[Remake Fiction ] Sesom’s Fanfiction / My Gentle Wolves / Straight / Romance / Friendship / Part 5

sesomchan

[Remake Fiction ] Sesom’s Fanfiction / My Gentle Wolves /  Straight / Romance / Friendship / Part 5

Tittle : My Gentle Wolves

Cast : Kim Dasom, Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Hyojung aka Hyolin and other cast

Genre : Straight, Romance, Friendship

Rate: Teen

Length : Chapter

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos, short fiction. If you do not like this couple or this Genre please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N : Tadinya aku mau rese tahu😄 mau kasih password gitu haha tapi gajadi, soalnya kan ini #HappyDasomDay jadi ya part terakhir ini sekalian perayaan buat itulah hoho. Well, If you dislike this Story, don’t read it, okay?

Disclaimer: Alur cerita milik SHIBA Nana. Aku hanya me-remake-nya menjadi versi SESOM. Selain itu juga akan ada banyak improve atau modifikasi dan penyesuaian kata-kata maupun narasi dari aku sendiri. Jadi Don’t copas and be a plagiator ya ^^

Oh iya kalau ada kalimat yang kutip satu itu berarti pikirannya Dasom dalam hati ^0^

Let’s check it out the story…

***

-P.R.E.V.I.O.U.S-

Sehun beranjak dari duduknya. Bukannya melepaskan genggamannya, Sehun justru menarik wajah Dasom mendekat ke arahnya dan langsung mencium Dasom dengan paksa.

Dilumatnya bibir Dasom dengan dalam dan penuh rasa amarah yang berbeda dari biasanya.

“Brak!!”

Dasom langsung mendorong tubuh Sehun ketika lagi-lagi namja itu mencuri ciumannya. “Kenapa kau menciumku?!!” Seru Dasom kesal sembari menangis.

“Kau bahkan bukan pacarku!!”

***

-L.A.S.T_C.H.A.P.T.E.R-

Tes! Tes! Tes!

Dasom melirik kearah jendela dari ruang ganti di tempat kerjanya. Sudah dari sejam yang lalu hujan turun, bukannya mereda justru sebaliknya, semakin deras hingga jam kerjanya usai pun masih belum berhenti.

Ditutupnya pintu lokernya setelah mengambil tas jinjingnya. Dia adalah pegawai terakhir yang baru keluar dari ruang ganti.

“Masih deras ya…”  Ucap Dasom ketika keluar dari cafe tempatnya bekerja. Di luar masih ada beberapa pegawai yang baru membuka payungnya dan akan bergegas pulang.

“Iya nih Dasom. Untung aku bawa payung…” Jawab Joy, salah satu rekan kerja Dasom sembari membuka payungnya.

Dasom tersenyum kecil, dalam hatinya dia merutuki kenapa dia tidak membawa payung sebagai persiapan tatkala hujan datang tiba-tiba seperti ini.

“Hey! Dasom!” Tegur Joy ketika melihat Dasom malah melamun. “Kau dijemput pacarmu tuh!” Seru Joy sembari menunjuk seseorang yang tengah membelakangi mereka. Dasom langsung menolehkan kepalanya kearah laki-laki tersebut.

“Aku duluan ya…” Pamit Joy sembari beranjak pergi meninggalkan Dasom.

“Hati-hati ya Joy!!” Dasom tersenyum sembari melambai-lambaikan tangannya ke arah Joy yang mulai menjauh darinya.

Kembali Dasom melirik ke arah laki-laki yang tengah membawa sebuah payung di tangan kiri dan payung di tangan kanan yang sedang dia pakai tersebut, dan dihampirinya dengan langkah yang pelan agar tidak menimbulkan cipratan air. “Se…”

“Yeol?” Dasom sedikit terkejut ketika laki-laki itu berbalik dan didapati Chanyeol. Bukan Sehun seperti biasanya. Langkahnya langsung saja terhenti.

“Kenapa kau terkejut…?” Tanya Chanyeol dengan tampang datar. Didekatinya Dasom sembari menyerahkan sebuah payung. “Padahal aku sudah sengaja datang untuk membawakan payung untukmu, karena aku pikir kau akan kehujanan…” Tambah Chanyeol lagi.

“Dasar bikin repot sa…”

“Tes!!” Bulir air mata Dasom perlahan menetes dari pelupuk matanya secara tiba-tiba membuat Chanyeol sedikit terkejut.

