HYORIN’s Fanfiction / 11:11/ Oneshoot / Mystery

1111

Tittle :  11:11

Cast :  Cho Kyuhyun, Kim Hyojung “Hyorin”, Park Chanyeol, Choi Hyunsik, Yoon Bora

Genre :  Straight, Friendship, Mystery, Crime

Rate: Teen

Length : Oneshoot

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos, short fiction. If you do not like this couple please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N :Hayhay penggemar EXOSTAR ~ Kali ini aku buat cerita tentang Misteri dan castnya our leader HYOLYN. Semoga pada sukaaa ~

Disclaimer: This story originally made by me, repost tidak diijinkan, kalau mau share linknya aja ya.

Background Music : Rollie Up by Illionare Records

Let’s check it out the story…

***

***

Seorang gadis dengan penampilan yang sedikit berantakan memandang seorang laki-laki yang mencoba tersenyum dengan pandangan menusuk. Sudah hampir 2 bulan tidak ada yang pernah mendekatinya. Well, gadis itu memang anak baru di kelasnya. Sedangkan laki-laki tersebut? Dia adalah siswa lama yang sudah hampir 3 bulan tidak masuk sekolah karena perawatan yang harus dijalaninya setelah kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya itu terjadi.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya laki-laki itu ketika terus mendapati pandangan menusuk dari gadis di hadapannya.

“Hey! Apa yang kau lakukan di sini, Kyu?” Seru seseorang yang baru saja datang dan mendapati temannya tengah bersama ‘orang aneh’ -menurutnya.

Chanyeol, laki-laki yang baru saja bertanya tersebut langsung menarik tubuh temannya, Kyuhyun, menjauh dari gadis bernama…

“Ada urusan apa kau dengan Hyorin?” Tanya Chanyeol ketika mereka sudah menjauh dari gadis tersebut.

“Hyorin?”

“Iya, gadis yang duduk di depanmu tadi.”

“Duduk? Dia terjatuh bukan duduk!” Seru Kyuhyun. “Dan kau menghalangiku untuk membantunya.”

Chanyeol mengelengkan kepalanya. “Apa selama di rumah sakit tidak ada yang memberitahumu perkembangan kelas kita?” Tanya Chanyeol. Kyuhyun menggeleng.

Chanyeol meletakkan tas punggungnya dan langsung menghadap ke bangku Kyuhyun yang berada di belakangnya.

“Dia itu anak baru di kelas kita.” Ujar Chanyeol memberitahu.

“Lalu? Apa itu pantas dijadikan alasan kau mencegah aku untuk membantunya?” Ucap Kyuhyun sinis ke Chanyeol.

“Hilangkan dulu jiwa pahlawanmu dan dengarkan ceritaku sampai selesai!” Titah Chanyeol.

Kyuhyun mendengus melihat tingkah serius Chanyeol. Tidak biasanya.

“Kenapa dia tidak masuk ke kelas?” Tanya Kyuhyun sembari menolehkan kepalanya ke arah jendela.

“Berhenti bertanya dan dengarkan dulu ceritaku. Aku jamin kau tidak akan bertanya lagi.” Sahut Chanyeol.

Kyuhyun memandang Chanyeol dengan pandangan bertanya. “Yasudah cepat ceritakan!” Seru Kyuhyun tak sabar.

“Kau ingat tidak ketika 2 bulan lalu kami menjengukmu setelah menjenguk Bora Nunna?” Tanya Chanyeol. Kyuhyun mengangguk.

“Kau tahu kenapa Bora Nunna masuk rumah sakit?” Tanya Chanyeol lagi. Kyuhyun menggeleng.

“Bora Nunna masuk rumah sakit karena kepalanya terbentur ujung meja. Dan kau tahu kenapa? Itu karena Hyorin mendorongnya dengan kasar ketika Bora Nunna menghampirinya dan berusaha mengajak berkenalan.” Ujar Chanyeol.

