The Journalist

The Journalist3

Tittle :  The Journalist

Cast :  Kim Dasom, Big Bang

Genre :  Friendship, Humor

Rate: Teen

Length : Oneshoot

Author : LidyaNatalia

Warning : some typos, short fiction. If you do not like the cast please do not read this Fiction. Basher will be blocked.

A/N : Segala yang aku tulis di fanfiction ini adalah fiktif belaka, kecuali beberapa fakta yang emang kalian semua mungkin juga udah tahu. ~

Disclaimer: This story originally made by me, repost tidak diijinkan, kalau mau share linknya aja ya.

Let’s check it out the story…

***

Dasom sudah berkali-kali menghentakkan kakinya. Ini adalah hari pertamanya untuk melakukan training di salah satu perusahaan majalah terkenal. Dan dia sudah harus meliput dan mewawancarai artis sekelas Big Bang.

“Apa-apaan mereka!” Seru Dasom kesal.

“Ini kan hari pertamaku bekerja. Kenapa langsung disuruh meliput Big Bang? Kenapa tidak tentang artis-artis baru yang baru debut. Itu akan lebih mudah.” Lanjut Dasom lagi. Kali ini dia menendang tiang listrik yang ada di depannya.

“Aw! Sakit!” Serunya kemudian sembari mengusap tulang keringnya.

“Sepertinya mereka tidak berniat menerimaku di perusahaan mereka. Mereka tahu aku akan gagal dan dengan begitu mereka mempunyai alasan untuk tidak menerimaku.” Gerutu Dasom.

Oh Come On. Dia cukup pintar untuk hal-hal ini. Dia bersekolah di jurusan jurnalistik selama 4 tahun tidak dengan bekal apapun. Lagipula bukan hanya karena dia harus mewawancarai super star tersebut, tetapi juga karena ada hal lain yang sudah lama dia coba lupakan yang berhubungan dengan tempat di hadapannya.

Well, lupakan itu. Saat ini Dasom sudah berdiri di depan gedung YG. Dia diminta untuk meliput dan mewawancarai Big Bang yang baru saja melakukan comebacknya setelah hiatus selama 3 tahun.

“Kau pasti bisa Dasom!” Seru Dasom pada dirinya sendiri.

“Buktikan pada mereka kalau kau tidak bisa diremehkan!”

***

Lagu Bae Bae menggema di seluruh koridor yang tengah Dasom lewati. Setelah melapor pada resepsionis, Dasom di arahkan ke lantai dimana Big Bang saat ini tengah melakukan latihan mereka. Ini bukan tempat yang asing untuk Dasom. Dia pernah berada di gedung ini selama beberapa tahun.

Dasom melirik ke arah pintu yang bertuliskan ‘Practice Room’. Dilihatnya beberapa orang yang tengah asyik menari dengan lincahnya. Itu Big Bang. Dan lagu yang terdengar tadi ternyata lagu yang sedang mereka gunakan untuk latihan. Tapi tunggu…

“Seunghyun, Jiyong, Youngbae, Daesung…” Dasom mencoba mengabsen member Big Bang satu per satu. “Sepertinya ada yang kurang…” Ucapnya sembari menempelkan telunjuk yang dia gunakan untuk menunjuk member Big Bang, ke bibirnya.

“Apa yang kau sedang kau lihat?”

“Ah, itu Big Bang sedang latihan. Tapi sepertinya ada yang kurang.” Jawab Dasom. “Tapi sia…” Dasom menghentikan perkataannya.

“Siapa yang barusan bertanya padaku?” Tanya Dasom dalam hatinya.

“Gulp!”

Dasom menelan salivanya pelan-pelan sebelum pada akhirnya memutuskan untuk membalikkan tubuhnya.

“Kau!” Seru Dasom kemudian.

“Ah!! Dasommie!!” Seru orang itu yang kemudian langsung memeluk Dasom.

“Brakk!!”

“Seungri-sshi lepaskan.” Seru Dasom yang langsung mendorong tubuh laki-laki yang ternyata bernama Seungri tersebut.

Mwo? Seungri-sshi?” Seru Seungri tak percaya. “Panggil aku seperti biasa saja!” Titah Seungri sembari mencubit pipi Dasom.

“Dasom?” Ucap sebuah suara yang tadi membuka pintu dengan cepat.

“Jiyong-sshi..” Sahut Dasom sembari memberikan salam dengan menundukkan kepalanya beberapa derajat.