“Maaf….” Seru Dasom sembari menutup penuh wajahnya yang langsung banjir air mata dalam sekejap.

Sontak, Chanyeol langsung menarik Dasom ke dalam dekapannya. Didekapnya Dasom dengan erat dan penuh rasa sayang.  “Sudah jangan menangis. Biar aku yang menghiburmu…” Lanjut Chanyeol lagi.

“Ciplakkk!!”

“Brukk!!”

Dasom dan Chanyeol sontak langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara yang muncul tiba-tiba. Betapa terkejutnya Dasom ketika mendapati Sehun datang dengan membawa dua payung sama seperti Chanyeol beberapa menit yang lalu.

“Sehun… ini tidak seperti yang kau…”

“Aku pulang dulu…..” Sahut Sehun sembari langsung membalikkan badannya membelakangi Chanyeol dan Dasom. “Maaf telah menganggu! Lanjutkan saja!” Tambah Sehun lagi sembari melangkah pergi meninggalkan Chanyeol dan Dasom yang masih diam terpaku menatap kepergian Sehun.

***

Dasom langsung mengurung dirinya di kamar sehabis pulang dari kerja tadi. Perasaannya jadi tak karuan seperti ini. Dan ini semua karna kedua Wu brothers tersebut.

“Aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku terhadap Sehun….” Isak Dasom sembari menenggelamkan kepalanya di kedua lututnya.

“Ak…aku tidak menyadari perasaan Chanyeol….” Lirih Dasom percaya diri sekali. Bahkan dalam suasana seperti ini pun masih sempat-sempatnya dia berprasangka begitu.

“Aku senang saat sedang bersama Sehun… kadang kami bertengkar… tapi setelah itu kami langsung berbaikan lagi….” Ujar Dasom dengan bahu sedikit bergetar.  Kenangannya bersama Sehun tentu tidak dapat dilupakan begitu saja.

“Aku jadi memikirkan Sehun…” Lanjut Dasom lagi, kali ini dia sedikit mengangkat kepalanya dari dalam tundukkan di lutut tadi. “Tapi aku malah terus-terusan menyakitinya…”Lanjut Dasom lagi.

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi…

Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul…

Dasom mengambil Handphonenya ketika yang terletak diatas meja nakas disamping ranjangnya ketika mendengar benda tersebut berbunyi nyaring melantunkan lagu kesukaannya.

Sejurus kemudian disentuhnya icon berwarna hijau di layar touchscreen tersebut ketika melihat nama “The Most Beautiful Woman” tertera dilayarnya. Ingat tentu bukan Dasom yang menamainya nomor itu sendiri, tapi si pemilik nomor lah yang memaksa Dasom untuk menuliskan nama tersebut untuk kontak nomornya. Dan orang tersebut adalah….

“Annyeong Sommie-ya…. Ini Umma!!”

Ya! Wanita itu adalah Ibunda Dasom sendiri, yaitu Nyonya Kim Yoona.

“Ne Umma…” Sahut Dasom kemudian.

I’m so sorry darling… sudah meninggalkanmu selama ini…” Ujar Nyonya Kim membuat Dasom bingung. Tidak biasanya ibunya seperti itu. “Kau jadi merasa kesepian ya tidak ada Umma di sampingmu.. hum… tapi tenang saja pekerjaan Umma sudah selesai darling…” Tambahnya lagi.

“Eh?” Dasom mengangkat kepalanya terkejut. Apa ini berarti…

Umma dan Appa akan segera pulang, Sommie-ah…kau tidak perlu tinggal di tempat Wu Ahjumma lagi! Nah karena sepertinya kau akan repot nantinya, makanya Umma sengaja memberitahukanmu dari sekarang, darling… minggu depan Umma dan Appa akan pulang, saat itu kau sudah harus membereskan barang-barangmu ya…”

“…”

“Sommie… kau masih mendengarkan Umma kan?” Tanya Nyonya Kim ketika tidak mendapat respon apapun dari putri satu-satunya itu.

N-nde Umma, aku masih mendengarkan Umma kok. Dan juga…. untuk masalah membereskan barang-barang, Umma tenang saja, bahkan sebelum seminggu pun aku pasti sudah membereskan semua barang-barang Sommie… ” Sahut Dasom sembari menggigit bibir bawahnya menahan perasaannya yang bergetar.

“Oh baguslah kalau begitu… yasudah Umma matikan ya sambungan telponnya, sampai jumpa nanti darlingLove you….” Seru Nyonya Kim pada Dasom mengakhiri percakapan mereka.