Dahi Kyuhyun mengerut. “Benarkah?”

“Anak sekelas saksinya.”

“Bora Nunna memang tidak mengatakan yang sebenarnya ke wali kelas, makanya Hyorin tidak mendapat hukuman. Dia pikir mungkin Hyorin melakukannya tanpa sengaja, padahal kita semua melihatnya kalau Hyorin yang membuat Bora Nunna jatuh hingga terbentur ujung meja.”

“Tumben, kalian perhatian.” Celetuk Kyuhyun.

“Well, melihat penampilannya seperti yang kau lihat di depan tadi itu sangat membuat orang penasaran, kan? Kau saja terus bersikeras ingin membantunya tadi. Apalagi alasannya kalau bukan karena penasaran!”

Kyuhyun diam. Jujur saja, salah satu alasannya memang karena penasaran.

“Ketika diminta untuk memperkenalkan diri. Dia hanya mengucapkan namanya.” Ujar Chanyeol lagi.

“Memangnya?”

“Yah, biasanya kan kau akan menyebutkan asal sekolah, alamat, akun SNS, ya hal-hal semacam itulah.”

“Jangan samakan kau dengan orang lain, Yeol!” Seru Kyuhyun sembari menjitak kepala Chanyeol.

Chanyeol mengusap kepalanya yang baru saja dijitak oleh Kyuhyun. “Selain itu dia selalu datang paling pagi tapi masuk ke kelas paling akhir. Dan satu hal yang harus kau tahu, dia sama sekali tidak punya teman disini.” Jelas Chanyeol.

“Kau jadi pandai menggosip, Yeol. Sepertinya aku melewatkan banyak hal 3 bulan ini.” Ujar Kyuhyun.

“Itu bukan hal tabu di kelas kita, Kyu. Bahkan aku termasuk dalam kategori ‘hanya tahu sedikit’ di kelas ini.”

“Ada berapa kategori memangnya.” Tanya Kyuhyun meledek.

“Entahlah. Yang aku tahu hanya ada dua anggota di dalam kategori ‘hanya tahu sedikit’. Salah satunya aku.”

“Satu yang lainnya?” Tanya Kyuhyun.

“Kau!” Seru Chanyeol. “Kau bisa bertanya pada Ketua -kelas- Hyunsik kalau ingin tahu lebih banyak.”

“Dia juga bergosip?” Tanya Kyuhyun tak percaya.

“Ini bukan gosip, Babo!” Seru Chanyeol sembari berdiri dari tempat duduknya. “Sudahlah aku ingin ke toilet. Kau mau ikut?” Tawar Chanyeol.

“Yaks!” Seru Kyuhyun sembari melempar sebuah buku ke arah Chanyeol.

Chanyeol berlari keluar sebelum sempat terkena lemparan tersebut. Setelah keluar dari kelas dia mengambil headset dan memasangkannya di telinganya.

Toilet lantai 2 terletak di ujung gedung bangunan kelas mereka.  Koridor menuju toilet sedikit lengang karena memang ada 2 kelas yang tidak ditempati.

Chanyeol menghentikkan langkahnya ketika melihat Hyorin sedang berdiri di tempat yang tak jauh dari tempat dirinya berdiri. Hyorin pun langsung membuang pandangannya ketika tak sengaja mataya bertemu dengan mata Chanyeol. Namun  seperti tak perduli Chanyeol mengacuhkannya dan langsung masuk ke dalam toilet.

Chanyeol menghentak-hentakkan kepalanya ketika lagu kesukaannya mengalun. Tak ada yang bisa mendengarnya tentu saja.

Sebuah getaran dirasakan Chanyeol dari sakunya ketika dia hendak membuka pintu toilet.

“Ada apa, Kyu? Aku baru pergi sebentar dan kau sudah merindukanku, Huh?” Seru Chanyeol sembari tertawa khas.

