya Wu pada Chanyeol yang terdengar seperti perintah.

Raut wajah Dasom yang semula lesu langsung terbelalak kaget mendengar ucapan Nyonya Wu. “Tidak perlu kok Ahjumma!” Tolak Dasom. “Chanyeol oppa kan sedang sibuk mempersiapkan diri untuk Ujian Kelulusan nanti, aku tidak mau merepotkannya dengan membantuku belajar..” Ujar Dasom memberikan alasan.

Chanyeol mengambil kertas ulangan Dasom yang berada ditangan ibunya, dilihatnya dengan seksama kertas ulangan tersebut, “Kau ini murid SMA atau murid SD sih?” Seru Chanyeol sambil menatap jawaban-jawaban yang ditorehkan Dasom dikertas tersebut.

Dasom mengerucutkan bibirnya sebal mendengar komentar Chanyeol. ‘Dia mulai lagi!

“Boleh saja!” Ucap Chanyeol kemudian membuat Nyonya Wu tersenyum senang.

“Tidak perlu! Jangan sampai kau tidak lulus karena mengajariku!” Ujar Dasom mencoba memperingatkan Chanyeol. Sebenarnya sih dia memperingatkan juga untuk keselamatan dirinya sendiri. Hihihi…

“Tidak akan!! Nilai try out ku selalu mendapat nilai 100 jadi kau tidak perlu khawatir seperti itu!!” Ucap Chanyeol sembari tersenyum angkuh. “Yang harusnya dikhawatirkan itu dirimu!” Seru Chanyeol lagi.

“Mulai besok aku akan mengajarimu sampai otakmu bisa senormal orang lain!” Tambah Chanyeol membuat Dasom ingin membenturkan kepalanya ke tembok kuat-kuat.

***

“Jika kita masukan dalam teorema menelaus … 2/3 dikali 9/5 dikali BE/ED sama dengan 1.” Ucap Chanyeol mengajari Dasom.

Ditulisnya sebuah penjelas mengenai soal yang berada di kertas yang kini tengah dicoret-coretnya. Sebuah soal bangun ruang limas segitiga BCDE dengan perbandingan yang tertera di soal, tengah Chanyeol coba jelaskan cara mengerjakannya pada Dasom.

Saat ini mereka tengah berada di ruang tamu apartement keluarga Wu.

“Sampai sini sudah mengerti?” Tanya Chanyeol pada Dasom.

Dasom memandang lekat soal di kertas tersebut sembari mengangguk-anggukkan kepalanya, “Iya!” Sahutnya singkat.

“Nah! Jika dihitung BE banding ED hasilnya menjadi 5 banding 6…” Tambah Chanyeol lagi. “Karena itu BE dibagi ED hasilnya?” Tanya Chanyeol pada Dasom.

“5/6?” Jawab Dasom singkat.

“Benar!” Seru Chanyeol menanggapi.

“Wah!! Terimakasih, Chanyeol!! Berkat dirimu aku jadi bisa mengerjakan soal matematika!!” Seru Dasom senang.

“PLETAK!”

Chanyeol langsung menjitak Dasom sekilas. “Panggil aku oppa!! Lagipula mana mungkin otakmu bisa jadi pintar hanya karena bisa mengerjakan satu dua soal saja??!! Cepat selesaikan soal berikutnya!!” Seru Chanyeol pada Dasom.

Kambuh lagi deh galaknya! Huh!’ Gerutu Dasom dalam hati. Namun tetap juga melihat soal berikutnya.

Diamatinya soal itu secara mendalam dan teliti, dan sejurus kemudian dia coba mengerjakannya di kertas kosong lainnya. Dan setelah selesai langsung dia perlihatkan kembali pada Chanyeol. “Bagaimana?” Tanya Dasom.

Chanyeol melihat kertas jawaban Dasom dengan serius. “Benar!” Ucapnya singkat ketika tidak melihat kesalahan dalam jawaban soal yang baru saja dikerjakan oleh Dasom.

Dasom tersenyum senang ketika mendengar bahwa jawabannya kali ini benar. “Aku sempat berpikir, kalau aku punya kakak pasti akan sepertimu ya, Chanyeol?”

Chanyeol menatap Dasom datar dengan tangan memangku dagunya. “Aku tidak mau punya adik sebodoh ini!!” Ucap Chanyeol ketus pada Dasom.

“Dasar tidak sopan!!” Pekik Dasom pada Chanyeol.

“Sudah cepat kerjakan soal berikutnya! Bukankah kau hari ini ada kerja sambilan?” Ucap Chanyeol memperingatkan.

“Oh iya!! Aku lupa!!”

***

Dasom sedikit merapikan letak syalnya yang sedikit berantakan, dieratkannya lagi syal yang tadi longgar itu. Dia tengah berganti baju dikamar ganti khusus pegawai untuk bersiap pulang setelah bekerja menggantikan shift malam temannya.

Setelah diyakininya rapi, Dasom langsung keluar dari kamar gantinya dan bergegas keluar untuk pulang.