Nde Umma, love you too…” Sahut Dasom sebelum akhirnya memutuskan sambungan jarak jauh tersebut.

Dasom kembali menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya, setelah meletakkan handphonenya di samping tubuhnya.

Bukankah aku harusnya senang…?’ Ucap Dasom dalam hati. ‘Dengan begini… aku tidak akan membuat Sehun membenciku lebih dari ini…’ Lanjut Dasom masih dalam lirihan hatinya.

“TOK!”

“TOK!”

“TOK!”

“Sommie-ya… aku masuk ya…! Cklek!” Setelah terdengar tiga kali ketukan pintu dan terbukanya daun pintu tersebut, dari baliknya munculah sosok Hyolin yang mengenakan dress one piece selutut berlengan panjang bermotif vintage.

Dasom sontak langsung mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah pintu ketika langkah Hyolin juga semakin mendekat. “Onnie!” Seru Dasom sembari berlari dan langsung menghambur ke pelukan Hyolin.

“Lho kau kenapa, Sommie-ya?” Tanya Hyolin khawatir sembari mengusap punggung Dasom yang bergetar hebat. “Apa kau ada masalah?” Tanya Hyolin lagi.

Dasom mengangkat wajahnya dan sedikit merenggangkan pelukannya pada Hyolin, dengan air mata berderai Dasom menatap Hyolin sendu.

“Sehun…”

***

-Seminggu kemudian….-

Setelah meyakini semua barang-barangnya sudah rapi dan tidak ada satupun yang tertinggal dengan segera Dasom turun ke lantai bawah untuk segera menemui seluruh anggota keluarga Wu, termasuk Sehun.

Hari ini adalah hari di mana telah seminggu berlalu waktu yang telah ditetapkan oleh Nyonya Kim, ibu Dasom, untuk pulang bersama suaminya ke Seoul.

“Hufttt….” Ditariknya napas dalam – dalam oleh Dasom sebelum benar-benar menuruni anak tangga untuk menyiapkan hatinya. Bagaimanapun dia sudah agak terbiasa dengan suasana rumah keluarga Wu.

“Semuanya….. Selamat pagi!!” Seru Dasom ketika menuruni anak tangga terakhir dengan senyum termanisnya kepada seluruh anggota keluarga Wu, namun ternyata tidak sesuai bayangannya. Tidak banyak orang disana.

“Lho? Yang lain mana?” Tanya Dasom pada satu-satunya orang yang ada di ruangan tersebut, ehm, Sehun, yang tengah duduk santai sembari menonton tv atau.. lebih tepatnya tengah berolah raga jari dengan cara terus menerus menekan tombol-tombol yang ada di remote tvnya.

“Sedang pergi belanja! Katanya ingin membuat pesta perpisahan kecil untukmu!” Jawab Sehun tanpa menoleh sedikit pun dari layar kaca.

“Oh begitu…” Lirih Dasom pelan. Ternyata Sehun masih membencinya sampai sekarang. Begitu pikir Dasom dalam hati. Bahkan untuk menoleh saja enggan.

“Sehun…!” Panggil Dasom kemudian. Masih dalam posisi berdiri di depan anak tangga tadi. Sehun menoleh dengan masih tetap memasang muka datarnya.

“Terimakasih ya untuk selama ini!” Seru Dasom sembari memaksakan sedikit senyumnya untuk Sehun. “Meski sering bertengkar…tapi aku senang!” Tambah Dasom.

“Oh!” Sahut Sehun singkat sembari memalingkan kembali pandangannya ke arah televisi.

Dasom mengepalkan tangannya dan menggeram kesal. Sejurus kemudian dihampirinya Sehun dan berdiri menghalangi pandangan Sehun ke arah televisi aka berdiri tepat dihadapan Sehun sembari berkacak pinggang. “Hey!! Aku ini kan sedang mengucapkan kata-kata perpisahan! Semangat sedikit dong menanggapi untuk terakhir kalinya!!” Seru Dasom kesal. Bisa-bisanya laki-laki ini mengubah suasana menjadi seperti ini!

Tanpa berniat menanggapi seruan Dasom sedikitpun, Sehun menggeser tubuhnya sedikit ke kiri agar dapat melihat tayangan di televisinya yang pandangannya dihalangi oleh tubuh Dasom.