“Terserah apa katamu. Kau dimana? Ayahmu sudah masuk ke kelas.”

“Aku tidak mendengar bel berbunyi,”

“Aku akan jadi orang pertama yang mentertawakanmu, kalau Park Seongsaenim menghukummu….”

“Hyorin? Apa yang kau….”

“Brukk!!”

***

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Temannya Chanyeol baru saja dibawa oleh ambulans menuju rumah sakit terdekat. Dia baru saja terjatuh di toilet hingga membuat kepalanya pendarahan.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya untuk kembali ke kelasnya, namun dalam waktu sepersekian detik matanya menangkap bayangan Hyorin yang tengah berdiri turut memandang kepergian ambulans tersebut.

Kyuhyun memutuskan untuk menghampiri Hyorin. Namun belum sempat Kyuhyun mendekatinya, Hyorin langsung beranjak pergi.

Kyuhyun memiringkan kepalanya. Sedikit kecurigaan terlintas di pikirannya. Terlebih sebelum Chanyeol terjatuh tadi, Chanyeol sempat menyebutkan nama Hyorin di sambungan telpon mereka yang terputus.

***

“Hyunsik!” Panggil Kyuhyun ketika laki-laki tersebut tengah beranjak menuju ruang kesenian.

Hyunsik menghentikkan langkahnya dan menoleh ke arah Kyuhyun.

“Apa kau ada waktu?” Tanya Kyuhyun.

“Untuk?”

“Aku ingin bertanya tentang Hyorin. Kata Chanyeol, kau masuk dalam kategori ‘tahu banyak tentangnya’.” Jawab Kyuhyun.

Hyunsik memandang Kyuhyun serius. “Ikut aku!” Ajaknya pada Kyuhyun untuk masuk ke ruang kesenian.

Pandangan mata Kyuhyun mengelilingi ruangan tersebut. Sudah 3 bulan dia tidak menginjakkan kakinya ke ruangan ini. Terakhir kali dia masuk adalah hari dimana seminggu lagi akan ada kompetisi yang diikutinya.

Hyunsik meletakkan tasnya dan mulai memakai apron hitamnya. “Apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya Hyunsik sembari menuangkan cat ke palet.

Kyuhyun berjalan ke arah kanvas besar yang tengah dipoleskan cat berwarna hitam di hadapannya. “Apa yang kau ketahui tentang Hyorin?” Tanya Kyuhyun langsung.

“Maksudmu?”

“Well, pagi ini Chanyeol baru saja menceritakan sedikit hal tentangnya. Dan dia bilang kalau aku ingin tahu lebih, aku bisa menanyakan padamu -salah satunya.” Jawab Kyuhyun sembari memberikan pengencer cat ke Hyunsik.

Hyunsik menerima pengencer tersebut sembari mengerutkan keningnya, “Kau tertarik padanya?” Tanya Hyunsik.

Kyuhyun membelalakan matanya mendengar pertanyaan Hyunsik. “Mana mungkin!” Sanggahnya cepat.

“Lalu?” Tanya Hyunsik dengan wajah seriusnya.

“…” Kyuhyun terdiam sesaat. Dia tak ingin bergosip dengan Hyunsik, hanya saja hal yang tengah mengganjal di hatinya ini terus saja menganggunya dari tadi.

“Kau pasti punya alasan, kan?” Tanya Hyunsik yang mulai mencampurkan cat dengan berbagai warna.

“Pagi ini, sebelum Chanyeol terjatuh dia sempat menyebutkan nama Hyorin.”

“Di ceritanya?”

“Bukan! Tapi beberapa detik sebelum dia terjatuh hingga pingsan.” Jawab Kyuhyun.

Hyunsik menghentikkan kegiatannya dan menatap Kyuhyun dengan wajah seperti marah,”Kenapa kau tidak bilang dari tadi?” Tanya Hyunsik geram.

