SiKON’s Fanfiction / APOLLO&DAPHNE / DASOM – HANBIN / ROMANCE HUMOR – MYTH

apollo

Tittle :  APOLLO&DAPHNE

Cast :  Kim Dasom, Kim Hanbin, Jung Chanwoo

Support Cast: Song Yunhyeong, Kim Jiwon, Kwon Jiyoung, Lee Seungyoon

Genre :  Straight, Romance, Humor

Rate: Teen

Length : Oneshoot

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos, short fiction. If you do not like this couple please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N :Hayhay penggemar Sistar dan iKON ~ Kali ini aku buat cerita tentang Myth dan castnya DASOM lagi haha. Semoga pada sukaaa ~

Disclaimer: This story originally made by me, repost tidak diijinkan, kalau mau share linknya aja ya.

Let’s check it out the story…

***

 “Semakin Ku Kejar Semakin Kau Jauh.”

***

Eros memandang Apollo yang tengah memainkan liranya dengan pandangan dingin. Pandangan itu memang tidak bisa ditangkap oleh Apollo karena Eros memandangnya dari posisi titik buta mata Apollo. Eros merasa tersinggung atas kesombongan Apollo yang meledek kemampuan memanahnya.

“Apollo, panahmu memang dapat menghancurkan semua yang ada di dunia, namun panahku dapat menghancurkanmu!”

Eros mengambil dua anak panah yang berbeda, anak panah emas yang tajam yang merupakan anak panah rasa cinta langsung dia tembakkan tepat di jantung Apollo yang sebelumnya terus tertawa sembari memainkan liranya.

Berhasil memanah Apollo, Eros kembali menyiapkan anak panah timah yang tumpul yang merupakan anak panah rasa kebencian. Eros melihat ke sekitarnya, untunglah dia melihat seorang Dewi yang tengah melintas bernama Daphne. Ditembakkannya panah tersebut ke arah Daphne.

***

“Bisakah kau berhenti mengejarku, Apollo?” Tanya Daphne dengan raut wajah benar-benar kesal.

“Mengapa kau begitu membenciku, Daphne? Apa aku pernah berbuat kesalahan padamu?” Tanya Apollo sembari memainkan liranya di depan Daphne.

Daphne memandang lekat Apollo dengan pandangan heran namun menusuk. Sebenarnya dia juga tidak terlalu paham mengapa dia sangat membenci Apollo, yang dia mengerti hanya dia benar-benar tidak suka melihat wajah Apollo yang terus saja berada di sekelilingnya.

“Kau itu sudah memiliki banyak kekasih! Kenapa kau masih terus mengejarku?” Seru Daphne sembari bertanya ketus.

Apollo berhenti memainkan liranya, “Ah,” Dilihatnya Daphne yang masih memasang raut wajah kesal padanya, “Jadi kau cemburu, Daphne?” Apollo balik bertanya. “Aku sudah meninggalkan mereka semua untukmu, Daphne..” Lanjut Apollo sembari kembali memainkan liranya.

Daphne membulatkan matanya, Mengapa Apollo malah menuduhnya cemburu? Batin Daphne.

“K-kau…”

Apollo mengganti tempo musiknya menjadi lebih cepat.

“Berhentilah berkata seperti aku benar-benar menyukaimu!” Seru Daphne yang kemudian langsung melesat pergi.

Dan disusul oleh Apollo tentu saja.

***

Eros mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman milik Dewi Dementer yang dia lintasi. Matanya terus memancarkan kesenangan hati. Bukan hanya karena keindahan yang dipancarkan oleh bunga – bungaan tersebut, tetapi juga karena dia baru saja melihat pujaan hatinya di bumi, Psikhe.

Namun kegiatannya terhenti ketika melihat seorang gadis yang tak asing untuknya dengan nafas terengah bersembunyi di balik pohon Ek.

“Daphne?” Panggilnya membuat sang empunya nama menolehkan pandangannya.

“Eros?”

“Sedang apa kau di sini?” Tanya Eros yang kini sudah mensejajarkan wajahnya dengan wajah Daphne.

“Sssstt….” Desis Daphne sembari menempelkan telunjuk kanannya ke bibir merah mudanya, “Bersembunyi dari Dewa Musik menyebalkan.” Sahutnya sembari mengawasi keadaan sekelilingnya.

“Apollo?” Tebak Eros.

“Ssst!” Desis Daphne lagi. “Jangan kau sebut namanya!” Titah Daphne.

“Ikut aku!” Seru Eros sembari menarik pergelangan tangan Daphne.

Daphne yang bingung pun hanya mengikuti Eros tanpa banyak bertanya karena jujur saja, dia masih mengawasi ke sekelilingnya dan berharap agar Apollo tidak menemukannya kali ini.

***

“Jadi kau yang membuat dia seperti itu?” Seru Daphne sembari memukul keningnya, tak habis pikir.

Eros baru saja menceritakan bahwa dia menembakkan panah pada Apollo dan padanya, sehingga Apollo terus mengejarnya dan dia membencinya.

“Aku marah pada Apollo karena dia terus mengatakan kemampuan memanahnya lebih baik dari kemampuan memanahku, Daphne!” Eros sedikit berusaha membuat alasan untuk membenarkan perbuatannya.

“Dan kau melampiaskan amarahmu dengan melibatkanku dan…” Daphne mengambil nafas panjang-panjang sebelum melanjutkan perkataannnya, “… sekarang aku harus terus berlari hanya untuk menghindarinya. Bagus sekali Eros!” Seru Daphne sembari menyilangkan kedua tangannya di dadanya.