“Pluk!!” Dasom melemparkan sebuah pulpen yang entah darimana dia dapatkan sebelumnya, tepat mengenai kepala Sehun.

Sehun yang tak terima lemparan itu begitu saja, mengambil bantal sofa yang kemudian dia lemparkan ke arah Dasom, dan tepat mengenai wajahnya.

“Kenapa sih kau itu selalu melemparku dengan barang-barang besar?!” Seru Dasom tak terima sembari kembali melemparkan bantal tersebut ke arah Sehun.

“Kau duluan yang melempar barang ke arahku!” Sahut Sehun sembari kembari melempar bantal sofa tersebut dan dengan sigap langsung mengambil satu bantal lagi untuk dilempar ke arah Dasom.

“Ih! Tapi kan aku melemparmu dengan barang yang kecil!” Seru Dasom lagi tidak terima sembari melemparkan kedua bantal tersebut secara bersamaan ke arah Dasom.

“Memangnya aku peduli?!” Sahut Sehun sembari melempar Dasom dengan bantal yang tadi lagi.

“Masa beraninya sama perempuan, sih!” Seru Dasom yang lagi-lagi tak terima dan kembali melempar bantal kecil yang tak berdosa tersebut ke arah Sehun. Lagi.

Sehun beranjak dari duduknya dengan memegang bantal kecil tersebut. “Jangan sok jadi perempuan deh!” Seru Sehun sembari melempar bantal tersebut tepat mengenai wajah Dasom lagi.

“Pluk!”

Bantal tersebut langsung terjatuh ke lantai ketika Dasom tidak berinisiatif menangkapnya dari Sehun.

“Hiks!” Isakan kecil langsung keluar dari mulut Dasom disertai dengan bulir air matanya.

“Ke-kenapa kau menangis?” Tanya Sehun jadi sedikit khawatir. Takut dia tadi melemparnya terlalu kencang dan menyakiti Dasom.

Tanpa menjawab pertanyaan Sehun, Dasom langsung berlari dan menghambur memeluk tubuh Sehun yang tingginya melebihi tinggi tubuh dirinya.

Aku tidak mau ini menjadi yang terakhir kalinya! Aku ingin terus bersamanya, Tuhan!’ Racau Dasom hanya dalam hatinya.

Dasom terus mengeratkan pelukannya pada Sehun sembari terus terisak. Sementara Sehun hanya diam berdiri terpaku.

“Kau suka Chanyeol hyung….atau aku?” Tanya Sehun tiba-tiba pada Dasom.

“Aku benci kamu!” Sahut Dasom masih dalam dekapan Sehun.

Sontak seulas senyum terkembang dalam bibir Sehun yang kemudian menarik tangannya untuk mengelus surai kepala Dasom dengan penuh rasa sayang. “Jadilah milikku!” Pinta Sehun sembari memeluk Dasom dengan erat. Kali ini ganti Sehun yang mendekap Dasom.

Dasom mengangkat wajahnya sembari mengembangkan senyum manisnya menatap dalam mata Sehun, mencari sebuah sirat keseriusan.

Perlahan tapi pasti tangan Sehun naik keatas sampai surai Dasom, yang kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah Dasom. Sampai Dasom dan dirinya dapat merasakan hembusan nafas yang keluar masing-masing dari tubuh mereka. Bahkan derunya yang sangat pelan pun terdengar sangat jelas.

Hingga…

“BRAKKK!!!”

“Aku pulang!”

Sehun dan Dasom langsung menolehkan kepala mereka ke arah pintu secara bersamaan. “Chan..Chanyeol?!!” Seru Dasom sedikit terkejut dan malu ketika melihat Chanyeol memergoki kedekatannya dengan Sehun.

“Grepp!!”

Namun dengan cepat Sehun langsung menarik bahu Dasom dan mendekapnya di depan Chanyeol. Seperti menegaskan kepada Chanyeol bahwa Dasom adalah miliknya sekarang.

Chanyeol berjalan mendekat ke arah Sesom berdiri. “Kali ini kuserahkan padamu!” Ucap Chanyeol pada Sehun yang langsung mengajak Dasom duduk di sofa ruang tersebut.

Chanyeol kembali mendekat ke arah telinga Sehun dan membisikan sebuah kalimat yang tidak hanya dapat didengar oleh Sehun tetapi juga oleh Dasom, “Berhati-hatilah jangan sampai kurebut!” Tambah Chanyeol membuat Dasom terkejut.

“Hah?”

“BRUKK!!”