“Aku juga melihatnya di depan kelas ketika ambulans membawa pergi Chanyeol. Dan ketika aku ingin menghampirinya dia malah menjauh.” Ujar Kyuhyun. “Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui tentangnya?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Dissociative Identity Disorder (DID) atau sebelumnya dikenal juga dengan istilah Multiple Personality Disorder.” Ucap Hyunsik.

“Huh?”

“Penyakit kejiwaan yang hingga kini sulit dideteksi karena penderita tidak menyadari gejalanya.” Lanjut Hyunsik. “Pasti Chanyeol bercerita padamu di depan umum.”

“Aku tak mengerti.”

“Di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Setelah Bora mencoba mengajaknya berkenalan dia masuk rumah sakit, Kang Seongsaenim harus cuti beberapa hari tepat sehari setelah dia menegur Hyorin karena tidak mau maju ke depan kelas, Dasom terserempet mobil tepat setelah dia bergosip tentang Hyorin dengan anak di luar kelas kita dan Chanyeol juga mengalami nasib yang sama.”

“Well, Chanyeol memang bercerita tentang Bora.” Sahut Kyuhyun sembari mengelus ujung dagunya. “Tunggu!” Seru Kyuhyun kemudian. Hyunsik menoleh ke arahnya.

“Dugaanmu bisa saja terjadi.” Sahut Hyunsik cepat seperti tahu apa maksud Kyuhyun.

“Harusnya kau tidak menjawab pertanyaanku kalau memang kecurigaanmu benar.” Seru Kyuhyun kemudian.

“Dia tidak akan semudah itu untuk mencelakaiku!” Ucap Hyunsik dengan nada datar. “Tapi… aku tidak bisa menjamin untukmu atau orang lain, jadi aku harap kau tidak akan mencari tahu lebih banyak tentangnya atau akan banyak orang – orang yang terkena akibatnya.” Lanjut Hyunsik.

Kyuhyun tertegun. Bagaimana mungkin dia harus diam dan membiarkan hal ini terus membuat hatinya tak tenang.

Kyuhyun menghela nafasnya panjang,”Kalau begitu aku pulang dulu dan….. Terimakasih karena sudah mau menjawab pertanyaanku.” Ujar Kyuhyun yang kemudian mengambil tasnya dan pergi dari ruangan tersebut.

Kyuhyun memejamkan matanya ketika pintu ruang kesenian tersebut tertutup. Dadanya sesak. Hal yang baru saja didengarnya membuat bulu kuduknya sedikit merinding. Apa Hyorin seberbahaya itu? Karena yang dia lihat tadi pagi dari gadis itu hanyalah sebuah sikap canggung dan kegelisahan karena kesepian.

Kyuhyun membuka matanya setelah kembali menghela nafas. Dilihatnya ke sekeliling koridor yang mulai terlihat sepi.

“TAP!”

“….” Kyuhyun menolehkan kepalanya tanpa bersuara. Tubuhnya membeku sesaat untuk memastikan bahwa yang baru saja dia dengar bukanlah sekedar halusinasi, namun setelah hampir 1 menit tidak mendengar apapun dia memutuskan untuk melanjutkan langkahnya ke tujuan selanjutnya.

***

“TAP!”

“TAP!”

“TAP!”

“Ceklek!”

Hyunsik menoleh ke sumber pergerakan suara. Senyumnya merekah ketika melihat orang yang baru saja hendak masuk adalah orang yang sudah ditunggunya sedari tadi.

“Maaf membuatmu lama menunggu..” Ujar Hyunsik kemudian.

“Ta-tadi itu siapa?”

“Dia Kyuhyun, mau pulang sekarang?” Tanya Hyunsik lagi.

“Tidak. Selesaikan dulu saja lukisanmu.”

“Aku sudah selesai. Aku kemari hanya untuk memperbaiki beberapa bagian.” Jawab Hyunsik.

“A-apa kau melakukannya untukku?”