Namun niatnya terhenti tatkala dia melihat sosok yang tidak asing baginya, Sehun, tengah terduduk sembari menyesap minuman hangatnya di salah satu meja.

Dasom tersenyum senang melihat Sehun yang berada di hadapan pandangannya, ‘Meskipun selalu ketus dan galak, tapi dia selalu mengkhawatirkanku…’ Ucap Dasom dalam hatinya.

Langsung saja Dasom menghampiri meja Sehun, “Maaf membuatmu menunggu lama..” Seru Dasom pada Sehun.

“Siapa yang menunggumu? Aku itu hanya jalan-jalan saja. Tidak usah kepedean deh!” Sangkal Sehun.

‘Meski dia selalu menyangkalnya….’

“Aku juga mau minum dulu ah…” Seru Dasom lagi sembari kembali ke belakang dan balik dengan segelas cangkir minuman hangat di tangannya.

“Hey! Sehun!! Jarang-jarang ya kita minum teh berdua seperti ini…” Ucap Dasom sembari meletakkan minumannya di atas meja. “Seperti kencan saja…”

“GREPP!!”

Sehun langsung menarik tangan Dasom hingga Dasom terduduk di sampingnya.

Dan dengan serta merta Sehun merangkul pundak Dasom yang berada di sampingnya.

“Kalau kencan harusnya duduk berdekatan seperti ini, kan?”Ucap Sehun membuat Dasom terdiam.

Dasom memang terdiam di luarnya, tubuhnya terasa kaku di dalam dekapan Sehun. Namun di dalamnya? Jantungnya terus bergemuruh kencang tak beraturan. Perasaan dag dig dug nya kembali lagi muncul.

‘Ke-kenapa jadi deg-deg-an seperti ini? Padahal sudah biasa duduk berdekatan dengannya, di meja makan pun duduk bersebelahan tapi kenapa tetap saja deg-deg-an?’ Gerutu Dasom dalam hatinya ketika Sehun terus saja mendekapnya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.

‘Lagipula dia itu suka sekali sih bertindak tiba-tiba seperti ini?’

***

Dasom dan Sehun berjalan pulang dalam keadaan hening tak bersuara, keduanya terus saja diam sejak tadi dan itu sangat-sangat membuat Dasom yang ceria dan suka keramaian, jadi kesal sendiri karena terjebak dalam situasi tersebut.

Namun dirinya juga tidak tahu harus membahas topik apa setelah insiden Sehun terus mendekapnya erat di tempatnya bekerja tadi. Takut dia salah bicara dan akhirnya malah merusak suasana.

“Dasommie-ya!!” Seru sebuah suara membuat Dasom berhenti dan menolehkan kepalanya ke belakang, ke arah sumber suara. Sedang Sehun terus melanjutkan langkahnya untuk pulang.

“Hyolin onnie?”

“Ada apa Dasommie? Kenapa wajahmu terlihat lesu begitu? Kau capek ya? Kenapa pulang sangat malam?” Tanya Hyolin beruntun membuat wajah Dasom semakin lesu.

Dasom memegang dadanya tiba-tiba membuat Hyolin kaget. “Jantungku sedang bermasalah…” Ucap Dasom serius. “Terkadang rasanya sakit dan sesak…” Tambah Dasom dengan raut wajah dilebih-lebihkan.

“Hubunganmu dengan Sehun tidak berjalan dengan baik ya?” Tanya Hyolin tepat sasaran.

“JLEBB!!”

“Kenapa jadi membahas Sehun?!!” Seru Dasom.

Hyolin tersenyum kecil, “Soalnya Dasommie suka Sehun, kan?” Tanya Hyolin lagi-lagi tepat sasaran.

“Tidaaaakkkk mungkin aku menyukai srigala itu!!!!” Seru Dasom sembari langsung berlari menuju apartement keluarga Wu meninggalkan Hyolin yang terkikik sendirian karena tingkah laku Dasom yang masih sangat polos.

***

Sesampainya di rumah, Sehun langsung memutuskan untuk mandi membersihkan badannya. Dan setelah beberapa menit kemudian, dia keluar dengan handuk kecil diatas kepalanya untuk mengeringkan rambutnya.

Di depan kamar mandi di dapatinya Dasom tengah duduk dengan kaki meringkuk di atas sebuah bangku. Sehun pun berinisiatif menghampiri Dasom untuk menyuruhnya mandi.

“Kau tidak mandi?” Tanya Sehun sembari terus mendekati Dasom yang tengah duduk.

“Pluk!”

“Plak!!!”

Dasom langsung menangkis tangan Sehun yang memegang bahunya dengan cepat. Membuat Sehun terdiam dan membelalakan matanya tak percaya dengan sikap Dasom yang tidak seperti biasanya. Apa hal yang ditakutinya ternyata benar terjadi?

‘Kk-kenapa aku jadi takut melihat Sehun?’

“Ah, maaf!” Seru Dasom kemudian sembari menggenggam erat kedua telapak tangannya. “Peerku belum selesai!! Nanti saja aku mandinya…” Lanjut Dasom sembari langsung bergegas naik ke lantai atas menuju kamarnya, meninggalkan Sehun yang masih terpaku karenanya.