Setelah mengatakan hal itu Chanyeol langsung duduk manis di samping Dasom seolah barusan dia tidak mengatakan apapun.

‘Apa ini artinya aku berhasil menaklukan kedua srigala ini?’

“Cklek!”

Annyeong!! Kami pulang!!”

Suara lain yang ternyata adalah suara dari Hyolin, Nyonya Wu dan Tuan Wu menyusul dibelakang beberapa menit setelah kedatangan Chanyeol.

“Tunggu ya Sommie… Ahjumma akan membuatkan masakan yang enak buat Sommie ^^:)” Ucap Nyonya Wu sembari masuk kedalam dapur disusul Tuan Wu yang membantu membawakan belanjaan milik istrinya.

“Aku juga mau membantu!” Seru Hyolin sembari menyusul tuan dan nyonya Wu kedapur, meninggalkan Dasom dengan kedua Wu brothers yang tengah bersitegang tak kasat mata tersebut.

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi…

Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul…

Mendengar nada dering handphonenya berbunyi Dasom langsung merogoh saku celananya dan mengambil handphone miliknya dan langsung menyentuh ikon berwarna hijau untuk menerima panggilan tersebut.

Setelah sedikit menjauh dari Wu brothers Dasom langsung memulai percakapannya dengan ibunya tersebut.

“Ne Umma? Aku sudah selesai beres-beres dan…”

“………”

“Eh? Tidak bisa pulang hari ini?!” Seru Dasom membuat Wu brothers serta ketiga orang yang tengah berada di dapur melihat ke arahnya. Sedikit penasaran karena mendengar seruan Dasom.

“Kenapa tidak bisa Umma? Katanya pekerjaannya sudah selesai?” Tanya Dasom lagi membuat yang lain semakin penasaran.

“…..”

“Hah? Ada masalah? Kok bisa?”

“…….”

Sehun melirik ke arah Dasom dengan malas, “Dia memang yeoja yang bodoh ya…”Ujarnya pada Chanyeol yang duduk di sampingnya.

Chanyeol mengangguk mengiyakan pernyataan Sehun barusan sembari membetulkan letak kacamatanya yang sedikit turun, “Bikin heboh saja!”

Dasom yang telah selesai berbicara dengan ibunya ditelpon tidak sengaja mendengar keluhan Wu brothers akan dirinya langsung menggeram kesal.

“Ini kan bukan salahku!!” Seru Dasom tak terima.

‘Sepertinya aku memang belum menaklukan kedua srigala ini!!’

***

-E.P.I.L.O.G-

“Hey! Chanyeol eh maksudnya oppa!! Kau memakan pudingku, kan?” Seru Dasom sembari menghampiri Chanyeol yang tengah duduk di salah satu sofa single di ruang tamu mereka.

“Iya! Terima kasih ya!” Sahut Chanyeol tanpa merasa bersalah sedikit pun.

“Iiihhh! Padahal kan nanti puding itu mau aku makan!!” Gerutu Dasom tak senang.

“Berisik banget sih!” Sahut Chanyeol balik. “Nih aku kembalikan!” Ujarnya sembari menghampiri Dasom dan mendekatinya. “Tapi aku kembalikan lewat mulut ya!!” Tambah Chanyeol sembari mendorong tubuh Dasom hingga terperosok jatuh kedalam single sofa.

“Selamat malam!! Aku datang la….”

Dasom yang menyadari kehadiran Hyolin langsung panik ketika melihat sendiri posisi tubuh dirinya dan Chanyeol yang sangat dapat menimbulkan kecurigaan bagi Hyolin.

“Ja-jangan salah paham, Onnie…” Seru Dasom sembari langsung mendorong tubuh Chanyeol agar menjauh dari tubuhnya. Dan langsung menghampiri Hyolin yang baru datang.

Hyolin langsung memaksakan senyumnya walau agak susah. “Iya aku tahu! Yang disukai Sommie kan hanya Sehun….”

“Eh? Ssssttt!!”

Hyolin berbalik dan memunggungi Dasom sembari menangkupkan kedua tangannya, “Aku hanya merasa iri sama kamu …. andai aku bisa se-akrab itu dengan Yeolli…” Lirih Hyolin dengan nada dan wajah dibuat sendu.

Dasom yang mendengarnya pun sedikit tersentuh dan simpati terhadap Hyolin.

“Aha!!” Seru Hyolin membuat Chanyeol dan Dasom yang berada didekatnya kaget. “Aku akan mencoba menjadi seperti Sommie!!” Seru Hyolin dengan semangat membara.