“Tidak Hyorin-ah aku benar-benar sudah selesai.” Ujar Hyunsik sekali lagi sembari mengelus puncak kepala Hyorin.

Hyorin mengembangkan senyumnya dengan takut-takut. “B-baiklah..”

***

“Apa kau kemari hanya untuk diam saja?” Tanya Chanyeol  yang sangat menyesal karena kedatangan Kyuhyun sama sekali tidak membuat rasa bosannya berkurang.

Kyuhyun lebih memilih diam untuk menganggapi pertanyaan Chanyeol sembari terus saja melihat ke arah luar jendela.

“Ayolah Cho Kyuhyun! Setidaknya berbicaralah. Kalau kau terus diam, tidak ada bedanya dengan aku sendiri.” Sahut Chanyeol lagi.

Kyuhyun yang merasa terganggu melirik ke arah Chanyeol. Dirinya tak habis pikir dengan kecerewetan Chanyeol yang bahkan tidak bisa hilang meskipun dalam keadaan sakit.

“Bagaimana kepalamu?” Tanya Kyuhyun akhirnya.

“Aku tidak terima pertanyaan itu. Ajukan pertanyaan lain!” Sahut Chanyeol sembari memberikan Kyuhyun sebuah wajah antusias .

Kyuhyun mendekati ranjang Chanyeol. Dipandanginya keadaan sahabatnya ini. Beribu pertanyaan sebenarnya ingin sekali dia ajukan pada Chanyeol, ‘Bagaimana dia bisa seperti ini?’,’Apakah Hyorin yang berada di balik kejadian yang menimpanya?, atau ‘Apakah yang dikatakan Hyunsik adalah benar?’, namun hal itu diurungkannya mengingat Hyunsik sudah memberitahunya untuk tidak mencari tahu lebih banyak atau kejadian buruk akan menimpa orang yang ditanyanya.

Chanyeol mengerutkan keningnya ketika Kyuhyun hanya diam sembari terus memandanginya. Chanyeol mengibaskan tangannya di depan wajah Kyuhyun, “Kyuhyun? Kyuhyun?”

“Bagaimana kepalamu?” Tanya Kyuhyun lagi mengulang pertanyaannya yang tadi.

Chanyeol menghela nafasnya.

“Apa yang dikatakan dokter padamu?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Aku tidak boleh banyak bergerak dan harus mengambil beberapa hari untuk istirahat. Selebihnya ayahku yang tahu..” Jawab Chanyeol akhirnya.

Kyuhyun memandang sendu ke arah Chanyeol. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya sebelum pada akhirnya kembali berdiri di samping jendela kamar rawat inap Chanyeol.

“Tanyakan saja!” Seru Chanyeol kemudian membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya. “Tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan.” Lanjut Chanyeol lagi.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya cepat, “Aku melihat Hyunsik dan Hyorin di jalan tadi. Apa kau tahu hubungan apa yang mereka miliki?” Tanya Kyuhyun setelah mempertimbangkan dari berbagai pertanyaan yang tersimpan di benaknya.

“Mereka pulang bersama?” Tanya Chanyeol sedikit terkejut.

Kyuhyun mengangguk sembari kembali melihat ke arah luar jendela.

“Aku baru pertama kali mendengarnya,” Sahut Chanyeol sembari mengambil smartphonenya.

Kyuhyun menghela nafasnya. Ternyata Chanyeol memang benar-benar dalam kategori ‘hanya tahu sedikit’.

“Kau sedang apa?” Tanya Kyuhyun ketika melihat Chanyeol sibuk mengetik di smartphonenya.

“Update status!” Sahut Chanyeol sembari menyunggingkan senyum terlebarnya untuk Kyuhyun.

Kyuhyun melirik Chanyeol dengan ujung matanya sembari menggelengkan kepalanya tak habis pikir.

“Sudah hampir gelap.” Ujar Kyuhyun kemudian sembari melihat ke arah langit di luar jendela.