“Jiyong-sshi?” Ulang laki-laki yang dipanggil ‘Jiyong-sshi’ oleh Dasom.

Dasom mengangkat tanda pengenalnya pada Seungri dan GD. Ya laki-laki yang dipanggil Jiyong oleh Dasom tadi tak lain tak bukan adalah GD, leader Big Bang.

“Perkenalkan aku Kim Dasom. Wartawan yang akan mewawancarai kalian hari ini.” Ucap Dasom.

“Hey! Sepertinya aku mendengar suara….” Kali ini laki-laki bertubuh tinggi besar yang keluar dari ruang latihan.

“Dasom?”

Dasom tersenyum kikuk.

“Ahhhh. Ini sudah lama sekali. Kau kemana saja?” Serunya sambil menarik kedua pipi Dasom.

“Aaaa….” Dasom berteriak kesakitan ketika laki-laki tersebut menarik pipi Dasom dengan sangat kuat.

“Hentikkan, Seunghyun Hyung!” Seru suara lainnya yang baru saja bergabung dengan mereka di depan pintu sembari menarik tangan Seunghyun aka TOP.

“Kau menyakitinya…” Lanjutnya sembari menarik Dasom ke sampingnya, lalu meletakkan tangannya di bahu Dasom.

“Berhenti bersikap playboy, Daesung-ah!” Kali ini laki-laki yang hanya menggunakan kaos hitam tipis yang berbicara. “Ngomong – ngomong bagaimana kabarmu, Dasom?” Tanyanya kemudian.

Annyeong, Youngbae-sshi.” Sahut Dasom yang memilih untuk menyapa ketimbang menjawab pertanyaan Youngbae aka Taeyang.

“Maaf atas kedatanganku yang menganggu latihan kalian. Tapi hari ini aku akan melakukan wawancara dengan kalian.” Ucap Dasom. “Aku… aku sebaiknya menunggu di luar saja sampai kalian selesai latihan…”

“Kau ini bicara apa sih? Sudah ayo masuk!” Ajak Seungri sembari merangkul Dasom dan menariknya masuk ke dalam ruang latihan mereka.

***

“Jadi…” TOP mulai membuka suara. Saat ini mereka semua tengah melingkari Dasom yang duduk di sebuah kursi sedangkan kelima member Big Bang berada di bawah.

“Jadi?” Ulang Dasom.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Taeyang spontan.

Dasom menganggukkan kepalanya, “Baik.”

“Kau kemana saja selama ini?” Kali ini Daesung yang bertanya.

“Aku melanjutkan sekolahku.” Jawab Dasom lagi.

“Jadi kau benar-benar serius tentang dunia jurnalistik yang kau katakan waktu itu?” Tanya Taeyang.

Dasom mengangguk.

Hyung, kau tidak mau bertanya?” Tanya Seungri pada GD yang dari tadi hanya diam sembari memperhatikan Dasom menjawab pertanyaan dari teman-temannya.

Dasom terlihat gugup.

“Apa-apaan sih mereka ini. Kan aku yang wartawan, kenapa malah mereka yang mewawancaraiku?” Seru Dasom dalam hatinya.

“Kenapa…” GD membuka suaranya membuat keempat temannya dan Dasom menaruh focus pada apa yang akan diucapkan selanjutnya.

“Kenapa?” Ulang Dasom.

“Kenapa kau pergi begitu saja?” Lanjut GD, keempat member Big Bang lainnya mengangguki pertanyaan yang dilontarkan oleh GD.

Dasom terdiam. Pertanyaan yang sangat dihindari dari orang yang sangat dihindarinya hari ini dilemparkan padanya.

“Aku….”

 

*flashback*

Dasom menyeka keringatnya ketika dia berhasil menyelesaikan penampilannya untuk penilaian bulanan. Suara riuh tepuk tangan menggema di ruang latihan YG.

“Kemampuanmu berkembang dengan cukup baik. Tapi kau harus melatih lagi pernapasanmu.” Ucap CEO Yang.

“Kau juga harus lebih mengikuti hentakan nada dari musik yang kau gunakan, gerakanmu sedikit lebih lambat dari musiknya.” Lanjut CEO Yang lagi.

Dasom menggigit bibir bawahnya.

“Kau harus lebih berlatih lagi.”

“Nde Sajangnim.” Ucap Dasom sembari membungkukkan badannya 90 derajat.

***

“Dasom kau mau kemana?”

