Dasom – Chanyeol’s Fanfiction / Treat You with A Kiss / Oneshoot / Romance

TYWAK

Tittle : Treat You with A Kiss
Cast : Chansom
Genre :  Straight, Alternatif  Romance, Fluff *maybe*
Rate: Teen
Length : Oneshoot
Author : LidyaNatalia
Warning : some typos, short fiction. If you do not like this couple please do not read this Fiction. Basher will be blocked.
A/N :Hayhay penggemar EXOSTAR ~ Im coming with new story about of course Dasom. Cerita ini pernah aku buat dengan cast KyuMin *maklum mantan Joyer* sekitar 3 tahun yang lalu waktu aku masih SMA dan sekarang aku buat versi Chansom-nya. Semoga pada sukaaa ~
Disclaimer: This story originally made by me, repost tidak diijinkan, kalau mau share linknya aja ya.
Summary : What will Dasom must to do when Chanyeol get sick ? Treat like what can make Chanyeol better? And what if Hyorin suggest strange treat to Dasom to do ??

Let’s check it out the story…

***

Teng! Teng! Teng!

Bel berdentang sebanyak 3 kali menandakan waktu istirahat telah datang. Seluruh siswa kelas XII IPA 2 pun telah bergegas pergi keluar kelas menuju kantin. Uhm, mungkin kecuali 2 orang. Yaitu Chanyeol dan Dasom.

Mereka merupakan sepasang kekasih yang memang duduk satu meja. Sebenarnya Dasom ingin mengajak Chanyeol keluar, (meski bukan untuk ke kantin karena mereka sudah membawa makanan sendiri tadi), Dasom ingin mengajak Chanyeol untuk duduk-duduk di pinggir lapangan basket sembari menikmati makanan yang mereka bawa.

Namun Dasom terpojok antara dinding dan tubuh Chanyeol yang duduk sembari menenggelamkan kepalanya di meja, jadi cukup menyulitkan Dasom untuk keluar.

Dasom berbalik arah menghadap ke arah kiri dan kemudian memegang pundak Chanyeol, “Oppa, keluar yuk!” Ajak Dasom dengan nada suara pelan dan lembut.

Chanyeol mengangkat kepalanya sedikit. “Aku disini saja, kalau kau mau keluar, keluar saja.” Ujar Chanyeol sembari mengangkat tubuhnya hingga bersandar ke tempat duduk, memberikan sedikit ruang untuk Dasom lewat.

Dasom melihat wajah Chanyeol memucat, bibirnya putih seperti mayat. Chanyeol memegang keningnya dengan mata terpejam. Membuat Dasom yang tadinya ingin keluar jadi mengurungkan niatnya.

“Kau sakit?” Tanya Dasom sembari menempelkan punggung telapak tangannya ke kening Chanyeol.

“Entahlah..” Ujar Chanyeol pelan. “Kepalaku pusing, Baby..” Lanjut Chanyeol sembari memegang keningnya lagi.

Tangan Dasom kini beralih ke leher Chanyeol, “Keningmu tidak panas, tapi lehermu memang terasa lebih hangat dari biasanya.” Ujar Dasom menyetujui ucapan Chanyeol.

Dasom menarik tangannya dan kemudian kembali menghadap lurus ke depan. Kemudian dia tarik kepala Chanyeol untuk tidur dipangkuannya. “Kau tiduran saja. Biar aku pijat kepalamu.” Ucap Dasom.

Tanpa berfikir dua kali, Chanyeol langsung saja menuruti perkataan Dasom. Dia rebahkan kepalanya dipangkuan yeojachingunya tersebut. Tangannya masih belum terlepas dari keningnya, dia terus memijat sedikit keningnya.

Namun tangannya langsung disingkarkan oleh Dasom, “Biar aku saja..” Ucap Dasom sembari memulai memijat kepala Chanyeol.

Dengan penuh kelembutan dan kasih sayang Dasom mencoba membuat Chanyeol agar merasa lebih baik. Dasom menatap Chanyeol cemas. “Oppa, apa kau tadi belum sarapan?” Tanya Dasom.

Chanyeol menggeleng, “Aku sudah sarapan tadi.” Jawab Chanyeol dengan suara pelan.

“Lalu, kau kenapa? Apa salah makan?” Tanya Dasom lagi dengan tangan tetap memijat kepala Chanyeol.

“Entahlah…” Sahut Chanyeol sembari mengangkat satu kakinya di bangkunya.