***

“Krieeettt…..”

Dengan perlahan Dasom membuka pintu apartement keluarga Wu.

“Aku pulang…” Ucapnya pelan mencoba memberi salam. Entah mengapa perasaannya jadi tegang dan tidak tenang sekarang.

‘DEG!’

Jantungnya langsung kembali berdetak kencang tatkala melihat Sehun tengah tertidur disalah satu sofa di ruang tamu.

Dengan perlahan dan sangat pelan Dasom berjalan ke arah Sehun dan mendekatinya, diperhatikannya wajah Sehun dengan mata lelap terpejam.

‘Dia tertidur….’

Perlahan Dasom mencoba mendekatkan telapak tangannya untuk mengusap surai Sehun yang tengah terlelap.

“GREPP!!!”

Namun belum sampai Dasom mengusap surainya, Sehun langsung menyergap pergelangan tangan Dasom yang hendak menyentuhnya. Matanya yang terpejam langsung terbuka sempurna.

“Jangan menghindar lagi!” Ucap Sehun sembari menatap Dasom lekat.

Dengan serta merta Dasom langsung memalingkan wajahnya. “Apaan sih…” Serunya sembari mencoba berontak agar Sehun melepaskan tangannya.

“Kau…. menghindariku karena menyukai Chanyeol hyung, kan?” Tanya Sehun membuat Dasom kembali memalingkan wajahnya ke arah Sehun.

“Hah?”

“Ternyata benar begitu…” Lirih Sehun lagi. “Hanya karena dia mengajarimu, kau langsung menyukainya begitu saja…”

Hah? Sehun ini ngomong apa sih?’ Tanya Dasom dalam hati.

“Tidak begitu, Sehun! Lagipula Chanyeol juga tidak menyukaiku…”

“Kau pikir aku orang bodoh?” Tanya Sehun ketus. “Chanyeol hyung tidak akan bersikap baik pada orang yang tidak disukainya!” Lanjutnya lagi masih dengan tatapan tajam memandang Dasom dan terus memegang tangan Dasom.

“Apaan sih, Sehun!! Lepaskan aku!!” Seru Dasom sembari kembali berontak.

Sehun beranjak dari duduknya. Bukannya melepaskan genggamannya, Sehun justru menarik wajah Dasom mendekat ke arahnya dan langsung mencium Dasom dengan paksa.

Dilumatnya bibir Dasom dengan dalam dan penuh rasa amarah yang berbeda dari biasanya.

“Brak!!”

Dasom langsung mendorong tubuh Sehun ketika lagi-lagi namja itu mencuri ciumannya. “Kenapa kau menciumku?!!” Seru Dasom kesal sembari menangis.

“Kau bahkan bukan pacarku!!”

***

TBC

Karena aku mau buat cerita tentang Dasom yang lain. Jadi yang ini yaaaa aku percepat sajaa makanya hari ini langsung publish 2 part sekaligus, Well, gimana Chansom sama Sesom momentnya? Lebih pilih yang manaaaa? Part depan itu part terakhir jadi pastikan kalian komentar yaaaa , soalnya takutnya aku iseng kasih kasih password haha.

Oh iya buat yang mau nanya soal fanfiction di blog ini bisa langsung lewat twitter aku di @lidya_Natalia atau di akun instagram aku @natalidya . Oh iya aku juga hobi edit edit poster, kalian bisa request lewat instagram kalau kalian mau ~

WOLVES4

7 thoughts on “[Remake Fiction ] EXOSTAR’s Fanfiction / My Gentle Wolves / Romance / Friendship / Part 4

  1. Author mksh udah update lag ceritanya,lucu sis ceritanya ^^ kalo boleh minta dibanyakin moment chanyeol&dasom donk..suka bgt sm mereka. Suka jg sm sehun tapi lbh milih chanyeol buat dasom hehe…Mudah2an dasom blm bener2 suka ya ma sehun. Semoga masih ada kesempatan buat Chanyeol nunjukin perasaannya ke dasom. Mgkn dasom ngerasa deg2an sama sehun karena baru sehun yg ngasih perhatian lebih ke dasom…wah waktunya chanyeol nih nunjukin perasaannya ke dasom *Fighting Chanyeol!!!* …hihi jadi ga sabar,gmn ya kalo dasom dibuat deg2an sm 2 cowo sekaligus kakak beradik ini???? Semangat ya author buat next partnya😀

  2. Jadi penasaran sama perasaan chanyeol yg sebenarnya ke dasom. Trus suka juga ngeliat si sehun yg cemburu ngeliat chansom couple. Chapter selanjutnya banyakin lagi moment chansom sama sesom couplenya ya author.. ^-^

  3. Wahhh keren ffnya! Aku suka! Maaf baru bisa coment di part ini, aku baru nemu ff ini tadi. Seru! Lanjut thor!! Next! Keep writing thor^^

  4. Berharap endingx chansom sih!! Tp pesimis aih berdasarkan alur perasaan dasom lebih condong berharap ke sehun!! Apakah ada keajaiban admin??!!

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s