“Ah sebentar Yuna, aku mau mengambil handphoneku yang tertinggal di ruang latihan tadi.”

“Ah yasudah, kalau begitu aku duluan ya. Aku tunggu kau di cafeteria.”

“Okay!”

Dasom menepuk keningnya dengan cukup keras, bisa-bisanya dia melupakan barang kesayangannya tersebut. Dasom baru saja akan membuka kenop pintu ruang latihan, namun niat itu di urungkannya ketika dia mendengar namanya disebut dari dalam.

“Mengapa kau mempertahankannya kalau memang dia tidak berkembang, Sajangnim?”

“Dasom itu. Bukan hanya kesayangan dari semua orang di sini. Walaupun dia tidak ada bakat, dia berpengaruh besar dalam hal menaikkan mood Jiyong.”

“Jiyong? Maksudmu mereka menjalin hubungan?”

“Tidak. Tentu saja tidak. Aku sudah memperingatkan mereka berdua untuk tidak mempunyai hubungan lebih dari sebatas hoobae dan sunbae. Hanya saja aku sudah lama memperhatikan bahwa Jiyong seringkali bersikap lebih manis pada Dasom dibandingkan dengan yang lain.”

“Kau tahu, Jiyong hampir saja keluar dari Big Bang sebelum mereka debut.”

“What?”

“Ya. Tapi pada hari itu Jiyong melihat Dasom berlatih dan dia langsung membatalkan niatannya untuk keluar.”

“Benarkah?”

“Oleh karena itu aku tidak akan mengeluarkan Dasom dari YG.”

“Tapi dia tidak mempunyai potensi untuk debut. Apa itu berarti dia akan terus menjadi trainee?”

“Selama itu bisa membuat Jiyong bertahan di sini, kenapa tidak?”

Dasom terkejut. Dia langsung berlari meninggalkan tempat tersebut. Dia memukul – mukul dadanya yang terasa sesak. Sungguh ini sangat sesak. Ternyata kerja kerasnya selama ini hanya sia – sia belaka.

*** 

*flashback off*

 

“Aduh kenapa jadi kalian yang mewawancaraiku?” Seru Dasom sembari mengeluarkan kertas dan recorder dari dalam tas hitamnya.

“Kita mulai saja ya wawancaranya, aku tahu kalian sangat sibuk dan…”

GD memegang tangan Dasom untuk menghentikkan kegiatan gadis tersebut, “Apa ada suatu hal yang kau sembunyikan dari kami?” Tanya GD.

Dasom tertawa hambar.

“Kau ini sudah kami anggap sebagai adik kami sendiri, Dasom-ah..” Ucap Taeyang.

Excuse Me!” Potong Seungri. “Kecuali Jiyong Hyung. Kau lebih dari sekedar adik untuknya.” Lanjutnya dan mendapatkan jitakan dari GD.

Well, itu bukan rahasia umum untuk semua trainee dan staff YG kala itu. GD memperlakukan Dasom lebih dari sekedar teman.

Dasom melepaskan tangan GD yang memegangnya, “Masalah apa? Tidak ada kok.” Seru Dasom. “Nah kali ini gantian aku yang bertanya ya?” Ucap Dasom sembari tersenyum lebar.

“TIK!”

Dasom menekan tombol recordernya dengan tangan kirinya dan pulpen sudah berada di tangan kanannya.

“Bagaimana kalau 1 pertanyaan untuk 1 pertanyaan.” Usul TOP.

“Huh?”

“Kalau kau tidak mau, kami tidak akan menjawab pertanyaanmu.” Lanjut TOP.

“Lalu kau akan dipecat dan kembali kesini.” Tambah Seungri yang mendapat tatapan menusuk dari Dasom.

“Baiklah. Terserah kalian saja.” Sahut Dasom pasrah.

***

D : Dasom

T : Top

TA : Taeyang

GD

DAE

S : Seungri

D : “Bagaimana perasaan kalian mengenai comeback Big Bang kali ini?”

DAE : “Menurutmu bagaimana?”

D : “Aku serius Daesung Oppa.”

TA : “Berhenti menggodanya, Daesung! Well, kami cukup antusias dengan perilisan lagu setiap bulannya. Kami harap dengan begini kerinduan para penggemar akan terbalaskan.”

S : “Jadi, apa kau sudah punya pacar, Dasom-ah?”

Dasom mengerutkan keningnya.

T : “Ingat 1 pertanyaan untuk 1 pertanyaan.”