“Setelah ini kan ada pelajaran olahraga. Apa kau mau ijin?” Tanya Dasom yang kali ini mulai mengusap pipi Chanyeol yang dia rasa, mulai menghangat sekarang.

Chanyeol menggeleng, “Nanti ada pengambilan nilai atletik, Baby. Aku tidak mau nilaiku kurang.” Sahut Chanyeol.

Dasom mencubit pipi Chanyeol, membuat Chanyeol sedikit meringis. “Kau ini sudah sakit masih saja memikirkan nilai. Pikirkan dulu kesehatanmu.” Ucap Dasom menasehati.

Chanyeol mengusap pipinya sembari memaksakan bangun dari pangkuan Dasom. “Kau tidak makan bekalmu Baby?” Tanya Chanyeol kemudian, masih dengan tampang lemas.

Dasom menepuk keningnya pelan, “Aku lupa!” Serunya, yang kemudian mengambil sebuah kotak dari dalam tasnya. Kemudian dibukanya kotak makanan itu di depan Chanyeol, “Aku bawa makanan kesukaanmu.” Ucap Dasom sembari mengambil salah satu isi dari kotak makanan itu, “Makanlah! Biar cepat sembuh.” Lanjutnya sembari menyuapi Chanyeol.

Chanyeol menerima suapan tersebut dengan sedikit terkejut. Setelah itu dia kembali menidurkan kepalanya dimeja. Dia memejamkan matanya lagi, namun dalam keadaan sambil mengunyah dan tersenyum ke arah Dasom. “Mashita!

Dasom menggelengkan kepalanya sembari tertawa kecil ke arah Chanyeol, dielusnya pipi Chanyeol lagi. “Ternyata orang sepertimu bisa sakit juga, Oppa..” Ucap Dasom dalam hatinya.

***

“Park Chanyeol!!” Seru seorang guru olahraga.

Kini giliran Chanyeol yang harus lari sejauh 2400 meter untuk pengambilan nilai atletiknya. Chanyeol pun langsung maju ke garis start tanpa harus dipanggil 2 kali oleh gurunya.

Sementara Chanyeol maju, Dasom memandang ke arahnya dengan wajah harap-harap cemas. Hingga tanpa ia sadari jari telunjuk di kedua tangannya terus saja dia adu, yah memang begitulah Dasom kalau sedang gugup atau cemas. Bibir bagian bawahnya pun dia gigit tanpa dia sadari. Dan dia baru menyadarinya ketika dia rasakan sebuah rasa sakit di sekitar bibirnya.

“Pritttt!!!”

Chanyeol mulai berlari ketika peluit sang guru olahraga dibunyikan. Memang itu bukan hanya gilirannya pada saat itu, ada Sehun, Kris dan juga Kai yang juga ikut berlari untuk pengambilan nilainya.

Biasanya dalam keadaan sehat, Chanyeol pasti urutan pertama bila diantara mereka, namun kali ini? Lari untuk start saja dia telat beberapa detik. Bagaimana untuk bisa dapat urutan pertama di finish nanti.

Dasom terus memperhatikan Chanyeol yang sedang berlari. Sangat terlihat, beberapa kali Chanyeol berlari sembari menundukan kepalanya dan kemudian memegang keningnya, namun sesaat kemudian langsung dia kibaskan lagi rambut hitamnya tersebut. Terlihat sekali Chanyeol berusaha menghilangkan rasa sakitnya dengan cara seperti itu.

“Hey! Dasom! Tenang saja, Chanyeol tidak akan lari kemana-mana kok.” Seru Hyorin mencoba menggoda Dasom yang dari tadi terlihat sangat cemas.

“Iya, gerbang sekolah cukup tinggi Dasom, jadi Chanyeol tak akan bisa pergi darimu..” Tambah Soyou sembari tersenyum senang.

“Eh, bukan begitu…” Ucap Dasom mencoba menjelaskan.

“Sudah, bilang saja Dasom, tak usah malu-malu..” Sahut Bora menimpali.

Dasom menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar. Sepertinya percuma menjelaskan pada mereka, tidak akan mengerti. “Bukan begitu .. Chanyeol itu sedang sakit tau…” Ucap Dasom jutek.

“Oh ya?” Tanya Hyorin.

“Iya!” Sahut Dasom. “Lihat saja larinya…” Lanjut Dasom sembari menunjuk ke arah Chanyeol yang sedang berlari.