“Kau mau pulang?” Tanya Chanyeol kemudian.

Kyuhyun mengangguk. Baru saja ia mau membuka suara untuk menjawab Chanyeol matanya terlanjur menangkap sosok yang setengah mati membuatnya penasaran. Kyuhyun menutup gorden jendela kamar Chanyeol sebelum akhirnya berjalan mendekati ranjang Chanyeol.

“Aku belum mengerjakan tugas Matematika yang akan dikumpulkan besok..” Ucap Kyuhyun sembari mengambil tasnya.

“Lain kali kalau hanya ingin diam terus kau tidak perlu menjengukku.” Sahut Chanyeol asal.

Kyuhyun tertawa kecil.  Kyuhyun menepuk pundak Chanyeol pelan. “Aku pulang dulu!” Pamit Kyuhyun kemudian.

“Well, terimakasih sudah menjengukku, Kyuhyun! Kalau kau besok mau datang lagi lebih baik kau bawakan video game untukku!” Seru Chanyeol sebelum akhirnya Kyuhyun menghilang dibalik pintu.

Chanyeol menghela nafasnya panjang setelah Kyuhyun pulang. “Kau tidak seharusnya terlibat,Kyu..” Desahnya sembari memutuskan untuk membaringkan tubuhnya dengan nyaman.

***

Kyuhyun berlari mengejar bayangan sosok yang benar-benar ingin dia ajak bicara saat ini. Sebelum benar-benar hilang, Kyuhyun sempat melihatnya berjalan ke arah pertokoan.

Kyuhyun berhenti sejenak, sebelum akhirnya dia melihat sosok tersebut keluar dari sebuah supermarket membawa sekantung belanjaan.

“Bora!”

“Kyuhyun?”

Kyuhyun berlari menghampiri gadis bernama Bora yang terkejut dan bingung dengan kehadiran Kyuhyun yang tiba-tiba.

“Hosh! Hosh! Hosh!”

“Atur dulu nafasmu pelan-pelan!” Seru Bora sembari memberikan instruksi ‘ambil hembus’ kepada Kyuhyun.

“Ada yang ingin aku tanyakan padamu!” Ucap Kyuhyun setelah berhasil menstabilkan nafasnya.

“Tentang?”

Kyuhyun terdiam sebentar, namun sedetik kemudian tangannya mengambil tangan Bora untuk kemudian ditarik dan dibawa ke dalam supermarket di depan mereka.

Kyuhyun menarik Bora untuk duduk di salah satu tempat di dalamnya.

“Bagaimana kepalamu?” Tanya Kyuhyun kemudian. Sudah dua kali dia mengajukan pertanyaan ini untuk dua orang yang berbeda.

Bora memegang kepalanya dengan bingung. “Kepalaku?” Tanyanya. Kyuhyun mengangguk. “Maksudmu?” Tanya Bora bingung.

“Yang membuatmu masuk rumah sakit.” Sahut Kyuhyun.

“Oh ini. Baik-baik saja. Ini bukan luka yang serius hanya sedikit terbentur.” Ujar Bora.

Kyuhyun menyingkirkan rambut Bora yang menghalangi dirinya untuk melihat bekas luka tersebut dengan pelan.  “Terbentur apa?” Tanya Kyuhyun pura-pura tidak tahu.

“Sudut meja.” Jawab Bora dengan wajah yang masih bingung karena Kyuhyun tiba-tiba jadi aneh seperti ini.

“Karena Hyorin?” Tanya Kyuhyun yang membuat Bora langsung terkejut dan dengan panik langsung melihat ke sekelilingnya.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun yang langsung ikutan panik.

Bora menggelengkan kepalanya. “Tidak ada.” Sahut Bora cepat sembari bangkit dari duduknya. “Eung, Kyu aku harus segera pulang.” Ucap Bora sembari mengangkat kantung belanjaannya, memberikan isyarat pada Kyuhyun bahwa dia harus pulang dan mengantarkan apa yang baru saja dia beli.