Dasom mengambil nafas dalam – dalam sebelum membuka suaranya.

D : “Sudah.”

Kelima member Big Bang terkejut. Mereka pikir Dasom akan berkata tidak. Tapi nyatanya malah sebaliknya. Well, tidak heran memang karena selain kepribadian Dasom yang baik wajah Dasom juga sangat cantik untuk seukuran gadis remaja.

T : “Siapa?”

D : “1 pertanyaan untuk 1 pertanyaan, Oppa. Baiklah pertanyaan selanjutnya untuk GD-sshi…”

GD : “Panggil aku Oppa saja.”

D : “Baik untuk GD Oppa.”

GD : “Panggil aku Jiyong saja, Dasom-ah.”

D : “Okay! Untuk Jiyong Oppa. Kenapa kau menangis ketika Big Bang menang kemarin. Apa kau tidak menduga Big Bang akan menang?”

GD : “Tentu saja tidak. Aku tahu kami pasti akan menang. Hanya saja entahlah sepertinya mataku terkena debu waktu itu.”

Dasom melongo mendengar jawaban GD. Well, Jiyong yang dia kenal memang seperti ini orangnya. Tunggu. Bukan hanya Jiyong tapi member yang lain juga, kecuali Young Bae, menurutnya.

D : “Apa kalian mau aku menuliskan hal seperti itu? Ayolah aku mohon jawab dengan serius.”

Dasom menunjukkan wajah memelasnya. Berharap kali ini bisa membuat mereka lebih serius.

T : “1 pertanyaan untuk 1 pertanyaan Dasommie…”

TOP yang gemas menarik pipi Dasom dengan semangat. Membuat sang empunya pipi sedikit meringis.

T : “Jadi, siapa pacarmu itu?”

D : “Aku tak tahu.”

Sahut Dasom sembari mengusap pipinya yang dicubit oleh TOP.

DAE : “Tidak tahu? Jangan bilang kau berbohong?”

D : “Aku tidak bohong, kok. Aku memang punya pacar. Bukan sekarang, tapi nanti kalau ada yang memintaku untuk jadi pacarnya.”

Kali ini gantian GD yang menarik pipi Dasom.

S : “Kau membuat kami jantungan!”

TA : “Kau harus mengenalkannya terlebih dahulu pada kami, sebelum kau menerima laki-laki menjadi pacarmu.”

S : “Tapi jangan kau kenalkan pada Jiyong Hyung, aku takut dia mati sebelum berhasil pergi dari sini. Hahahaha…”

GD : “YA!! Berhenti meledekku!”

D : “Karena kalian sudah bertanya 2 pertanyaan padaku maka aku juga akan langsung menanyakan 2 pertanyaan sekaligus.”

DAE : “2 pertanyaan? Kapan?”

D : “Pertama kalian bertanya ‘Siapa?’ dan kedua kalian bertanya ‘Jangan bilang kau berbohong?’ padaku. Dan untuk pertanyaan selanjutnya, untuk Young Bae Oppa, bagaimana menurutmu lagu Loser dan BAE BAE, mana yang lebih kau suka. Dan untuk Choi Oppa, kenapa kalian memilih Model Caucasian sebagai model music video kalian?”

TA : “Menurutku kedua lagu tersebut memiliki sisi musikalitas yang berbeda. Dan aku lebih menyukai Loser karena well, kau tahu selera musikku kan, Dasommie?”

D : “Jangan panggil aku Dasommie, Oppa. Dan Choi Oppa?”

T : “Kenapa kami memilih Model Caucasian sebagai model music video kami karena… kau tidak mau menjadi modelnya, Dasommie..”

Kelima member Big Bang tertawa melihat raut wajah Dasom yang kesal mendengar jawaban TOP. Terlebih karena TOP baru saja mengulang panggilan ‘Dasommie’ yang dia sudah larang Taeyang ketika memanggilnya seperti itu. Setelah sekian lama akhirnya mereka bisa menikmati hiburan lama mereka dengan cara menjahili Dasom, hoobae kesayangan mereka.

Dua jam berlalu dan setelah terus memaksa, akhirnya Dasom mendapatkan beberapa jawaban serius yang memang dibutuhkannya dalam tugas wawancaranya kali ini.

D : Dan terakhir. Silahkan kalian ajak para penggemar kalian untuk menonton MV Loser dan BAE BAE.

DAE : “Well, aku rasa kau bisa mengarangnya, Dasom-ah.”