“Iya juga sih..” Sahut Soyou. Hyorin dan Bora menganggukan kepalanya tanda mengiyakan penjelasan Dasom.

“Oh iya Dasom! kau mau tahu tidak agar Chanyeol bisa cepat sembuh?”

“Ehm, apa?” Sahut Dasom.

“Sini…” Hyorin menarik Dasom untuk mendekat ke arahnya, kemudian membisikan sesuatu ke telinga Dasom.

“…………”

“Glek!”

Dasom menelan ludahnya dalam-dalam. “Ada-ada saja kau…” Seru Dasom.

“Yeee, aku tidak bercanda tahu. Coba saja kau praktikan…” Sahut Hyorin

Dasom sedikit berfikir keras karena ragu akan usulan Hyorin barusan. Dia lebih memilih kembali ke tempat duduknya tadi. Daripada Hyorin dan kawan-kawan terus meracuni hal yang tidak-tidak kepadanya.

Setelah beberapa menit, satu persatu dari keempat anak laki-laki tadi mulai kembali, pertama Kris, disusul oleh Kai dan kemudian Sehun. Tinggal Chanyeol yang masih lari berusaha mencapai garis finish dengan terengah.

Dasom menggigit ujung kukunya tanpa sadar.

“7 menit 13 detik!” ucap Sang guru olahraga sembari menekan stopwatchnya ketika Chanyeol sampai di garis finish.

Sang guru olahraga menggeleng-gelengkan kepalanya sembari melihat ke arah Chanyeol, “Ada apa denganmu, Chanyeol? Larimu lamban sekali?” Ucap sang guru memberi sedikit koreksi.

“Tidak apa – apa saenim..” Jawab Chanyeol sembari kembali ke tempatnya tadi sebelum lari, disebelah Dasom.

“Brukk!!!”

Chanyeol merebahkan tubuhnya. Dasom memandanginya cemas. “Tambah pusing?” Tanya Dasom kemudian.

Chanyeol mengangguk.

Dasom baru ingin meletakkan kepala Chanyeol di pangkuannya kembali, ketika dia ingat bahwa masih ada guru dan teman-temannya di sekitar mereka.

Saenim, boleh kami ijin ke UKS?” Sela Dasom ketika sang guru tengah mengabsen siswa selanjutnya.

Sang guru olahraga menoleh ke arah ChanSom. “Karena kalian sudah mendapat giliran lari, silahkan saja.” Jawab Sang guru. “Memang siapa yang sakit?” Tanya sang guru kemudian.

“Chanyeol, saenim. Dia mengeluhkan kepalanya yang pusing.” Jawab Dasom.

“Yasudah, sana segera ke UKS.”

Ghamsahamnida, saenim..” Ujar Dasom sembari membungkuk 90 derajat pada gurunya.

Akhirnya dengan sedikit memaksakan diri, Chanyeol kembali bangun dengan dipapah oleh Dasom.

“Kau berat Oppa..” Celetuk Dasom mencoba memberikan sedikit penghiburan untuk kekasihnya itu.

Chanyeol menyunggingkan senyum kecilnya, “Aku rasa lebih berat dirimu ketimbang aku..” Sahut Chanyeol sembari memegangi keningnya.

Mendengar perkataan Chanyeol, membuat Dasom mengerucutkan bibirnya. “Enak saja! Kau itu yang lebih berat!” Seru Dasom balik.

“Hahahaha…” Chanyeol sedikit tertawa ketika melihat reaksi Dasom.

Baby, kita ke kelas saja..” Ujar Chanyeol ketika sampai di perempatan koridor. “Aku tidak tahan bau UKS…” Lanjut Chanyeol.

“Oh, yasudah kita ke kelas saja…” Sahut Dasom mengiyakan kemauan Chanyeol.
***

Sesampainya di kelas, Dasom langsung merebahkan Chanyeol untuk duduk di bangkunya. Kemudian dia sendiri juga duduk di bangkunya sendiri. Setelah itu kembali dia tidurkan Chanyeol di pangkuannya.

Diusapnya poni rambut coklat itu, keringat membasahi keningnya. “Kau seperti cheonsa (malaikat) kalau sedang sakit seperti ini..” ujar Dasom dalam hatinya sembari terkikik kecil memandangi Chanyeol.

“Uhuk! Huk..” Chanyeol sedikit terbatuk.

Aigoh, sudah pusing batuk juga…” Ujar Dasom sembari terus mengusap kepala Chanyeol.