Kyuhyun turut bangkit dari duduknya, “Baiklah. Aku juga harus cepat pulang,” Kali ini Kyuhyun mengangkat ujung seragamnya memberikan isyarat pada Bora bahwa dia juga memang harus cepat pulang.

“Aku duluan, Kyu. Sampai jumpa besok!” Sahut Bora sembari melambaikan tangannya pada Kyuhyun sebelum akhirnya berlari cepat keluar.

Bora menghentikkan langkahnya ketika lampu tanda mobil berjalan menyala. Dia melihat ke sekelilingnya sebelum akhirnya mengambil smartphonenya dan mengetikkan sesuatu yang tidak dapat dibaca selain oleh dirinya sendiri.

Tak jauh dari posisinya dia melihat Kyuhyun berjalan menjauhi dirinya. Arah rumah mereka memang berlawanan.

Bora mendesah kecewa ketika apa yang ada di pikirannya tak sejalan dengan apa yang ada pada perasaannya. Dia tidak ingin membuat Kyuhyun penasaran. Namun dia juga tidak ingin melibatkan masalahnya dengan lebih banyak orang yang tidak seharusnya terlibat.

“Kau tidak seharusnya terlibat,Kyu..”

Dddrrrtttt…..

Dddrrrttttt….

Bora merasakan getaran dua kali berturut-turut benda yang digenggamnya.  Disentuhnya benda tersebut sebelum akhirnya dia mendapatkan satu pesan.

“Dia kabur!”

***

Malam semakin larut dan Kyuhyun belum juga sampai di apartemen tempat tinggalnya. Sebenarnya bisa saja dia tiba dari setengah jam yang lalu di apartemennya apabila dia naik bus atau kendaraan lainnya. Namun Kyuhyun memutuskan untuk berjalan agar pikirannya lebih jernih.

Terlalu banyak hal – hal yang ingin dia ketahui. Terlebih melihat gelagat aneh teman-temannya. Dia bukannya tidak sadar dengan sikap teman-temannya setelah dia bertanya tentang gadis bernama Hyorin tersebut. Dia sangat sadar ketika Chanyeol mengetik sesuatu dengan raut wajah cemas, dia juga sadar ketika Bora melakukan hal yang sama selepas dari pembicaraan mereka, meski dengan selang waktu yang cukup panjang dibandingkan Chanyeol.

Mereka terlalu acuh untuk sadar dengan sikap ketelitian dirinya akan hal-hal kecil.

“Bruk!!”

“Ma-maaf”

“Hyorin? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun bingung. Penampilan Hyorin kali ini lebih berantakan dari penampilan di Sekolah yang dilihatnya pagi ini.

“Tolong aku! Tolong aku!”

Kyuhyun bertambah bingung ketika Hyorin yang panik terus melihat ke belakang seperti ada yang mengikuti atau mengejarnya.

“Tu-tunggu!” Tarik Kyuhyun pada pergelangan tangan Hyorin ketika Hyorin berusaha lari darinya.  Kyuhyun melihat ke arah Hyorin memandang dan benar saja dari jauh terlihat dua orang tengah berlari ke arah mereka.

“Cepat sini!” Seru Kyuhyun sembari menarik Hyorin ke arah gang sempit diantara dua gedung yang menjulang tinggi. Gang tersebut cukup gelap di malam hari. Membuat penjahat pun enggan untuk sekedar bersembunyi disana seperti yang dilakukan Kyuhyun dan Hyorin.

“M-mereka pasti menemukanku!” Seru Hyorin panik. “M-mereka…”

“Ssstttt!!!” Kyuhyun memberikan isyarat pada Hyorin yang masih terisak untuk diam.

“Kau yakin Hyorin ke arah sini?”

“Bora?” Seru Kyuhyun dalam hatinya. Suara itu memang pasti suara Bora karena beberapa saat yang lalu dia baru saja berbicara dengannya.