“Aku tidak bermaksud seperti itu, aku tidak berfikir panjang waktu itu. Dan salahkan dirimu yang tiba-tiba melintas.” Sahut Eros lagi.

“Kau benar-benar tak ingin disalahkankah, Eros?” Daphne menggeleng-gelengkan kepalanya.

Eros benar-benar seperti anak kecil yang manja yang selalu merasa benar.

“Baiklah, baiklah! Maafkan aku.” Ujar Eros pada akhirnya. “Sebagai permintaan maaf, aku akan memberitahumu tempat persembunyian yang mungkin akan membuat Apollo kesulitan menemukanmu.”

“Di mana?”

“Bumi!”

 

***

Daphne mengedarkan pandangannya ke belasan pasang mata yang terus menatap dirinya.

“Namaku Dap… Dasom. Lengkapnya Kim Dasom.”

“Umurmu berapa Dasom?”

Daphne atau yang kali ini kita sebut Dasom mengerutkan keningnya dengan pertanyaan yang baru saja ditanyakan oleh…

“Song Yunhyeong berhenti bertanya hal yang tidak perlu. Tentu saja dia seumuran dengan kita.”

Song Yunhyeong.

Well, dia terlihat sangat muda untuk ukuran anak kelas 3 SMA, Jiwon.” Timpal Yunhyeong. “Jadi berapa umurmu, Dasom?” Tanya Yunhyeong lagi.

“Gulp!”

Dasom menelan salivanya. Haruskah dia berkata jujur tentang umurnya yang sudah ratusan tahun itu? Tunggu! Kalaupun dia harus mengarang umur, dia tidak tahu berapa kisaran umur manusia bumi untuk menjadi anak kelas 3 SMA, 50 tahunkah?  70 tahunkah?

“Umurku…”

“TOK! TOK! TOK!”

Seluruh perhatian langsung mengarah ke arah pintu kelas 3 A2. Tak terkecuali Dasom. Well, Dasom memutuskan untuk bertanya pada anak baru tersebut berapa usianya. Baru setelah itu dia akan menjawab pertanyaan Yunhyeong tadi. Ide bagus bukan?

“Permisi, Kwon SeongSaenim. Saya ingin mengantarkan anak baru lainnya di kelas ini.” Ucap seorang laki-laki paruh baya yang sebelumnya juga telah mengantarkan Dasom ke kelas ini. Kalau tidak salah namanya Lee Seungyoon.

“Ah, iya Lee SeongSaenim. Suruh saja dia langsung masuk.” Sahut Kwon Saenim sembari tetap berdiri di tempatnya.

“Kim Hanbin. Masuklah.” Ucap Lee Saenim.

Dasom membelalakan matanya ketika melihat anak baru yang baru saja masuk dan berdiri di sampingnya. Dia menutup mulutnya karena terlalu terkejut.

“A…. Apollo?” Lirih Dasom hampir tak terdengar.

Hanbin atau tepatnya Apollo menyunggingkan senyum lebarnya sembari mendekatkan wajahnya ke arah telinga Dasom  tepatnya Daphne yang masih membuka mulutnya karena terkejut.

“Ya Daphne?”

***

END

Ini nggak gantung kan ya?😄

Oh iya kali ini aku mau kasih tahu beberapa informasi:

  1. Daphne (tepatnya Dafne) itu putri dari dewa sungai Peneios.
  2. Apollo itu kembarannya Artemis. Apollo itu juga dewa musik, ramalan, panahan, penyembuhan, dan masa muda.
  3. Alat musik yang dimainkan oleh Apollo itu Lira, pemberian dari Hermes.
  4. Dewi Dementer itu Dewi Tanaman dan Bunga.
  5. Oh iya, FYI, kisahnya si Apollo sama Dafne ini sampai akhir tetap nggak kesampaian dan Dafne lebih memilih jadi pohon Salam ketimbang jadi pasangannya Apollo, yang juga jadi pohon keramat buat Apollo.

 

Oh iya namanya juga fanfiction, yang soal umur Daphne (Dafne) dan itu aku agak ngarang😄 Soal yang ke bumi apalagi hoho. Tapi katanya mereka berdua emang bener kejar-kejaran sampai ke ujung dunia loh, tapi gatau dunia yang mana.

Atleast, review please ~

6 thoughts on “SiKON’s Fanfiction / APOLLO&DAPHNE / DASOM – HANBIN / ROMANCE HUMOR – MYTH

  1. Bagus thor, jd suka tentang dewa dewa gt hehe. Btw, masih penasaran kelanjutan ff mu yang chanyeol – dasom – sehun thor. Good work anyway!

  2. Haha author selalu aja ya ada ide buat cerita baru…thumbs up😀
    sukses ya buat fanfic2 selanjutnya&ditunggu bgt kelanjutan fanfic author ttg Dasom-Chanyeol..Hwaiting!!! ^^

  3. ini terlalu pendek thor>//< alangkah baiknya kalo author bikin sequelnya wkwk. gantung skl thor:((( lelah adek digantung mulu

    sebenernya nda terlalu ngerti sama jalan ceritanya wk. tbh, kurang ngeh kalo cerita kek dewa dewa gitu EHEHEHE. tapi suka sama tata bahasa yang author pake, jadi nyaman gitu walopun agak gangerti.

    keep writing yaaa authornim♡

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s