Sementara Dasom terus mengusap kepalanya. Chanyeol lebih memilih memejamkan matanya, dia tertidur di dalam pangkuan Dasom. Sentuhan Dasom di keningnya membuatnya merasa lebih nyaman. Walau itu masih belum bisa menghilangkan rasa pusing di kepalanya. Setidaknya sentuhan itu sedikit mengurangi rasa pusing tersebut.

“Kalau kau ingin membuat Chanyeol cepat sembuh dari sakitnya. Kecup saja bibirnya. Dengan begitu rasa sakitnya akan disalurkan pada dirimu juga. Jadi dia akan cepat sembuh”

Tiba-tiba saja terbesit sebuah memori kecil diingatan Dasom dengan Hyorin tadi. Dan memori kecil tersebut membuat Dasom jadi gugup sendiri.

“Apa aku harus…” Ujar Dasom pelan sembari memegang bibirnya dengan tangan kanannya.

“Ah tidak! Tidak!” Dasom menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ngghhh…” Terdengar suara lenguhan Chanyeol dengan tangannya menjambak rambutnya sendiri.

“Apa bertambah pusing Oppa?” Tanya Dasom cemas.

Dalam keadaan setengah sadar Chanyeol menganggukan kepalanya. Masih dengan mata terpejam.

Dasom kembali mengusap bagian kepala yang tadi dipegang oleh Chanyeol. “Kau ini jarang sakit, tapi sekalinya sakit, sungguh membuat orang khawatir.” Gerutu Dasom.

“Apa aku…” Dasom kembali bergumam sendiri. “Tapi aku belum pernah melakukannya..” Lanjutnya sembari menggigit bibir bagian bawahnya.

“Tak apalah demi Chanyeol..” Ujar Dasom sembari mendekatkan wajahnya.

“Dudududududududug!!”

Dasom merasakan tiba-tiba saja suasana disekitarnya menjadi ramai dengan tabuhan gendering perang, padahal jelas-jelas dia dan Chanyeol masih berada di kelasnya yang sepi itu.

Dasom mengangkat wajahnya yang kini terasa panas. “Kenapa hawanya jadi panas ya, padahal jelas-jelas AC tidak mati..” Ujarnya sembari mengibaskan tangan-tangannya.

“Nghhh…” Lagi-lagi Chanyeol melenguh sembari meremas rambut poni hitamnya. Membuat Dasom menoleh ke arah Chanyeol, dipegangnya kedua pipi Chanyeol, “Mwo? Kenapa jadi bertambah hangat?” Seru Dasom pelan.

“Sepertinya sakitnya akan bertambah parah..” Desah Dasom.

Oppa, Oppa…” Dasom menghela nafas panjang-panjang, kembali mendekatkan wajahnya ke bawah. Dasom memandang wajah Chanyeol dengan lekat. “Glek!”

Belum pernah dia sedekat ini dengan Chanyeol sebelumnya.

Dipaksakannyya wajahnya agar lebih turun. Membuat tubuhnya terlihat semakin membungkuk.

Terdengar olehnya deru nafas Chanyeol membuat jantungnya melakukan olahraga sendiri. Terlihat bibir bawahnya sedikit berkomat-kamit membaca sebuah doa atau mungkin mantra agar rasa sakit Chanyeol bisa dibagi dua dengannya atau mungkin bisa langsung menghilang saja dari tubuh itu.

Dasom memejamkan matanya terlebih dahulu, sembari …

“Chu~”

Dikecupnya bibir kekasihnya tersebut, cukup lama. Karena dia membiarkan bibirnya diam diatas bibir kekasihnya itu beberapa saat. “Cepat sembuh, baby…” Ucap Dasom tulus setelah memberikan pengobatan alternatif ala teman-temannya tersebut. Ah tidak lebih tepatnya ala Hyorin!

“Brukk!!”

Dasom segera mengangkat tubuhnya ketika tiba-tiba terdengar pintu kelas terbuka.

“Huft..” Dasom menghela nafas. “Hampir saja…”

“Hey Dasom, kau sedang ap…. Lho Chanyeol disini? Katanya mau di UKS?” Tanya Sehun salah satu teman sekelas mereka ketika melihat Chanyeol tertidur di pangkuan Dasom.

“Ah, Chanyeol tidak tahan bau obat-obatan di UKS, makanya dia lebih memilih di kelas..” jawab Dasom apa adanya.