“Sial! Aku yakin sekali tadi melihat bayangannya ke arah sini!”

“Hyunsik?” Seru Kyuhyun lagi. Kyuhyun memandang Hyorin yang tengah dia tutup mulutnya agar tidak bersuara. Sebenarnya dia ingin sekali keluar dari persembunyiannya dan bertanya pada kedua temannya tersebut apa yang mereka sembunyikan dari dirinya, kenapa dirinya tidak dibiarkan tahu.

Namun niat itu dia urungkan mengingat Hyorin saat ini benar-benar dalam keadaan ketakutan. Lagipula dia bisa menanyakan segalanya pada Hyorin nanti.

“Sudahlah coba kita cari kesana!”

“Baiklah!”

***

– 11:08 kST-

“Ini untukmu…” Ucap Kyuhyun sembari memberikan segelas kopi hangat kepada Hyorin yang baru saja berganti pakaian sehabis mandi.

Kyuhyun terpaksa mengajaknya ke apartemen miliknya. Karena saat ini tempat yang paling aman untuk Hyorin adalah apartemennya sendiri.

Kyuhyun memilih duduk di sofa yang berseberangan dengan sofa yang diduduki oleh Hyorin. Hal itu akan memudahkannya bertanya jawab dengan gadis penuh misteri di hadapannya ini.

“Kenapa mereka mengejarmu?” Tanya Kyuhyun to the point. Dia rasa dia tidak perlu basa basi dengan sumber misteri ini.

“…” Hyorin mengangkat kepaanya memandang Kyuhyun dengan penuh rasa takut.

“Tidak perlu takut. Kau aman di sini. Mereka tidak akan menemukanmu.” Ucap Kyuhyun.

“Aku kabur…” Ucap Hyorin ambigu.

“Dari?” Tanya Kyuhyun.

“Mereka melakukannya…” Ucap Hyorin lagi.

“Maksudmu apa? Melakukan apa?” Tanya Kyuhyun lagi.

Hyorin menarik ujung bibirnya. Hyorin berjalan mendekati Kyuhyun dan mengeluarkan sesuatu yang sedari tadi disembunyikannya.

“JLEEEBBBB!!”

Hyorin menyeringai kecil ketika berhasil menusukkan sebilah pisau panjang ke perut Kyuhyun.

“A-apa yang kau….” Kyuhyun membelalakkan matanya menyadari apa yang baru saja Hyorin lakukan padanya.

“Mereka akan melakukannya lagi…” Ucap Hyorin.

“…” Kyuhyun berusaha menahan rasa sakitnya ketika Hyorin memutar pisau yang masih tertancap di dalam perutnya.

“Mereka akan melakukannya lagi untukku…”

Hyorin melihat ke arah pergelangan tangan kirinya. Senyum kecilnya kembali merekah ketika dia melihat waktu yang ditunjukkan oleh jam tangan silver yang melingkar di pergelangan kirinya.

 “11:11”

 

***

END

Ini bukan riddle bukan juga cerita horror ya sedikit crime, juju raja author ikut penasaran pas nulis cerita ini. Apa yang sebenarnya terjadi sama siapa sebenarnya si Hyorin itu. Tapi yaaaa, cukup sampai disini ajalah ya hahaha rencananya sih pengen bikin epilog dan other side view dari Hyunsik, Bora, dan Chanyeol. Tapi masih nanti itumah.

Sekarang komen aja dulu ya reader ~

Komentar kalian sangat berpeluang akan terciptanya epilog nanti. Kalau antusiasmenya banyak ya mau dibuat kalau engga ya sampai sini aja hehe.

Oh iya udah dengerin Feedback sama MIXTAPEnya Jooheon sama Blacknut belum? Those are really DOPE!! TRUST ME!

Well see ya ~

2 thoughts on “HYORIN’s Fanfiction / 11:11/ Oneshoot / Mystery

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s