“Eh?”

“Iya! Jadi dengan begitu Yeolli pasti akan menyukaiku!” Lanjut Hyolin lagi.

“Kau yakin?” Tanya Dasom ragu-ragu.

Masalahnya Dasom tahu betul perbedaan yang sangat terlihat antara Hyolin dan dirinya. Hyolin sering sekali memperlakukan Chanyeol dengan lembut meski Chanyeol sering sekali berkata ketus dan bersikap dingin. Sedang Dasom yang masih seumuran dengan Sehun, masih sangat keras kepala dan tidak mau mengalah begitu saja.

Hyolin langsung membayangkan lagi pertengkaran antara Sehun dan Dasom yang kerap kali terjadi di depannya. Juga pertengkaran lempar-lemparan barang yang sangat dihapal oleh keduanya.

Hyolin langsung menggeleng cepat. “Aku tidak akan bisa….!!” Seru Hyolin sembari memeluk Chanyeol yang tengah duduk di salah satu sofa. “Aku tidak bisa bersikap kasar terhadap Yeolli…!” Lanjut Hyolin lagi sembari terus mendekap kepala Chanyeol yang dia letakan di balik ceruk lehernya sendiri.

Aku justru iri terhadapmu!’ Ucap Dasom dalam hati sembari memandangi kemesraan ChaLin yang ada di depannya. ‘Dia bisa dengan semudah itu mengungkapkan rasa sayangnya pada Chanyeol…’

“Pluk!”

Dasom sedikit kaget ketika secara tiba-tiba Sehun yang entah kapan datangnya langsung menyenderkan kepalanya dengan manja di bahu Dasom. “Aku juga mau seperti itu!” Bisik Sehun pelan tepat di telinga Dasom membuat wajah Dasom sedikit merona.

Dengan perlahan Dasom memejamkan matanya dan melingkarkan lengannya keleher Sehun yang bersandar dengan nyaman di bahunya dari depan. Dan…

“Mana bisa aku seperti itu!!!” Seru Dasom sembari mencekik leher Sehun dengan lengannya membuat Sehun terperanjat kaget.

Tuhkan! Lagi-lagi aku tidak bisa mengungkapkan rasa sayangnya dengan cara yang lebih romantis.. Aku… aku terlalu gugup…’ Lirih Dasom dalam hatinya sembari terus mencekik Sehun.

“Aaaa!!! Sommie!!!”

‘Yasudahlah yang penting aku menyukai srigalaku yang satu ini….!’

***

END

Gimana endingnya? Fluffnya dapet nggak? Sebenarnya agak berat juga nggak ngejadiin ChanSom tapi ya mau gimana lagi, SeSom lebih lucu hahaha. Oh iya sebagai bonus aku kasih beberapa poster sekalian untuk merayakan ulang tahunnya Dasom yang ke 22 kalau secara internasional dan 23 kalau secara korea. Once Again #HappyDasomDay

Karena ini part terakhir jadi jangan lupa komen ya ^^~ Sebagai penghargaan buat aku juga komennya ^^

SESOM

Exodus

CHANSOM

What If

 

THE BIRTHDAY GIRL

tumblr_nax3ynhBwE1s25f60o1_500

5 thoughts on “[Remake Fiction ] Sesom’s Fanfiction / My Gentle Wolves / Straight / Romance / Friendship / Part 5

  1. Mksh author dah update lagi ceritanya. WAh jadi endingnya dasom sm sehun ya.. Hihi agak kasian sm chanyeol tapi sehun juga manis bgt ke dasom jadi ikutan seneng ngeliat dasom bahagia🙂 Oya ngomong2 boleh request another fanfic Dasom & Chanyeol ga author? Buat ngerayain spesial ulang tahun dasom hihi… #Kamsahamida ^^

  2. Yach sesom yang jadian!! Bisa gak admin buat cerita bersambung berkaitan dengan chansom ala ala vampire gitu hehehehehehe

    • ada saran gmn pasangan baru kai dan dasom (kaisom)!! Mungkin lebih seru dengan kisah berkaitan dgn kemampuan dance or menari gitu!! Gmn admin menarikkan??

  3. ada saran gmn pasangan baru kai dan dasom (kaisom)!! Mungkin lebih seru dengan kisah berkaitan dgn kemampuan dance or menari gitu!! Gmn admin menarikkan???

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s