D : “Oppa jangan begitu…”

TA : “Biar aku saja. Well untuk para VIP…”

DAE : “Bingung kan, Hyung?”

T : “Untuk para VIP sekalian, jangan lupa tonton MV Loser dan BAE BAE di akun BIGBANG di youtube. Tapi untuk Dasommie kalau bisa jangan kau tonton, terutama bagianku karena itu tidak untuk di bawah umur.”

Big Bang : “HAHAHAHAHAHA”

Dasom merecutkan bibirnya. Hari ini benar-benar habis dia di bully oleh mantan Sunbaenya.

“Aku sudah 23 tahun. Dan aku sudah berulang kali menonton MV tersebut. Dan bagian Jiyong Oppa di BAE BAE…” Dasom melirik ke arah GD yang langsung tercekat.

Dasom terkikik melihat ekspresi GD, “Jangan lakukan di tempat umum seperti itu!”

***

“LINE!”

Dasom yang saat ini tengah asyik membaca hasil wawancara pertamanya yang sudah diterbitkan buru-buru mengambil handphonenya ketika sebuah suara notifikasi berbunyi.

“Undangan Grup?”

Dasom mengerutkan keningnya, namun dia langsung memilih untuk bergabung dengan grup tersebut.

“LINE!”

“LINE!”

“LINE!”

“LINE!”

T : “Dasommie..!”

T : “Apa kau melihat penampilan kami tadi?”

S : “Hari ini kami menang!”

DAE : “Dasommie!! Yuhuuuu!~”

Dasom menepuk keningnya. Gara-gara dia mengajukan banyak pertanyaan, dia juga jadi harus menjawab banyak pertanyaan mengenai dirinya dari mantan sunbaenya itu. Bahkan dia merasa dirinya benar-benar naked di depan mereka. Ya kecuali untuk cerita pahit yang hanya diketahui oleh dirinya itu.

Dari nomor telepon, alamat apartement, nomor sepatu, ukuran baju hingga siapa saja teman laki-laki yang dia punya pun sudah diketahui oleh semua member BIGBANG.

“LINE!”

“LINE!”

“LINE!”

“LINE!”

4 pemberitahuan lagi, tiga diantaranya dari grup Line yang barusan diterimanya dan satu lainnya adalah chat personal. Dasom memutuskan untuk membaca Chat Personalnya terlebih dahulu.

GD : “Dasommie, kau ada dimana?”

D : “Di depan meja kerjaku, Oppa. Ada apa?”

“LINE!”

GD : “Kau masih di tempat kerjamu?”

D : “Ah, bukan di tempat kerjaku tapi di kamarku.”

“LINE!”

“LINE!”

GD : “Ah, begitu.”

GD : “Boleh aku ke tempatmu…”

Dasom menggigit bibir bagian bawahnya.

“LINE!”

“LINE!”

“LINE!”

Dasom melihat tiga pemberitahuan lain yang baru datang. Dia memutuskan untuk membuka grup line tersebut.

S : “Kemenangan kedua kami!!”

TA : “Dasommie kau ada dimana? Kami boleh main ke tempatmu?”

DAE : “Hey! Apa kau tidur, Dasommie?”

T : “Kenapa kau hanya membalas pesan Jiyong?”

S : “Mwo?”

DAE : “Benarkah? Ini tidak adil.”

Dasom tertawa melihat pesan tersebut. Jadi mereka tengah bersama-sama sekarang. Well, sepertinya hidupnya tidak akan tenang lagi mulai dari sekarang.

“LINE!”

Handphone Dasom kembali berbunyi. Dilihatnya layar tipis tersebut. Kali ini pemberitahuan datang bukan dari grup line maupun GD. Tapi dari bossnya di tempatnya bekerja.

“Lusa kau pergi ke SM dan wawancara member EXO. Kalau bisa cari informasi mengenai gugatan yang akan diajukan oleh Tao!”

Dasom langsung membanting handphonenya ke tempat tidurnya melihat pesan tersebut.

“DAMN!”

***

END / TBC ?

4 thoughts on “The Journalist

  1. Omg apa yg akan trjd di SM hahajaha, apakah member member exo akan jatuh cinta pd dasom?? PENASARANNNNNÑNNN

  2. seneng banget sama ceritanya, karakternya hidup banget dan tiap aku baca aku langsung bisa paham jalan ceritanya, kayak ada film yang muter diotakku..

    terusin berkarya ya…

Give it to me ....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s