“Oh gitu…”

“Ada apa Hun?” Tanya Hyorin yang baru saja masuk.

“Ah, ini Chanyeol dan Dasom ada di kelas. Katanya Chanyeol tidak tahan bau obat-obatan di UKS.” Ujar Sehun.

Hyorin menoleh ke arah ChanSom, dia lihat Chanyeol yang masih terpejam sembari memegangi keningnya dan bibir bawahnya tergigit. Kemudian dilihatnya juga Dasom yang memegangi bibirnya dengan tangan kanannya.

Hyorin menunjukan smirknya. “Wah ternyata kau lakukan juga ya Dasom?!” Pekik Hyorin keras, membuat Chanyeol yang tertidur pun jadi bangun dan kemudian beranjak bangun dari pangkuan Dasom sembari memijit sedikit keningnya. Tidak enak juga dia dengan teman-temannya, didapati sedang tidur dipangkuan Dasom seperti tadi.

“Ah, lakukan apa?” Tanya Dasom pura-pura bodoh.

Hyorin kembali menyunggingkan smirknya, “Sudahlah jangan berpura-pura bodoh, kau men….”

Onnie!!!” Seru Dasom kencang berusaha menghentikan perkataan Hyorin. Dasom mengarahkan deathglare ke arah Hyorin.

“Hahahhaa, baiklah aku mengerti :D” Sahut Hyorin sembari mengajak Sehun pergi dari bangku ChanSom.

“Ada apa Baby?” Tanya Chanyeol dengan suara cukup lirih.

“Ah tidak ada apa-apa Oppa..” Ucap Dasom sembari menggelengkan kedua telapak tangannya.

“Oh…” Sahut Chanyeol sembari menyenderkan kepalanya dibahu Dasom. “Berisik sekali sih, Hyorin itu!” Gerutu Chanyeol.

“Eh, iya, tahu tuh! Oh iya bagaimana kepalamu? Masih pusing?” Tanya Dasom.

“Sudah lebih baik…” Jawab Chanyeol.

“Baguslah” Desah Dasom sembari menghela nafas.

“Oh iya Baby.. tadi aku sepertinya sempat bermimpi..” Ucap Chanyeol tiba-tiba.

“M-mim-pi?! Mimpi apa?” Tanya Dasom.

Chanyeol menoleh ke arah Dasom, wajahnya sangat dekat dengan pipi Dasom, kali ini. “Aku bermimpi kau menciumku..” Ucapnya seraya membalikan kepalanya lagi.

“Glek!

“Mimpi itu terasa seperti sungguhan. Tapi karena aku tahu itu tidak mungkin, jadi itu pasti mimpi. Iya kan Baby?” Tanya Chanyeol lagi. Chanyeol dan Dasom memang belum pernah berciuman, Dasom selalu menolak apabila Chanyeol ingin mengecupnya. Oleh karena itu Chanyeol sangat yakin bahwa yang baru saja dialaminya pasti hanya mimpi.

Dasom tersenyum kecil. “Eng-iya Oppa. Itu pasti hanya mimpi…” Jawab Dasom gugup.

“Huft!”

***

END

Jangan lupa tinggalkan koment kalian ya ^^
Jangan abis baca terus pergi begitu aja.

Oh iya, kalau kalian komen nanti aku bakal pilih komentar terbaik dan yang terpilih boleh request 1 fanfict EXOSTAR yang kalian mau siapapun castnya dan apapun genrenya.

 

3 thoughts on “Dasom – Chanyeol’s Fanfiction / Treat You with A Kiss / Oneshoot / Romance

  1. suka banget sama pasanagn chanyeol dasom, tapi ceritanya kurang ada gregetnya/? hehe. tapi keep it up author😀

  2. Chanyeol dasom so sweet Tapi sayang cm sebentar ceritanya… Hehe ;p mau lagi donk author fanfic ChanSom Yg lbh panjang,lucu&romantis. Gmn kalo soal perjodohan author?? awalnya mereka ga saling kenal trus dijodohin&ahirnya mereka terpaksa harus nurut orang tua mereka untuk nikah. Selama pernikahan Awalnya saling benci trus lama2 tumbuh cinta,mulai saling cemburu&ngerasa saling ngebutuhin satu sama lain hehe…maaf ya author itu cuma imajinasi aq aja kok. Pokoknya apapun fanfict author ttg ExoStar terutama ChanSom aq selalu suka…Semangat ya Author ^^

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s